| tanggal | 10-11-05 |
| pesan | Salam, Nona Padaido Siapa juga yang mau GR sama kamu, jang terlalu merasa ka. Tong memang orang yang tidak terlalu suka bergaul, suka menyendiri. Memang benar, perintah Tuhan tentang saling mengasihi itu. Ada kekuatiran saya, bahwa lembaga gereja di Papua saat ini, terlalu ribut dan bangga dengan berbagai hal ritual keagamaan -- natal dan pembangunan gedung gereja yang harus 'wah'. Seperti-nya gereja Papua sedang dalam tahapan mau memasuki akan abad 'kegelapan' yang melanda dunia Kekristenan di Eropa pada abad ke- 4 hingga 16 di Eropa. Yakni sebuah Kekristenan Literal dan Labelisme ( pemujaan lambang2 ). Saya kuatir Nabi Amos dan Yesaya (II) akan 'mati berdiri' saat ini, jika mereka menginjak kaki di Papua. Dan mereka akan minta Tuhan dengan sangat agar mengirimkan 'kembali' Otto dan Geisler untuk datang menginjak kaki lagi di Papua. Karena bangsa Papua telah kembali berada di hidup dalam kegelapan - yakni menjual sdr.nya demi jabatan politik dan uang. Salam Ikan Puri |
| tanggal | 10-11-05 |
| pesan | Pelantikan Ketua MRP Batal + Bukti, Pilkada makin tidak pasti + Bukan hanya bukti bahwa Pilkada makin tidak pasti, namun juga terbaru dan terkini, bahwa Papua merupakan wilayah jajahan NKRI. Jadi, anggota MRP ( sebuah lembaga yang telah di 'kebiri' hak kontrolnya, dan menjadi 'stempel' berbagai kebijakan Jakarta - padahal di UU Otsus Papua 21 ada, serta direduksi kapabilitasnya di dalam hal jumlah ) harus di beri 'borgol' dulu di Jakarta dulu, agar jangan terlalu kristis ( mememerlukan independensi dalam bersikap ). Silakan baca dan renungkan sendiri situs http://papuaweb.org/dlib/lap/sullivan/index.html yakni analisis MRP yang di tulis oleh Prof Sulivan. |
| tanggal | 10-11-05 |
| pesan | buat tete dorang cucu senang isu Papua so dicabut dari konggres Amrk sana. Itukan seperti lubang tikus tanah, tutup saja. Pake Alat berat di Timika itu, gali tanah,tutp. Lalu,,,, lubang besar yang menganga karena tanahnya yang so diangkut itu, tutup saja dengan Indonesia. Cukup besar toooo. ha,ha,ha....tikus kecil sama dengan negara besar, sama sama hidup di bawah tanah. Itulah nasib kita. Daaaaaa. kam samua. |