pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaOM JOHN PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN
Kita tahu ada Inpres No 1/2003 yang menghasilkan pemekaran Provinsi Irian Jaya Barat dan menyulitkan pelaksanaan otsus hingga kini.
Peraturan daerah provinsi (perdasi) dan peraturan daerah khusus (perdasus) yang vital untuk otsus tidak segera dibuat.
Lebih buruk lagi, agenda penegakan HAM dan lembaga Perwakilan Komnas HAM Papua yang menjadi agenda utama otsus juga disia-siakan. Terdakwa pelanggaran HAM Abepura pun dibebaskan oleh pengadilan.
Cap ”separatis”
Harapan keadilan rakyat Papua pupus karena korban diam- diam dianggap ”separatis”. Sejak otsus diundangkan pada 2001, tidak ada perubahan pola pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat. Justru korupsi meluas.
MRP yang benar versi UU No 21/2001 oleh pemerintah dianggap superbody dan bisa menjadi kendaraan politik ”separatis”. Karena itu dibuat PP No 54/2004 yang mereduksi otoritas MRP sebatas ”lembaga persetujuan”.
Sebenarnya dalam praktik yang baru, tidak ada pemilihan anggota MRP seperti kata pemerintah. Yang terjadi adalah penunjukkan. Panitia pemilihan dan pengawasan pun di bawah kontrol Kesbangda Provinsi dan Kabupaten (bekas Ditsospol di masa Orde Baru sebagai instrumen represif rezim Orde Baru), dibantu kepala distrik (camat) dan kepala desa/lurah.
Dewan Adat Papua (DAP) tidak dilibatkan. Tokoh-tokoh yang diakui masyarakat tetapi dianggap pro-”separatis” disingkirkan.

LANJUT


namaOM JOHN PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN
Jadi lebih baik Om John cukupkan saja. Tetapi sebelumnya Om John ajak teman2 baca komentar menarik dari Muridan S. Widjojo yang ditampilkan di KOMPAS Minggu ini. Maksud Om John tampilkan berita ini adalah agar kitong semua tahu apa yang menjadi DASAR Bertindak dan berbicara 2 PUTRA TERBAIK KITA yang MANGGOP (tipu-tipu) tiap hari kepada masyarakat.

MRP Steril Versi Jakarta
Muridan S Widjojo

Sebanyak 42 anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dilantik Mendagri Moh Ma’ruf 31 Oktober lalu. Anggota MRP masing-masing 14 orang dari kelompok adat, agama, dan kelompok perempuan.
Seperti diketahui, setelah penolakan otonomi khusus (otsus) pada 12 Agustus 2005, cara pemilihan MRP ditentang kelompak Dewan Adat Papua. Pada saat pelantikannya, sejumlah demonstran melakukan aksi protes.
Mengapa otsus yang secara substansi potensial menyelesaikan soal Papua ditolak? Bukankah sebelumnya masyarakat Papua menuntut pemerintah melakukan pemilihan MRP agar otsus dapat dilaksanakan? Mengapa kini MRP justru ditolak?
Tampaknya kualitas representasi MRP tidak dianggap utama oleh pemerintah. Persepsi dan sikap pemerintah terhadap Papua yang dihantui ancaman lepasnya Papua dari NKRI belum berubah. Bagi pemerintah, substansi UU Otsus No 21/2001 dan MRP lebih menguntungkan kelompok ”separatis”. Karena itu, otsus harus ”dipagari”.

LANJUT


namaOm John PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMERDEKA!

Kali ini Om John PIS mau soroti KELAKUAN 2 Putera Terbaik PAPUA yaitu Ir. Frans Wospakrik,M.Sc dan DR. Drs. J.P. Salossa,M.Si. Nah sama seperti komentar Om John tentang Laksamana (Purn) Freddy Numberi dalam edisi yg lampau, ternyata kelakuan mantan Rektor Uncen ini juga tak ada bedanya. Maksud Om John, ternyata dalam komentar2 mereka masih sangat nampak dengan jelas usaha mereka untuk menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya dengan ALASAN YANG ANAK KECIL JUGA BISA TAHU KALAU DIA SEDANG DITIPU OLEH ORANG TUANYA. Kelakuan Ir. Frans Wospakrik,M.Sc di mata Om John sudah keluar dari alur yang sebenarnya. Mengapa OM John katakan demikian karena sebagai seorang Intelektual dari Perguruan Tinggi tertua di Papua, Frans Wospakrik harus berani menyatakan kondisi yang sebenarnya untuk mendidik Rakyat Papua bukan dengan bermain “kata-kata” untuk mencari alasan agar dapat MENGELABUI Rakyat Papua. Kalau komentar Pace Gubernur Salossa, Om John tra perlu komentar karena para pembaca GB ini yg rajin mengunjungi dan membaca GB ini pasti pernah membaca komentar Om John ttg beliau. Oleh karena itu Om John tra kaget dengan ALASAN BABINGUNGnya DR. Drs. J.P. Salossa,M.Si tentang PERATURAN PEMERINTAH NKRI tentang soal lantik-melantik pejabat publik di negeri ini. Bila Om John jelaskan kelakuan 2 PUTRA TERBAIK PAPUA ini nanti GB ini tra sanggup muat.

LANJUT


namapujangga^papua
tanggal10-11-05
pesanSalam,

Nona Padaido
Siapa juga yang mau GR sama kamu, jang terlalu merasa ka. Tong memang orang yang tidak terlalu suka bergaul, suka menyendiri.

Memang benar, perintah Tuhan tentang saling mengasihi itu. Ada kekuatiran saya, bahwa lembaga gereja di Papua saat ini, terlalu ribut dan bangga dengan berbagai hal ritual keagamaan -- natal dan pembangunan gedung gereja yang harus 'wah'.

Seperti-nya gereja Papua sedang dalam tahapan mau memasuki akan abad 'kegelapan' yang melanda dunia Kekristenan di Eropa pada abad ke- 4 hingga 16 di Eropa. Yakni sebuah Kekristenan Literal dan Labelisme ( pemujaan lambang2 ).

Saya kuatir Nabi Amos dan Yesaya (II) akan 'mati berdiri' saat ini, jika mereka menginjak kaki di Papua. Dan mereka akan minta Tuhan dengan sangat agar mengirimkan 'kembali' Otto dan Geisler untuk datang menginjak kaki lagi di Papua.

Karena bangsa Papua telah kembali berada di hidup dalam kegelapan - yakni menjual sdr.nya demi jabatan politik dan uang.

Salam Ikan Puri


namapujangga^papua
tanggal10-11-05
pesanPelantikan Ketua MRP Batal

+ Bukti, Pilkada makin tidak pasti
+ Bukan hanya bukti bahwa Pilkada makin tidak
pasti, namun juga terbaru dan terkini, bahwa
Papua merupakan wilayah jajahan NKRI.

Jadi,
anggota MRP ( sebuah lembaga yang telah
di 'kebiri' hak kontrolnya, dan
menjadi 'stempel' berbagai kebijakan Jakarta -
padahal di UU Otsus Papua 21 ada, serta
direduksi kapabilitasnya di dalam hal jumlah )
harus di beri 'borgol' dulu di Jakarta dulu,
agar jangan terlalu kristis ( mememerlukan
independensi dalam bersikap ).

Silakan baca dan renungkan sendiri situs http://papuaweb.org/dlib/lap/sullivan/index.html yakni analisis MRP yang di tulis oleh Prof Sulivan.


namaPutra Numbay
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHallo sobat APJ, terus terang gua belun ngarti apa luh maksud dengan kalimat ini
...ada suatu fenomena yang menarik bahwa saudara-saudara kita (non papua) umumnya dapat mengetahui segala tingkah laku kita, kelakuan dan lain sebagainya dari cara kita bertutur.

Apakah tutur kata kita kasar?
Ataukah kita cenderung stupid dalam berargumen?
Ataukah ide ide kita terkesan ketinggalan jaman?
Ataukah kita extremely dangerous?

Bisakah anda sedikit menjelaskan maksud anda.

Thanks, any way.


namaPutra Numbay
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanTerhambatnya pelantikan ketua MRP dikatakan karena dasar hukumnya kurang jelas sebagaimana terungkap dalam pemberitaan cepos,
Sampai saat ini kita masih cari dasar hukumnya.... demikian Salosa,(Cepos 9.Nov)

Saran saya;
Pa Solosa coba cari di bawah laci mungkin keselip sama berkas berkas dana otsus ka apah?

Atau mungkin di bawah pulang ke Jakarta oleh Pa Mendagri, karena yang ketua terpilih tidak sesuai harapan.
Tapi coba cari dulu sapa tau ada disekitar kantor gubernur, kalo tidak coba cek ke DPRP mungkin dong juga ada pelajari dia kah apa?

Barang belum siap, belum beres lagi sudah dipaksa lantik, setelah keanggotaan dilantik unsur pimpinannya jadi kendala, belum lagi masalah tempat tinggal atau kantor.
Memang MRP bernasib sial.

Manusia biasanya mempunyai tempat tinggal dulu baru mengurus keanggotaan.
Tetapi tuan tuan tanah yang ada diMRP seperti tidak punya tanah dan rumah saja.
Kacian deh kamu.


namaAnak Papua Jakarta
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMohon pendapat smilie

Kenapa orang lain bisa mengukur isi kepala kita (orang Papua)?
melanjutkan statement saya beberapa waktu lalu dan ditanggapi oleh sobat PAPUA_SON.
Melanjutkan pertanyaan saya diatas, pengalaman hidup saya yang hampir 26 tahun di Jakarta (lahir dan besar)ada suatu fenomena yang menarik bahwa saudara-saudara kita (non papua) umumnya dapat mengetahui segala tingkah laku kita, kelakuan dan lain sebagainya dari cara kita bertutur.

Oleh sebab itu saya harap walaupun media ini bebas diakses oleh siapa saja, tetapi kita masing-masing harus (self controll)sorry bukan sok menggurui!!!!

Karena teman2 saya banyak yang mengakses berita tentang Papua dari cepos dan sering membaca komentar kita dimedia.

Salam hormat :
Om John PIS, Putra Numbay, Anak Adat Papua, Akut Papua dll


namacucu di eropa
tanggal10-11-05
pesansmilie smilie buat tete dorang smilie
cucu senang smilie smilie smilie isu Papua so dicabut dari konggres Amrk sana. Itukan seperti lubang tikus tanah, tutup saja. Pake Alat berat di Timika itu, gali tanah,tutp. smilie Lalu,,,, lubang besar yang menganga karena tanahnya yang so diangkut itu, tutup saja dengan Indonesia. Cukup besar toooo.
ha,ha,ha....tikus kecil sama dengan negara besar, sama sama hidup di bawah tanah. Itulah nasib kita. Daaaaaa. kam samua.


namaputra lingkaran
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesansmilie smilie smilie smilie Mboooo....
salam baku dapa.
di sini dedaunan mulai menguning dan gugur dari pohonnya, smilie smilie eee.... mungkin di Amrk sana sama kah?
Mas dorang di sana menyimpulkan bahwa kangkung di Padang Bulan bawah sana bisa juga gugur dari akarnya. smilie smilie Lihat dulu akarnya massss.
Salm kam smua. smilie smilie smilie





halaman 428 dari 552 << selanjutnya < 425 426 427 428 429 430 431 > terakhir >>