pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namapapuano
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanuntuk APJ, saran saya...
Jangan terlalu lama di Jakarta.. bisa kena 'flu burung' dan 'diare'.
Datanglah sekali-kali dan lihat kita-kita yang ada di Papua. Disini Tanah dan Bangsa kita. Disini, kita punya jatidiri.
Tidak soal, teman-teman mu bilang apapun tentang komentar2 kita-kita di GB Cepos ini. Itu hak dorang.
Mereka hanya bicara dari dasar pemikiran dan pengetahuan mereka yang Nasioalis Indonesia. Sedang kita-kita, umumnya punya Nasionalisme Papua yg kental.
Tapi, saya tidak percaya, mereka bisa mengetahui isi kepala kita. hahahha. Terdengar lucu!
Orang-orang Papua tidak bodoh seperti yang mereka sangka!
Lebih dari semua itu, saya sebenarnya sangat senang, jika banyak org Indonesia membaca dan mengatahui bahasan-bahasan kita tentang tanah dan negeri kita, dan segala macam persoalan yg terjadi di Papua.
Bukahkah ini lebih baik! sebab secara tidak langsung, mereka jadi tau danmengerti, bahwa dengan cara apapun yg Jakarta buat, Bangsa Papua tetap ingin Merdeka!
saya rasa, secara tidak sengaja, kita-kita telah melakukan kampanye dan sosialisasi masalah Papua kepada mereka-mereka orang Indonesia. Lebih banyak orang tahu, justru lebih baik.

Jangan menjadi malu sebagai Anak Papua.
Identitasmu terlalu berharga untuk disangkal, hanya karena ocehan orang2 Jakarta.

Salam!!!


namaBakit 07
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHallo...om John Pis and Putra Numbay,...
Kamdua punya komentar mantap kam..brangkat
sudah....salam Merdeka.
Salam buat Nona Padaido...koo..yang Pangaruh kah...



Salam Merdeka smilie





namaPapua_Son
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanAnak Papua Jakarta (APJ).
Komentar anda waktu lalu.......
...Ada satu hal yang sangat saya sesalkan, media ini kan kitong pake untuk tukar informasi anak-anak papua tapi saya lihat ada teman-teman yang tidak fair lagi untuk menggunakan media ini. Ada banyak nama-nama baru yang tidak tahu dari ujung langit mana ikut nimbrung tapi tidak kasih ide atau saran atau informasi dan berita yang sifatnya membangun.
Apa yang anda maksudkan dengan kenapa orang lain bisa mengukur isi kepala kita(orang Papua)?
Berapa persen sih umumnya saudara-saudara kita non papua mengetahui segala tingka laku kita? bukankah itu suatu statement yang terlalu berlebihan? Kalau demikian, maka sudah pasti tanah Papua maju saat ini? Kelihatannya anda sendiri yang tidak fair, di satu sisi anda melarang orang laing dari ujung langit mana untuk ikut nimbrung tapi di sisi lain anda mengatakan teman-teman anda selalu akses gb ini! tidak konsisten dong?
Menyimak komentar anda, rupanya anda merasa malu jadi orang Papua, karena mungkin teman-teman anda yang membaca komentar anak-anak Papua di gb ini yang tidak sesuai dengan keinginan anda. Saya maklum karena anda lahir dan besar di Jakarta sih....
Jika anda menyimak setiap komentar secara baik, semua punya makna, ide, saran, informasi yang baik...kok..tergantung dari sisi mana anda menilai....paradigma anda menentukan penilaian anda.....itu saja kok...!!!!
Papua jaya selalu smilie smilie


namaOM JOHN PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN (AKHIR)
Untuk itu, pemerintah akan minta maaf. Setelah itu MRP akan memaafkan dan menyatakan Papua tetap sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI. Menurut pemerintah, skenario ini efektif guna membendung strategi kelompok ”separatis” yang memanfaatkan agenda pelurusan sejarah Papua.
Namun, ada yang mengejutkan Jakarta setelah Agus Alua, Wakil Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP), terpilih sebagai Ketua MRP definitif dengan 27 suara mengalahkan jago pemerintah, Frans Wospakrik dengan 14 suara. Agus bisa masuk MRP karena dipilih melalui lembaga agama yang relatif bebas dari intervensi pemerintah. Hal ini harus dilihat pemerintah sebagai dinamika positif. Keberadaan Agus bisa sedikit menjaga harapan rakyat Papua terhadap MRP.
”Pertarungan” di MRP dalam perjuangan hak-hak dasar rakyat Papua dan pelaksanaan otsus bisa sedikit lebih sehat jika pemerintah menerima Ketua MRP dengan terbuka dan tidak membuat rencana baru yang memandulkan MRP.
Pemerintah harus tetap diingatkan semangat dasar terbentuknya UU No 21/2001 tentang Otsus dan ide dasar MRP yang mulia, yakni memulihkan dan melindungi hak-hak dasar rakyat Papua, meningkatkan kualitas partisipasi rakyat Papua dalam NKRI, dan akhirnya memperbaiki hubungan Jakarta-Papua.

Muridan S Widjojo Peneliti P2P LIPI, Kandidat Doktor Sejarah Maluku-Papua di Universitas Leiden, Belanda

SEMOGA INFO INI BERMANFAAT smilie MERDEKA smilie



namaOM JOHN PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN
Padahal, label separatis sering diterapkan secara arbitrer pada mereka yang tidak disukai pemerintah. Kecuali wakil agama yang penunjukannya relatif bebas oleh organisasi keagamaan masing- masing. Hasilnya bisa ditebak, sebagian besar anggota MRP terdiri orang-orang yang disukai pemerintah. Legitimasi MRP ini amat rendah. Tetapi ini memuaskan Jakarta karena mereka yang terpilih diyakini ”steril” dari kepentingan ”separatis”.
Kenyataan itulah yang menjelaskan mengapa rakyat Papua melalui DAP menolak otsus pada 12 Agustus 2005 dan melalui Front Pepera menolak MRP pada 7 Oktober 2005. Tetapi, semua protes dan aksi damai itu diabaikan. Pemerintah sudah apriori, protes itu dibuat kelompok ”separatis”. Jadi, penolakan bukan karena perubahan sikap rakyat Papua. Rakyat Papua tahu, terlalu mustahil untuk merdeka, maka mereka ingin menikmati perubahan yang lebih baik dan nyata.
Sikap pemerintah
Skenario umum lama pemerintah tetap jalan, yakni melemahkan atau menyingkirkan kelompok-kelompok ”separatis”. Para elite birokrasi di Jakarta juga masih ingin mengendalikan alur dan substansi politik di Papua.
Secara spekulatif bisa diduga, anggota MRP versi Jakarta diharapkan akan menyatakan bahwa dalam kontroversi Pepera 1969 memang ada intimidasi dan kecurangan.

LANJUT


namacucu
tanggal10-11-05
pesanHei smilie smilie smilie .. MRP tra bisa dilantik mooo smilie smilie . Ketuanya kan di luar genggaman Jakarta pak!!! Akut pu akut dari dolo, smilie smilie smilie eeeee!!!!... tra abis abis.
syalom buat teman teman smilie smilie smilie dan tete dorang smilie smilie ... juga sayang buat kaka dorang smilie smilie yang jadi obyek penjajah,NKRI.


namaOM JOHN PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN
Kita tahu ada Inpres No 1/2003 yang menghasilkan pemekaran Provinsi Irian Jaya Barat dan menyulitkan pelaksanaan otsus hingga kini.
Peraturan daerah provinsi (perdasi) dan peraturan daerah khusus (perdasus) yang vital untuk otsus tidak segera dibuat.
Lebih buruk lagi, agenda penegakan HAM dan lembaga Perwakilan Komnas HAM Papua yang menjadi agenda utama otsus juga disia-siakan. Terdakwa pelanggaran HAM Abepura pun dibebaskan oleh pengadilan.
Cap ”separatis”
Harapan keadilan rakyat Papua pupus karena korban diam- diam dianggap ”separatis”. Sejak otsus diundangkan pada 2001, tidak ada perubahan pola pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat. Justru korupsi meluas.
MRP yang benar versi UU No 21/2001 oleh pemerintah dianggap superbody dan bisa menjadi kendaraan politik ”separatis”. Karena itu dibuat PP No 54/2004 yang mereduksi otoritas MRP sebatas ”lembaga persetujuan”.
Sebenarnya dalam praktik yang baru, tidak ada pemilihan anggota MRP seperti kata pemerintah. Yang terjadi adalah penunjukkan. Panitia pemilihan dan pengawasan pun di bawah kontrol Kesbangda Provinsi dan Kabupaten (bekas Ditsospol di masa Orde Baru sebagai instrumen represif rezim Orde Baru), dibantu kepala distrik (camat) dan kepala desa/lurah.
Dewan Adat Papua (DAP) tidak dilibatkan. Tokoh-tokoh yang diakui masyarakat tetapi dianggap pro-”separatis” disingkirkan.

LANJUT


namaOM JOHN PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN
Jadi lebih baik Om John cukupkan saja. Tetapi sebelumnya Om John ajak teman2 baca komentar menarik dari Muridan S. Widjojo yang ditampilkan di KOMPAS Minggu ini. Maksud Om John tampilkan berita ini adalah agar kitong semua tahu apa yang menjadi DASAR Bertindak dan berbicara 2 PUTRA TERBAIK KITA yang MANGGOP (tipu-tipu) tiap hari kepada masyarakat.

MRP Steril Versi Jakarta
Muridan S Widjojo

Sebanyak 42 anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) dilantik Mendagri Moh Ma’ruf 31 Oktober lalu. Anggota MRP masing-masing 14 orang dari kelompok adat, agama, dan kelompok perempuan.
Seperti diketahui, setelah penolakan otonomi khusus (otsus) pada 12 Agustus 2005, cara pemilihan MRP ditentang kelompak Dewan Adat Papua. Pada saat pelantikannya, sejumlah demonstran melakukan aksi protes.
Mengapa otsus yang secara substansi potensial menyelesaikan soal Papua ditolak? Bukankah sebelumnya masyarakat Papua menuntut pemerintah melakukan pemilihan MRP agar otsus dapat dilaksanakan? Mengapa kini MRP justru ditolak?
Tampaknya kualitas representasi MRP tidak dianggap utama oleh pemerintah. Persepsi dan sikap pemerintah terhadap Papua yang dihantui ancaman lepasnya Papua dari NKRI belum berubah. Bagi pemerintah, substansi UU Otsus No 21/2001 dan MRP lebih menguntungkan kelompok ”separatis”. Karena itu, otsus harus ”dipagari”.

LANJUT


namaOm John PIS
tanggal10-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMERDEKA!

Kali ini Om John PIS mau soroti KELAKUAN 2 Putera Terbaik PAPUA yaitu Ir. Frans Wospakrik,M.Sc dan DR. Drs. J.P. Salossa,M.Si. Nah sama seperti komentar Om John tentang Laksamana (Purn) Freddy Numberi dalam edisi yg lampau, ternyata kelakuan mantan Rektor Uncen ini juga tak ada bedanya. Maksud Om John, ternyata dalam komentar2 mereka masih sangat nampak dengan jelas usaha mereka untuk menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya dengan ALASAN YANG ANAK KECIL JUGA BISA TAHU KALAU DIA SEDANG DITIPU OLEH ORANG TUANYA. Kelakuan Ir. Frans Wospakrik,M.Sc di mata Om John sudah keluar dari alur yang sebenarnya. Mengapa OM John katakan demikian karena sebagai seorang Intelektual dari Perguruan Tinggi tertua di Papua, Frans Wospakrik harus berani menyatakan kondisi yang sebenarnya untuk mendidik Rakyat Papua bukan dengan bermain “kata-kata” untuk mencari alasan agar dapat MENGELABUI Rakyat Papua. Kalau komentar Pace Gubernur Salossa, Om John tra perlu komentar karena para pembaca GB ini yg rajin mengunjungi dan membaca GB ini pasti pernah membaca komentar Om John ttg beliau. Oleh karena itu Om John tra kaget dengan ALASAN BABINGUNGnya DR. Drs. J.P. Salossa,M.Si tentang PERATURAN PEMERINTAH NKRI tentang soal lantik-melantik pejabat publik di negeri ini. Bila Om John jelaskan kelakuan 2 PUTRA TERBAIK PAPUA ini nanti GB ini tra sanggup muat.

LANJUT


namapujangga^papua
tanggal10-11-05
pesanSalam,

Nona Padaido
Siapa juga yang mau GR sama kamu, jang terlalu merasa ka. Tong memang orang yang tidak terlalu suka bergaul, suka menyendiri.

Memang benar, perintah Tuhan tentang saling mengasihi itu. Ada kekuatiran saya, bahwa lembaga gereja di Papua saat ini, terlalu ribut dan bangga dengan berbagai hal ritual keagamaan -- natal dan pembangunan gedung gereja yang harus 'wah'.

Seperti-nya gereja Papua sedang dalam tahapan mau memasuki akan abad 'kegelapan' yang melanda dunia Kekristenan di Eropa pada abad ke- 4 hingga 16 di Eropa. Yakni sebuah Kekristenan Literal dan Labelisme ( pemujaan lambang2 ).

Saya kuatir Nabi Amos dan Yesaya (II) akan 'mati berdiri' saat ini, jika mereka menginjak kaki di Papua. Dan mereka akan minta Tuhan dengan sangat agar mengirimkan 'kembali' Otto dan Geisler untuk datang menginjak kaki lagi di Papua.

Karena bangsa Papua telah kembali berada di hidup dalam kegelapan - yakni menjual sdr.nya demi jabatan politik dan uang.

Salam Ikan Puri


halaman 427 dari 552 << selanjutnya < 424 425 426 427 428 429 430 > terakhir >>