pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namapetatas
tanggal14-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanohh.... putra numbay ko pu komentar terlalu pahit skali, terkesan provokatif dan tanpa mendidik, tidak ada yang salah dengan perbedaan yang salah itu terletak pada cara kita menyikapi perbedaan, putra numbay pu cara menyikapi perbedaan salah skali dan cenderung rasis, kalau ktong mo ingkari perbedaan sama saja ktong ingkari pemberian Tuhan. biar pendatang di usir dari tanah papua tetap saja ada perbedaan di antara orang papua sendiri, begitu pun sebaliknya( pertama ).
( kedua ) cara membedakan antara kerusuhan perancis-amerika dengan kerusuhan adis-ababa dan membedakan nilai kerusuhan tersebut terkesan terlalu menyederhanakan masalah, bukankah perang saudara berkepanjangan yang terjadi dalam sejarah hitam benua afrika yang berujung pada kemiskinan,kelaparan dan penderitaan yang berkepanjangan juga di sebabkan persoalan etnis-suku dan nilainya sangat besar sekali,(tidak kecil seperti komentar putra numbay) dan setiap akar konflik punya potensi untuk menghancurkan secara total, entah itu persoalan etnis,politik, ekonomi,sosial, dll.
(ketiga) betul skali alokasi dana itu tidak beimbang skali, tapi orang-orang yang rakus itu juga ktong pu orang-orang papua sendiri smilie


namaakut_papua
tanggal14-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesansalam ,,,
met siang , walaupun sekarang musim hujan . tetapi semuanya masih dilindungi oleh tuhan. GBU Papua. akut_papua gabung lagi nih. salam buat Om Jhon PIS , bakit_07, putra_numbay, papuason, freelife, pirate, sujoko, molomologurita, insos_padaido.
situasi di papua masih kondusif, sebaiknya kita bersyukur karena TUhan masih sayang Umatnya. jangan terlalu banyak protes ... smilie nanti darah tinggi .. lebih baik kita yosspaan smilie smilie akut_papua baru selesai mudik ( pulang kampung ).


namaOm Cepos
tanggal13-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanTo OM JOHN PIS

Terima kasis banyak atas koreksi dan masukan yang diberikan, terkait penulisan nama dari prof asal Belanda tersebut.
Informasi anda sangat kami hargai, terutama untuk perbaikan penulisan dalam pemberitaan selanjutnya.
Sekali lagi terima kasih.


Om Cepos


namaPutra Numbay
tanggal13-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanPerancis sebuah negara demokrasi tertua sekalipun masih ada perbedaan antara kulit hitam dan kulit putih. Amerika negara demokrasi terbesar sekalipun masih juga ditemukan diskriminasi terhadap kaum Afrika Amerika. Apalagi orang papua di Indonesia. Sampai tujuh turunan pun tetap akan ada perbedaan kecuali semua orang Papua dibunuh habis dan tanah tersebut diserahkan ke pendatang barulah tidak akan ada perbedaan.
Kalau kita bandingkan nilai kerusuhan di Prancis dan Amerika baru baru ini. Nilai kerusuhan antar orang berbeda etnis sangt rawan dan rentan terhadap perpecahan konflik yang berkepanjangan.
Tetapi kalau kita lihat konflik diAdis Ababa nilainya sangat kecil karena konflik itu hanya melibatkan sesama kulit hitam padahal akar persoalannya sama yaitu politik. maka itu sepanjang kita bicara papua dalam NKRI maka sampai tujuh bahkan ratusan generasi mendatangpun tetap akan ada konflik karena dasarny sudah beda yaitu Melanesia dan Austronesia dan ditambah lagi muslim dan kristen.

Belum lagi persoalan sumber daya alam yang tak berimbang dimana papua lebih kaya dibanding daerah lain namun hasilnya dinikmati oleh semua daerah di NKRI.
Maka kalau sekarang ini orang papua berteriak tentang Merdeka itu bukan kebodohan tetapi hikmat dan pengertian yang murni. untuk itu maka
Majulah terus untuk berteriak M E R D E K A.

Persatuan Tanpa batas Perjuangan sampai Merdeka


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( sambungan ke - 5 )
Apakah MRP harus mengalami 'kehilangan kejantanan'nya yang kali ke 5 -- yakni pemerintah menolah pa Agus Alua sebagai ketua?

Kesimpulan singkat tulisan ini :
Posisi Otsus Papua - perumusan Draftnya dilakukan di kampus 'orang -orang yang mampu dan pintar ' Uncen, yakni 'mayat hidup' yang diciptakan oleh penghapusan Peraturan Dasar Propinsi dan MRP yang telah 'hilang kejantanan sebanyak 4 kali' ini, kemungkinan besar, TELAH DIKETAHUI oleh 'para ilmuwan kebangaan bangsa Papua' di Uncen.

Maka pertanyaan yang penting diajukan di sini adalah, mengapa mereka diam dan terus membeo, bahkan tidak bersifat kritis ??

Sepertinya, simpel saja dia punya jawab kok. Jawabnya, sebab oleh 'orang-orang yang Mampu dan Pintar ' di Uncen telah hilang 'kejantanan'nya ( secara ilmu ).

Terima kasih sudah membacanya. Tuhan berkati.
Salam Ikan Puri


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( sambungan ke 4 )
Setelah itu, karena lembaga ini mendapatkan banyak penolakan maka, anggota-nya di'tunjuk' oleh pemerintah Jakarta – terutama untuk kalangan Adat ( dan perempuan pada beberapa daerah tertentu ). Ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang ke empat – seharusnya MRP dipilih secara langsung oleh Bangsa Papua.

Sebuah cacatan khusus diberikan kepada Gereja, yang meskipun menyadari bahwa MRP telah hilang kejantanannya sampau 3 kali, namun karena pemerintah tetap memaksakan pelaksanaan MRP yang sudah tiga kali dikebiri itu, maka mereka-pun 'memaksakan' diri untuk masuk ke dalamnya. Agar mencoba menggunakan MRP ( ingat yang sudah hilang kejantananya sampai 3 kali ), agar dapat menggunakan suara Kenabian Amos dan Yesaya ( II ) di Tanah Papua.

Setelah orang - orang yang di tunjuk ini terbentuk, maka 'orang Pemerintah' bergerak di beberapa hotel di Jayapura, guna mencoba bergerak untuk mengsetting 'koposisi orang' di dalam MRP. Namun saat itulah wakil dari gereja ( pa Agus Alua ) mendapatkan suara mayoritas untuk memimpin. Dan di sini, kita harus berterima kasih untuk 'kerelaan' sesama anggota di dalam MRP menerima hasil ini.

Meski MRP sudah 4 kali kehilangan 'kejantanannya' masih dianggap
'jantan' oleh Jakarta, di mana mereka belum menyetujui 'koposisi' ini, sehingga harus mengkeberinya lagi.

( bersambung ke bagian ke - 5 )


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( bagian 3 )
c.Tidak ada kesenambungan arah pembangunan di Papua antara satu dengan gubernur lainnya. Para Gubernur telah ( pa Solossa saat ini ) dan akan terpilih di Papua melaksanakan Otsus Papua sesuai 'selera'-nya secara pribadi – syukur2 bila 'selera'nya itu baik. Sehingga Orang Papua saat ini, ibarat membawa mobil keluar dari rumah, namun tidak tahu arah yang mau dituju – hanya terputar di tempat.

2.Draft pemikiran tentang MRP yang berangkat dari pola pikir sistem Legislatif di USA yakni ' dua kamar' – senat dan konggres. Yakni adanya DPRDP dan MRP.
Pemikiran 'baik' ini, kemudian 'disesuaikan' lagi di Jakarta – semisalnya menghapuskan 'fungsi kontrol' pada APBD Papua. Akibatnya, menghasilan MRP yang telah 'hilang' kejantanan-nya secara hukum. Ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang pertama. Meski telah hilang 'kejantanan'nya, namun 'binatang' ini – meminjam istilah pa Bas Suebu – tidak mau dibentuk oleh Jakarta, dengan jalan menunda PP MRP selama 4 tahun, meski 'konsesus politik'nya saat itu di DPR RI di bentuk 4 bulan setelah Otsus sah. Kehilangan waktu ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang kedua. Setelah dibentuk pun, keanggotanya di 'kebiri' lagi, menjadi 46 orang – padahal suku di Papua ada 315 ( meminjan data Fron PEPERA ). Ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang ke tiga.
( bersambung ke bagian 4 )


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( bagian 2 )
Otsus Papua telah menjadi ibarat pakatan ( ilmu magic )'mayat hidup' di Manokwari yang telah di potong putus dan di sambung kembali, dan di suruh jalan pulang dari tempat pembunuhan di hutan ke kampung. Sesungguhnya Otsus sudah menjadi 'mayat hidup' di Jakarta pada bulan November 2001.

Namun agar 'kematian' ini tdk kentara, maka peti mati Otsus ini kemudian ditutup dengan 'kain hitam' yang ber-angka nominal 1,7 - 2,6 Trilyun Rupiah pertahun -- padahal PT Freeport Indonesia dg cadangan per 1 Januari 2002 2,3 milyar ton ore, dpt menghasil uang sebanyak paling sedikit 300 Trilyun Rupiah.

Dampak dari 'tidak adanya tuntunan '25 tahun arah pembangunan di Papua' – yakni lubang yang 'sengaja' diciptakan Jakarta - ini, mengakibatkan :
a. Tidak ada parameter guna mengukur keberhasilan Otsus di Papua – sehingga dana Otsus guna pembangunan dapat digunakan 'semau gue' semata.
b. Menjadikan 'cela' bagi para elit Papua untuk menggunakan dana Otsus guna memenuhi hasrat 'libido kekuasaan' – pada 1 tahun terakhir, digunakan untuk sogok sana sini, agar dapat terpilih pada periode berikut.
c.Tidak ada kesenambungan arah pembangunan di Papua antara satu dengan gubernur lainnya.

( bersambung ke bagian 3 )


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( Bagian 1 )

+ Uncen bukan tempat unjuk rasa
+ Tetapi Uncen merupakan tempat tinggal orang2 yang tdk
memiliki 'kejantanan' keilmuan.

Pertama2, Draft Otsus di susun oleh sebuah tim yang dibentuk oleh pa Solossa, yakni yang dikepalai oleh Bpk ( rektor Uncen saat itu ) Ir. Wospakrik Msc, dan para ' oleh orang-orang yang Mampu dan Pintar ' Uncen dan intelektual Papua lainnya.

Ada beberapa hal yang dicantumkan pada draft Otsus dari Papua yang kemudian di 'sesuaikan' di Jakarta.

1.Penetapan Peraturan Dasar Propinsi -- ibarat Pembukaan alinea -ke 4 bagi NKRI yg
llltiap hari senin wajib di bacakan disetiap instansi itu, yakni tempat di mana diletakan arah /tujuan negara RI.

Dengan demikian, Peraturan Dasar Propinsi inilah sesungguhnya yang menjadi 'jiwa' dari Otsus Papua itu sendiri. Dimana, ia menjadi sumber rujukan hukum ( baca : cita2 ) 'tertinggi' dari arah Papua selama 25 tahun berjalannya. Yakni yang di wujudkan dalam GGBHP setiap tahunnya, yang diikat dengan Perdasus dan Perdasis – yang di susun bersama MRP dan DPRDP. Tetapi, kenyataannya ketentuan yang baik yang tercantum di dalam draft ini, yang dibuat di 'kampus kaum terdidik bangsa Papua' Uncen itu, kemudian 'di hapus' di Jakarta.

( Bersambung ke bagian 2 )


namaputra lingkaran
tanggal13-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesansmilie smilie Salam sob pirate smilie smilie smilie
Kitorang di rantauan prihatin deng teman-teman kita di Papua smilie smilie smilie . Tetapi kebenaran sejarah Papua sudah menjadi rahasia umum, jadi katorang berharap supaya buta kebenaran dan tuli suara hati cukup sampai deng generasi yang itu smilie smilie tuh smilie smilie smilie ...
salam smilie smilie smilie bersatu kita maju meraih kemerdekaan lahir batin.


halaman 424 dari 552 << selanjutnya < 421 422 423 424 425 426 427 > terakhir >>