pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( sambungan ke 4 )
Setelah itu, karena lembaga ini mendapatkan banyak penolakan maka, anggota-nya di'tunjuk' oleh pemerintah Jakarta – terutama untuk kalangan Adat ( dan perempuan pada beberapa daerah tertentu ). Ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang ke empat – seharusnya MRP dipilih secara langsung oleh Bangsa Papua.

Sebuah cacatan khusus diberikan kepada Gereja, yang meskipun menyadari bahwa MRP telah hilang kejantanannya sampau 3 kali, namun karena pemerintah tetap memaksakan pelaksanaan MRP yang sudah tiga kali dikebiri itu, maka mereka-pun 'memaksakan' diri untuk masuk ke dalamnya. Agar mencoba menggunakan MRP ( ingat yang sudah hilang kejantananya sampai 3 kali ), agar dapat menggunakan suara Kenabian Amos dan Yesaya ( II ) di Tanah Papua.

Setelah orang - orang yang di tunjuk ini terbentuk, maka 'orang Pemerintah' bergerak di beberapa hotel di Jayapura, guna mencoba bergerak untuk mengsetting 'koposisi orang' di dalam MRP. Namun saat itulah wakil dari gereja ( pa Agus Alua ) mendapatkan suara mayoritas untuk memimpin. Dan di sini, kita harus berterima kasih untuk 'kerelaan' sesama anggota di dalam MRP menerima hasil ini.

Meski MRP sudah 4 kali kehilangan 'kejantanannya' masih dianggap
'jantan' oleh Jakarta, di mana mereka belum menyetujui 'koposisi' ini, sehingga harus mengkeberinya lagi.

( bersambung ke bagian ke - 5 )


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( bagian 3 )
c.Tidak ada kesenambungan arah pembangunan di Papua antara satu dengan gubernur lainnya. Para Gubernur telah ( pa Solossa saat ini ) dan akan terpilih di Papua melaksanakan Otsus Papua sesuai 'selera'-nya secara pribadi – syukur2 bila 'selera'nya itu baik. Sehingga Orang Papua saat ini, ibarat membawa mobil keluar dari rumah, namun tidak tahu arah yang mau dituju – hanya terputar di tempat.

2.Draft pemikiran tentang MRP yang berangkat dari pola pikir sistem Legislatif di USA yakni ' dua kamar' – senat dan konggres. Yakni adanya DPRDP dan MRP.
Pemikiran 'baik' ini, kemudian 'disesuaikan' lagi di Jakarta – semisalnya menghapuskan 'fungsi kontrol' pada APBD Papua. Akibatnya, menghasilan MRP yang telah 'hilang' kejantanan-nya secara hukum. Ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang pertama. Meski telah hilang 'kejantanan'nya, namun 'binatang' ini – meminjam istilah pa Bas Suebu – tidak mau dibentuk oleh Jakarta, dengan jalan menunda PP MRP selama 4 tahun, meski 'konsesus politik'nya saat itu di DPR RI di bentuk 4 bulan setelah Otsus sah. Kehilangan waktu ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang kedua. Setelah dibentuk pun, keanggotanya di 'kebiri' lagi, menjadi 46 orang – padahal suku di Papua ada 315 ( meminjan data Fron PEPERA ). Ini adalah kehilangan 'kejantanan' MRP yang ke tiga.
( bersambung ke bagian 4 )


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( bagian 2 )
Otsus Papua telah menjadi ibarat pakatan ( ilmu magic )'mayat hidup' di Manokwari yang telah di potong putus dan di sambung kembali, dan di suruh jalan pulang dari tempat pembunuhan di hutan ke kampung. Sesungguhnya Otsus sudah menjadi 'mayat hidup' di Jakarta pada bulan November 2001.

Namun agar 'kematian' ini tdk kentara, maka peti mati Otsus ini kemudian ditutup dengan 'kain hitam' yang ber-angka nominal 1,7 - 2,6 Trilyun Rupiah pertahun -- padahal PT Freeport Indonesia dg cadangan per 1 Januari 2002 2,3 milyar ton ore, dpt menghasil uang sebanyak paling sedikit 300 Trilyun Rupiah.

Dampak dari 'tidak adanya tuntunan '25 tahun arah pembangunan di Papua' – yakni lubang yang 'sengaja' diciptakan Jakarta - ini, mengakibatkan :
a. Tidak ada parameter guna mengukur keberhasilan Otsus di Papua – sehingga dana Otsus guna pembangunan dapat digunakan 'semau gue' semata.
b. Menjadikan 'cela' bagi para elit Papua untuk menggunakan dana Otsus guna memenuhi hasrat 'libido kekuasaan' – pada 1 tahun terakhir, digunakan untuk sogok sana sini, agar dapat terpilih pada periode berikut.
c.Tidak ada kesenambungan arah pembangunan di Papua antara satu dengan gubernur lainnya.

( bersambung ke bagian 3 )


namapujangga^papua
tanggal13-11-05
pesan( Bagian 1 )

+ Uncen bukan tempat unjuk rasa
+ Tetapi Uncen merupakan tempat tinggal orang2 yang tdk
memiliki 'kejantanan' keilmuan.

Pertama2, Draft Otsus di susun oleh sebuah tim yang dibentuk oleh pa Solossa, yakni yang dikepalai oleh Bpk ( rektor Uncen saat itu ) Ir. Wospakrik Msc, dan para ' oleh orang-orang yang Mampu dan Pintar ' Uncen dan intelektual Papua lainnya.

Ada beberapa hal yang dicantumkan pada draft Otsus dari Papua yang kemudian di 'sesuaikan' di Jakarta.

1.Penetapan Peraturan Dasar Propinsi -- ibarat Pembukaan alinea -ke 4 bagi NKRI yg
llltiap hari senin wajib di bacakan disetiap instansi itu, yakni tempat di mana diletakan arah /tujuan negara RI.

Dengan demikian, Peraturan Dasar Propinsi inilah sesungguhnya yang menjadi 'jiwa' dari Otsus Papua itu sendiri. Dimana, ia menjadi sumber rujukan hukum ( baca : cita2 ) 'tertinggi' dari arah Papua selama 25 tahun berjalannya. Yakni yang di wujudkan dalam GGBHP setiap tahunnya, yang diikat dengan Perdasus dan Perdasis – yang di susun bersama MRP dan DPRDP. Tetapi, kenyataannya ketentuan yang baik yang tercantum di dalam draft ini, yang dibuat di 'kampus kaum terdidik bangsa Papua' Uncen itu, kemudian 'di hapus' di Jakarta.

( Bersambung ke bagian 2 )


namaputra lingkaran
tanggal13-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesansmilie smilie Salam sob pirate smilie smilie smilie
Kitorang di rantauan prihatin deng teman-teman kita di Papua smilie smilie smilie . Tetapi kebenaran sejarah Papua sudah menjadi rahasia umum, jadi katorang berharap supaya buta kebenaran dan tuli suara hati cukup sampai deng generasi yang itu smilie smilie tuh smilie smilie smilie ...
salam smilie smilie smilie bersatu kita maju meraih kemerdekaan lahir batin.


namaPirate
tanggal13-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSaya kasihan lihat komentar pace Gubernur dengan de mu ade-ade dong dibawah sana... memang kerja buat NKRI tapi bukan berarti menghilangkan sesuatu yang menjadi didikan dari mama dan bapa mereka yakni JUJUR!!!
Dari statement yang dibuat, Pirate bisa katakan bahwa mereka ini orang2 bodoh yang kerjanya menipu rakyat.. pesan... upah dosa itu mauT..

Salam dari Sunset State, USA
Home of Pirate
God Bless Y'all


namaSujoko
tanggal12-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanREKTOR UNCEN MEMBODOHKAN MAHASISWA (1)

Teman-teman Papua yth,
Di bawah ini saya mengirimkan sebuah tulisan dari seorang teman Papua.
Selamat ---

REKTOR UNCEN MEMBODOHKAN MAHASISWA

Mengetahui informasi belum tentu sama dengan mempraktekkan informasi. Suatu ilmu bisa saja hanya sebatas pengetahuan. Pengetahuan atau ilmu yang dimiliki kalau tidak dipraktekkan maka tentu tidak akan ada artinya. Tapi prinsip mendasar di sini adalah bahwa setiap orang memiliki hak untuk memperoleh informasi.

Penghalangan rektor Uncen, Dr. Berth Kambuaya, SE, MBA, terhadap mahasiswanya untuk tidak memperoleh informasi secara bebas merupakan tindakan pembodohan dan tindakan pelecehan HAM. Kesimpulan ini saya ambil berdasarkan berita Modus. Silahkan baca di http://www.modus.or.id/pendidikan/blokir.html


namaSujoko
tanggal12-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanREKTOR UNCEN MEMBODOHKAN MAHASISWA (2)

Larangan rektor agar tidak menggunakan fasiltas UNCEN untuk menjaring informasi lewat berbagai media merupakan suatu pelecahan HAM. Pasal 19, Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia (PUHAM) menyatakan bahwa: Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dan dengan tidak memandang batas-batas (wilayah).
Pasal 26 (PUHAM), Pendidikan harus ditujukan ke arah perkembangan pribadi yang seluas-luasnya serta memperkokoh rasa penghargaan terhadap hak-hak manusia dan kebebasan asasi. Pendidikan harus menggalakkan saling pengertian, toleransi dan persahabatan di antara semua bangsa, kelompok ras maupun agama, serta harus memajukan kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam memelihara perdamaian.
[Isi lengkap PUHAM dapat dibaca di http://www.unhchr.ch/udhr/lang/inz.htm]

Sungguh tragis lagi, karena mahasiswa Uncen yang notabene adalah mahasiswa perguruan tinggi tertua di Papua menyerahkan haknya untuk dilecehkan. Nasib rakyat Papua akan semakin menjadi buruk jika mahasiswanya sudah tidak kritis lagi.

Mahasiswa Indonesia menjadi terkenal di seluruh dunia karena bisa menjatuhkan Suharto. Tapi mahasiswa Papua terkenal karena tidak bisa menjatuhkan rektornya yang juga pelanggar HAM (pasal 19 PUHAM).

Semoga.

Penulis


namaPapua_Son
tanggal12-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMENANTI DAN BERDOA.

Harapan kita biar menjadi kenyataan dengan waktu berjalan sampai tiba harinya dimana Prof.P.J. Drooglever mengumumkan kejadian sesungguhnya tentang PEPERA.
Untuk itu kita perlu berdoa agar Tuhan membuka mata dunia dan pemerintah Indonesia melalui apa yang akan dibeberkan nanti oleh Prof. P.J. Drooglever agar keberadaan PAPUA bisa ditindak-lanjuti oleh kita semua sampai apa yang kita inginkan bisa menjadi kenyataan yaitu Papua yang Independent, merdeka dan bebas menentukan nasibnya sendiri.

Salam Perjuangan untuk semua sobat-sobatku! smilie smilie

Papua jaya selalu!!!!


namaOM JOHN PIS
tanggal12-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanPESAN UNTUK OM CEPOS.
Ada kesalahan penulisan nama Peneliti Belanda yang menulis/meneliti tentang PEPERA pada koran CEPOS 2 terbitan dalam minggu ini. Disitu ditulis Prof LUCK LEFER dari DEN HAAG. Om John pesan supaya kalo boleh mungkin wartawan Cepos perlu membaca situs-situs perjuangan Papua Merdeka supaya bisa kutip nama Profesor Belanda itu baik-baik karena tarada Profesor Belanda yang nama Luck Lefer seperti yang diberitakan Cepos. Ini Om John bantu kaseh tahu supaya nanti kalo Cepos mau tulis lagi tara salah tulis. Nama Profesor Belanda yang akan buka kedok kesalahan Indonesia yang bikin Gubernur dan Kapolda serta Pangdam takut setengah mati sampai kumpul para Bupati dan Kapolres se-Papua untuk dinasehati cara-cara dan teknik-teknik membohongi rakyat Papua adalah Bapak Professor P.J. Drooglever.

Om khawatir kalau nama beliau saja sudah salah diberitakan oleh CEPOS apalagi isi dari informasi yang disajikan Cepos tentang hasil karya beliau. He-he-he. Ini cuma komentar saja.

Kalo kurang yakin atau kurang jelas bisa baca tulisan2 anak2 Papua di situs2 perjuangan Papua Merdeka. Disana informasinya lebih akurat dan dipercaya.

Salam Ikan Julung and Merdeka for All.
smilie smilie smilie

smilie smilie smilie


halaman 425 dari 552 << selanjutnya < 422 423 424 425 426 427 428 > terakhir >>