| tanggal | 18-11-05 |
| pesan | Sylm sobat dorang di Papua Soal membangun sarana umat beragama untuk berbakti kepada Tuhan dan melayani sesama itu baik. Hanya pertanyaan saya, berapa besar jumlah orang di Papua yang sudah merusak negara ini karena agama sehingga segera harus dibereskan? Bukankah kekerasan terhadap Gereja maupun pelayan umat terjadi bukan dilakukan oleh dan atas nama masyarakat Papua. Bahkan pembantaian manusia tak berdosa(bom di berbagai tempat) di propinsi lain dan orang lain di luar Papua. Kalau memang ada niat baik dan bertanggung jawab atas agama yang dianut, tertipkanlah bandit-bandit atas nama islam yang buat kekacauan di Tanah Air. Jangnlah memulai lagi proyek proyek untuk mengadu manusia di Papua dengan jalan membangun Pusat Islam. Syalom tuk kam semua di Papua termasuk teman-teman Muslim. Agama kitorang baik tapi.... cara menghidupinya di negara kita ini..... yooo so akut eh!!!! Padahal torang mo bae-baek saja. ![]() |
| tanggal | 17-11-05 |
| pesan | ( sambungan ) Ini menunjukkan posisi lemah 'posisi harga tawar' politik dari rakyat Indonesia terhadap pemerintahnya -- kita belum memasukan kasus PKL yang di gusur di Jakarta, dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Di tengah negara yang demikian, pemikiran akan kehadiran sebuah badan pengawas LN terhadap Otsus seperti Aceh, bukanlah sebuah pemikiran yang aneh atau kerdil. Justru menunjukan kecintaan terhadap kesejahraan rakyat Papua. Karena menaikan 'harga tawar' politik rakyat Papua, guna meningkatkan kesejahteraanya. Salam Ikan Puri |
| tanggal | 17-11-05 |
| pesan | Rakyat Papua Ingin Seperti Aceh. + Yang benar, apa bukan ingin sejahtera? + Ya benar, karena dengan posisi seperti Aceh-lah rakyat Papua bisa sejahterah. Indonesia adalah sebuah negara di dunia yang paling tidak menghargai jiwa rakyat-nya. Bahkan nyawa manusia bisa lebih dari harga 'dendeng sapi' -- demikianlah kata seorang jedenral TNI. NKRI adalah sebuah negara ( yang hingga saat ini ) yang diperintah secara oligarkhi kekuasaan ekonomi, namun diberi label presidentil. Sebuah buktinya adalah kenaikan anggaran. Kok bisa2 nya anggaran malah naik sementara alasan penghapusan subsidi BBM itu karena defisit anggaran.. aneh.. defisit anggaran (APBN) ---- subsidi dihapus subsidi dihapus ---- bbm naik bbm naik ----- harga naik harga naik ----- anggaran (APBN 2006) malah naik salahkah kalo sekarang keluar pemikiran bahwa alasan2 pencabutan subsidi bbm cuma sekedar akal2an, tipu muslihat, dan kebohongan? lalu sebenarnya apa alasan jujur penghapusan subsidi? mungkin cuma SBY, JK, Ical, Shell, Petronas, IMF, WTO dan Tuhan yg tau :p |
| tanggal | 16-11-05 |
| Lokasi | |
| pesan | Yeeeih.... pace Pirate, Putra Numbai dan kawan kawan. Selamat mengumpulkan harta sambil merawat Jiwa,GBU... .ééééèèèè |