| tanggal | 09-11-05 |
| pesan | Terima kasih buat balasannya, nona paidado ( maaf, buat kesalahan ketik sebelumnya, yakni 'poidado ). Pertama2, saya minta anda mencabut kata 'tersayang' untuk saya -- saya paling jarang menerima dan takut mengucapkan kata2 ini, sebab ia mengandung konsekwensi. Kemudian, saya tak makan uang 'Otsus Kaskado' sampe poro bokar, tapi menerima hasil keringat orang tua, yang di dapat karena hasil keringat dan berkat Tuhan. Orang tua saya telah kerja dengan jujur selama 30 tahun. Ia adalah seorang yang jalan kaki ke kantor, ketika anak buahnya menggunakan mobil ke kantor. Mengenai memberikan uang kepada Mama Janda Theys, akan saya lakukan, jika bertemu dengannya. Itu sudah pasti. Saya pikir begitu dulu, Salam Ikan Puri |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | Sujoko, org jawa dong itu tara tau kata insos, hanya org biak dong yg selalu panggil insos yg sa maksud......kalo anda berbicara dgn saya....lihat lagi nama saya di atas sana sayaaaang, atau mungkin ada org lain yg pake nama insos padaido saya tdk tau. tapi saya mau anda harus perjelas lagi oke ! ! ! ! Buat: Pakomis dan Insos Papua, lama tara ada suara dari kam dua.....kam dua kompak e e e e baru muncul sama2 Salam sayang buat insos and salam kompak untuk pakomis |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | Pujangga^Papua, terasayang.... sudara ku yg terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, saya ini sorg anak papua yg tdk di besarkan dgn minuman keras, yg saya minum itu air..... yg sa pu mama timba dari sumur dan masak sampe mendidih di dingin kan terus kami sekeluarga minum. yg saya mencoba untuk jelaskan buat anda adalah.....saya ini tdk di beasarkan atau di biayai dgn dana otsus kaskado itu, kalo memang anda sendiri yg sudah makan dana otsus itu....saya sarankan diam2 saj,a tdk usah main tuduh org lain doooong dan kalo bisa bagilah dana otsus yg anda makan sampe poro bokar.... itu untuk Ibu theys, karna anda mengatakn bahwa ibu itu membutuh kan uang nah....anda org pertama yg harus memperhatin ibu tersebut karna anda berada di mana ibu itu berada anak macam apa anda itu. |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | Salam, Berita Cepos pada, Selasa, 8 November 2005 membuat kita semua malu. Minum bersama - mabuk - perkosa - masuk penjara. Ini adalah sebuah siklus. Dan siklus telah berputar di Papua dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini. Bhkan mungkin masih akan berputar pada tahun2 yang akan datang. Jika dilihat secara lebih mendekat, maka penyebabnya adalah 'paradigma' - hal ini dibentuk oleh lingkungan - yakni sesuatu yang sangat terkait dengan unsur kejiwaaan/rohani. Paradigma mabuk ini sudah terbentuk sejak 30 tahun ini - sejak Indonesia masuk ke Papua ( jika membahas Hipotesis Alm. Markus Warid tentang asal muasal kebiasaan mabuk di Papua akan menarik lagi ). Sebuah cara untuk memutuskan paradigma ini adalah menjalani Latihan Rohani yang di susun oleh ST Ignatius, Serikat Jesuit. Saya melihat serikat ini telah ada di Papua,dan mendidik beberapa putra Papua di dalam tugas belajar. Maka keinginan saya, jika dapat, mereka -- yang memiliki motto ' ... menolong jiwa - jiwa ... ' membagikan metode ini kepada para pemuda gereja ( dan Mesjid ) di Papua, sehingga dapat melakukan pelatihan mengubah paradigma ini, di dalam beberapa kegiatan rohani yang dilakukan. Salam Ikan Puri |
| tanggal | 08-11-05 |
| Lokasi | |
| pesan | ![]() |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | Salam, Memberi kangkung ( harga rp. 5000 ), memberi ongkos taksi ( rp. 3000 ), memberi uang di jalan -sewaktu kepada ibu janda - ( rp. 20.000 ), adalah bentuk penghargaan kepada apa yang dilakukan oleh mereka2 ini. Sebuah ujar2 ilmu perang yang kuno ( 3000 th yang lalu ), mengatakan demikian : Penghargaan merebut hati para jenderal, sedangkan kemarahan, membuat mereka menjadi lemah - Sun Tzu Salah satu sebab, perjuangan Papua merdeka lemah adalah kurangnya penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang dan keluarga-nya ( yang mungkin telah ditinggal mati ). Salam Ikan Puri |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | Betul ehhh. Insos, ko benar sekali. Sakarang sa mau tunduk pada Tuhan dan cinta pada sesama supaya pengadilan-Nya tuk saya sang tlalu berat. Biarlah sebagian gaji saya tuk proyek kemerdekaan saja, supaya nanti masyarakat di kampung bebas dari ancaman timah panas dan sa bebas dari pegawai NKRI. Bumi Papua masih bisa mebahagiakan kita putra putrinya asal kita adil dan jujur. Salam but Insos dan semua pejuang, Maju terus. ![]() |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | For All Setiap manusia mempunyai talenta masing-masing yang dianugerahkan TUHAN,sekarang kembali pada pribadi kita masing2 tuk memakai talenta itu untuk hormat dan kemuliaan-NYA. Ingat bahwa pada akhirnya kita akan mempertanggungjawabkan-NYA. Siapa yang diberi banyak akan pula dituntut banyak.So,mari kita kembali mengintropeksi diri masing-masing tanpa perlu mempermasalahkan hal2 yang hanya justru menjadi bumerang bagi kita sendiri jika pada akhirnya tak dapat kita pertanggungjawabkan. LOVE AND PEACE IN CHRIST INSOS ![]() |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | MERDEKA! Cara paling gampang untuk tahu hasil dari perjuang Papua Merdeka itu dengan melibatkan diri dengan perjuangan itu sendiri. Kalo mo tau apa yang sedang terjadi didalam ya jadi orang dalam too. Saya setuju dengan kawan Sujoko, kalau mau tanya tentang hasil perjuangan lebih baik tanya ke diri sendiri apa yang kita sudah buat untuk perjuangan Papua Merdeka. Ketong semua mau Merdeka jadi daripada baku tanya dan minta tanggungjawab, bagaimana kalau ketong bilang sama pejuang-pejuang Papua Merdeka, baik itu di luar atau di dalam negeri, ada yang sa bisa bantu ka? seperti yang disarankan oleh kawan pujangga^papua. Perjuangan ini milik semua orang jadi semua orang harus menjadi bagian dan mengambil bagian dalam perjuangan. |