| tanggal | 09-11-05 |
| pesan | Pujangga^Papua, Makanya sebelum berbicara itu pikir dan lihat dulu pokok pembicaraan itu di mana, saya tdk tau dgn teman2 gb cepos yg lainnya tapi....saya pribadi tdk tau apa otsus itu sendiri. dan untuk kata sayang itu.....bukan unutk org yg mo pacaran atau perem yg suka sama laki2 atau laki2 yg suka sama perem....lagi pula kata itu saya selalu pake untuk teman2 yg lain di gb ini koq...eh gaul dooong bagaimana kitong itu bisa bersatu seluruh masyarakt papua kalo kitong sendiri tdk saling menyayangi, jangan jadi GR doooong maaaas nyaaaaaantai azaaaaaaa dan terkahir saya yakin semua anak papua itu mempunyai jiwa yg besar ingin dan selalu mau menolong org lain khususnya sesama kita sendiri dan itu adalah awal dari segala sesuatu dan hukum yg terbesar dan yg terutama dalam Alkitab; kasihilah sesama mu manusia setperti dirimu sendiri. Ne....kalo sa juga dekat deng mama janda theys itu sa pasti kasih apa saja yg mama itu butuh kan. |
| tanggal | 09-11-05 |
| pesan | Terima kasih buat balasannya, nona paidado ( maaf, buat kesalahan ketik sebelumnya, yakni 'poidado ). Pertama2, saya minta anda mencabut kata 'tersayang' untuk saya -- saya paling jarang menerima dan takut mengucapkan kata2 ini, sebab ia mengandung konsekwensi. Kemudian, saya tak makan uang 'Otsus Kaskado' sampe poro bokar, tapi menerima hasil keringat orang tua, yang di dapat karena hasil keringat dan berkat Tuhan. Orang tua saya telah kerja dengan jujur selama 30 tahun. Ia adalah seorang yang jalan kaki ke kantor, ketika anak buahnya menggunakan mobil ke kantor. Mengenai memberikan uang kepada Mama Janda Theys, akan saya lakukan, jika bertemu dengannya. Itu sudah pasti. Saya pikir begitu dulu, Salam Ikan Puri |
| tanggal | 09-11-05 |
| pesan | Sujoko, org jawa dong itu tara tau kata insos, hanya org biak dong yg selalu panggil insos yg sa maksud......kalo anda berbicara dgn saya....lihat lagi nama saya di atas sana sayaaaang, atau mungkin ada org lain yg pake nama insos padaido saya tdk tau. tapi saya mau anda harus perjelas lagi oke ! ! ! ! Buat: Pakomis dan Insos Papua, lama tara ada suara dari kam dua.....kam dua kompak e e e e baru muncul sama2 Salam sayang buat insos and salam kompak untuk pakomis |
| tanggal | 09-11-05 |
| pesan | Pujangga^Papua, terasayang.... sudara ku yg terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, saya ini sorg anak papua yg tdk di besarkan dgn minuman keras, yg saya minum itu air..... yg sa pu mama timba dari sumur dan masak sampe mendidih di dingin kan terus kami sekeluarga minum. yg saya mencoba untuk jelaskan buat anda adalah.....saya ini tdk di beasarkan atau di biayai dgn dana otsus kaskado itu, kalo memang anda sendiri yg sudah makan dana otsus itu....saya sarankan diam2 saj,a tdk usah main tuduh org lain doooong dan kalo bisa bagilah dana otsus yg anda makan sampe poro bokar.... itu untuk Ibu theys, karna anda mengatakn bahwa ibu itu membutuh kan uang nah....anda org pertama yg harus memperhatin ibu tersebut karna anda berada di mana ibu itu berada anak macam apa anda itu. |
| tanggal | 08-11-05 |
| pesan | Salam, Berita Cepos pada, Selasa, 8 November 2005 membuat kita semua malu. Minum bersama - mabuk - perkosa - masuk penjara. Ini adalah sebuah siklus. Dan siklus telah berputar di Papua dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini. Bhkan mungkin masih akan berputar pada tahun2 yang akan datang. Jika dilihat secara lebih mendekat, maka penyebabnya adalah 'paradigma' - hal ini dibentuk oleh lingkungan - yakni sesuatu yang sangat terkait dengan unsur kejiwaaan/rohani. Paradigma mabuk ini sudah terbentuk sejak 30 tahun ini - sejak Indonesia masuk ke Papua ( jika membahas Hipotesis Alm. Markus Warid tentang asal muasal kebiasaan mabuk di Papua akan menarik lagi ). Sebuah cara untuk memutuskan paradigma ini adalah menjalani Latihan Rohani yang di susun oleh ST Ignatius, Serikat Jesuit. Saya melihat serikat ini telah ada di Papua,dan mendidik beberapa putra Papua di dalam tugas belajar. Maka keinginan saya, jika dapat, mereka -- yang memiliki motto ' ... menolong jiwa - jiwa ... ' membagikan metode ini kepada para pemuda gereja ( dan Mesjid ) di Papua, sehingga dapat melakukan pelatihan mengubah paradigma ini, di dalam beberapa kegiatan rohani yang dilakukan. Salam Ikan Puri |