pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaOm John PIS
tanggal09-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMERDEKA. Om setuju dengan komentar Mr Kejora ttg Pembohongan INdonesia bahwa PAPUA KEMBALI KE PANGKUAN RI. Ini Omong Kosong Besar yang dibuat oleh antek-antek NKRI yang tra pake OTAK tapi DENGKUL. Menurut Om John Presiden Soekarno adalah manusia BAJINGAN/KONYOL yang tidak berperikemanusiaan dan karena DASAR yang diletakkannya adalah DASAR YANG PENUH KEPALSUAN maka TRA HERAN kalau INDONESIA sekarang NEGARA PALING memprihatinkan di Jagat Raya Planet Bumi ini dan setiap saat akan hancur sendiri. Kitong tinggal tunggu waktu INDONESIA HANCUR SAJA. Dengan pemerintah yang bodoh dan wakil-wakil rakyat yang DUNGU yg saat ini menguasai Indonesia semakin menambah kepercayaan Om John ttg KEHANCURAN INDONESIA.

Untuk Neo-Marx, komentar anda mantap. Kalau mengenai belajar dari pengalaman INdonesia itu tra usah kitong ribut karena pengalaman BUSUK-bUSUKnya sudah diajarkan selama 40 tahun di Papua. Tinggal kitong buang saja toh? Tidak ada pengalaman Indonesia yg bisa ditiru. tetapi kalau yang utk dibuang ada ribuan jumlahnya.
Yohh Salam Ikan Julung buat semua.


namaMR.Kejora
tanggal09-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanadooooohhhh smilie smilie smilie smilie
Indonesia....Please don't pretend our people with your rubish information. jangan tipu orang2x kami(Papua) dgn infiormasi sampah yg tidak ada nilainya. Persoalan Papua sudah ada di tangan negara-negara raksasa dan tunggu saja waktu meledaknya.....jangan buat lagi pembohongan belaka seperti pada saat integrasi di tahun 63-69 yg semuanya tipu muslihat....masakan media cepos say today that IRJA KEMBALI KE RI.....BERARTI TOLONG SEBUTKAN MASUKNYA KAPAN DAN KELUARNYA KAPAN DAN MASUK LAGI........ smilie smilie smilie smilie smilie STOP LYING smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie


namaneo-marx
tanggal09-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanOm John, Kita tidak mau untuk membandingkan PAPUA dengan INDONESIA. Yang kita maksudkan adalah perlu teman² belajar dari pengalaman Indonesia. Apakah orang PAPUA sudah tidak mau belajar lagi dari pengalaman bangsa lain karena sudah merasa kuat dengan persatuan akibat penderitaan yang dialami selama ini? Bukankah itu terlalu naif Om? Tetapi itu juga pilihan, mau belajar atau tidak khan Om? Kita cuma mau kasih ingat, waspada terhadap musuh dari luar itu memang sangat perlu, tetapi kita ikuti terus perkembangan, ternyata di PAPUA sendiri banyak musuh dalam selimut. Itu yang kita bilang dengan belajarlah dari pengalaman bangsa lain. Tidak ada sesuatu yang absolut khan Om John? Tidak juga Indonesia, begitu pun rasa persatuan orang PAPUA asli tidak absolut, karena semua orang itu terus ada dalam proses menjadi dan terus menjadi, itulah yang biasa kita bilang human being. Jangan takut Om, Indonesia memang bukan sesuatu yang final. Indonesia juga masih terus dalam proses menjadi. Tetapi juga jangan terlalu percaya diri, kewaspadaan itu perlu.
Kita cuma mengingatkan.

Pada dasarnya semua orang ingin merdeka....

OK, Salam Perjuangan


namaFemofu777
tanggal09-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBro. Ottis Simopiaref.

Pertemuan kita bulan October 1995, di Den Haag, memang sudah lama jadi Bro. sudah pasti lupa...tra pa pa sudah.
Saya cuma mau sedikit flash back memory saja, waktu itu saya dan istri dan anak saya Elizabeth yang baru usia 5 tahun sedang dalam liburan sekaligus mengunjungi keluarga Kereway di Lan Van NOI Den Haag, dan keluarga Adrie Mofu-Kafiar dan beberapa keluarga yang lainnya. Kebetulan waktu itu diundang oleh Bapa Kaisepo (alm)di Delf, untuk ikuti acara KOBEOSER di Nijmegen. Pada saat itu kami sedang berada di rumah kel. Adrie dan bro.datang dengan mobil bersama istri dan anak lalu kami ikut mobil bro.

iyo...begitu sudah, sukseslah untuk anda dalam tugas dimanapun berada.

Tuhan memberkati.
smilie


namaPutra numbay
tanggal09-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHidup O T S U S..
Engkau membuat manusia semakin berterus terang.
Engkau mempertemukan anak anak Papua dari berbagai belahan bumi dalam satu pemabahasan.
engkau berhasil memicu perdebatan diantara anak anak manusia.
Hidup OTSUS.
Otsus, dewa yang memabukan.
Orang tuaku berkata, otsus itu binatang apakah?
Apakah ini sebuah ungkapan yang lugu dan polos ataukah sebuah hikmat dan pengertian yang mendalam. tiap kita pasti bisa menjawabnya.
Otsus,
Bukan persoalan siapa yang menikmati dan siapa yang dinikmati, tetapi otsus telah membuat sebuah sejarah baru dalam hidup manusia papua.
Lihatlah, dari kumpulan para intelektual,pejabat birokrat, sampai kepada masyrakat akar rumput otsus telah merasuki jiwa dan pikiran mereka.
Itulah mengapa perdebatan anak anak papua hanyalah tentang otsus.
Selamat datang otsus,
Engkaulah dewa yang berhasil membangkitkan manusia papua yang dulunya mati dengan kedagingan oleh para Zendeling, namun kini hidup untuk menuju kedagingan itu dalam konteks penjajahan dan pemusnahan harga diri, martabat, dan, melupakan kasih persaudaraan yang rukun, damai, bersatu, dan seiman.
semoga otsus menjadi nenek moyang baru bangsa Papua.


namaNona Padaido
tanggal09-11-05
pesanPujangga^Papua,
Makanya sebelum berbicara itu pikir dan lihat dulu pokok pembicaraan itu di mana, saya tdk tau dgn teman2 gb cepos yg lainnya tapi....saya pribadi tdk tau apa otsus itu sendiri.
dan untuk kata sayang itu.....bukan unutk org yg mo pacaran atau perem yg suka sama laki2 atau laki2 yg suka sama perem....lagi pula kata itu saya selalu pake untuk teman2 yg lain di gb ini koq...eh gaul dooong bagaimana kitong itu bisa bersatu seluruh masyarakt papua kalo kitong sendiri tdk saling menyayangi, jangan jadi GR doooong maaaas nyaaaaaantai azaaaaaaa
dan terkahir saya yakin semua anak papua itu mempunyai jiwa yg besar ingin dan selalu mau menolong org lain khususnya sesama kita sendiri dan itu adalah awal dari segala sesuatu dan hukum yg terbesar dan yg terutama dalam Alkitab; kasihilah sesama mu manusia setperti dirimu sendiri.
Ne....kalo sa juga dekat deng mama janda theys itu sa pasti kasih apa saja yg mama itu butuh kan.


namapujangga^papua
tanggal09-11-05
pesanTerima kasih buat balasannya,
nona paidado ( maaf, buat kesalahan ketik sebelumnya, yakni 'poidado ).

Pertama2, saya minta anda mencabut kata 'tersayang' untuk saya -- saya paling jarang menerima dan takut mengucapkan kata2 ini, sebab ia mengandung konsekwensi.

Kemudian, saya tak makan uang 'Otsus Kaskado' sampe poro bokar, tapi menerima hasil keringat orang tua, yang di dapat karena hasil keringat dan berkat Tuhan. Orang tua saya telah kerja dengan jujur selama 30 tahun. Ia adalah seorang yang jalan kaki ke kantor, ketika anak buahnya menggunakan mobil ke kantor.

Mengenai memberikan uang kepada Mama Janda Theys, akan saya lakukan, jika bertemu dengannya. Itu sudah pasti.

Saya pikir begitu dulu,
Salam Ikan Puri


namaNona Padaido
tanggal09-11-05
pesanSujoko,
org jawa dong itu tara tau kata insos, hanya org biak dong yg selalu panggil insos yg sa maksud......kalo anda berbicara dgn saya....lihat lagi nama saya di atas sana sayaaaang, atau mungkin ada org lain yg pake nama insos padaido saya tdk tau. tapi saya mau anda harus perjelas lagi oke ! ! ! !

Buat:
Pakomis dan Insos Papua,
lama tara ada suara dari kam dua.....kam dua kompak e e e e
baru muncul sama2
Salam sayang buat insos
and
salam kompak untuk pakomis


namaNona Padaido
tanggal09-11-05
pesanPujangga^Papua,
terasayang.... sudara ku yg terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
saya ini sorg anak papua yg tdk di besarkan dgn minuman keras, yg saya minum itu air..... yg sa pu mama timba dari sumur dan masak sampe mendidih di dingin kan terus kami sekeluarga minum. yg saya mencoba untuk jelaskan buat anda adalah.....saya ini tdk di beasarkan atau di biayai dgn dana otsus kaskado itu, kalo memang anda sendiri yg sudah makan dana otsus itu....saya sarankan diam2 saj,a tdk usah main tuduh org lain doooong dan kalo bisa bagilah dana otsus yg anda makan sampe poro bokar.... itu untuk Ibu theys, karna anda mengatakn bahwa ibu itu membutuh kan uang nah....anda org pertama yg harus memperhatin ibu tersebut karna anda berada di mana ibu itu berada anak macam apa anda itu.


namapujangga^papua
tanggal08-11-05
pesanSalam,
Berita Cepos pada, Selasa, 8 November 2005 membuat kita semua malu.

Minum bersama - mabuk - perkosa - masuk penjara. Ini adalah sebuah siklus. Dan siklus telah berputar di Papua dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini. Bhkan mungkin masih akan berputar pada tahun2 yang akan datang.

Jika dilihat secara lebih mendekat, maka penyebabnya adalah 'paradigma' - hal ini dibentuk oleh lingkungan - yakni sesuatu yang sangat terkait dengan unsur kejiwaaan/rohani. Paradigma mabuk ini sudah terbentuk sejak 30 tahun ini - sejak Indonesia masuk ke Papua ( jika membahas Hipotesis Alm. Markus Warid tentang asal muasal kebiasaan mabuk di Papua akan menarik lagi ).

Sebuah cara untuk memutuskan paradigma ini adalah menjalani Latihan Rohani yang di susun oleh ST Ignatius, Serikat Jesuit.

Saya melihat serikat ini telah ada di Papua,dan mendidik beberapa putra Papua di dalam tugas belajar.

Maka keinginan saya, jika dapat, mereka -- yang memiliki motto ' ... menolong jiwa - jiwa ... ' membagikan metode ini kepada para pemuda gereja ( dan Mesjid ) di Papua, sehingga dapat melakukan pelatihan mengubah paradigma ini, di dalam beberapa kegiatan rohani yang dilakukan.

Salam Ikan Puri


halaman 429 dari 552 << selanjutnya < 426 427 428 429 430 431 432 > terakhir >>