| tanggal | 11-04-07 |
| pesan | RALAT: [bukan berarti kita boleh M] menjadi [bukan berarti kita tidak boleh M]. |
| tanggal | 11-04-07 |
| pesan | Kanakameri yth, Betul sekali apa yang anda bilang bahwa dalam setiap hati nurani insan Papua sejati pasti selalu ada kerinduan untuk M. Saya pun demikian. Walaupun Kanakameri masih memberikan jawaban bijak, namun masih belum mengenai inti pembicaraan saya. Reaksi dari kedua teman, Putra Numbay dan Anak Mamta sangat jauh dari inti persoalan. Ada dua masalah inti yang saya kemukakan di sana. Pertama: Papua tidak akan merdeka selama masih ada permasalahan interen yang tidak tuntas. Kedua: M tidak akan menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Papua. Contoh, Indonesia sudah M 60 tahun tapi masih miskin. [bukan berarti kita boleh M] Bagaimana kita mau menghadapi musuh, jika di dalam rumah-tangga kita sendiri porak-poranda. Tolong baca sejarah perjuangan Papua, bahwa yang selalu kita baca, dengar dan lihat adalah adanya perselisihan, pengelompokan, pemisahan diri, permusuhan interen, perpecahan, saling hujat menghujat, saling fitnah memfitnah, saling bunuh-membunuh dan lain-lain dan lain-lain. [Persoalan ini terlepas dari hak kita sebagai orang Papua untuk M, bukan?] Mama-mama dorang di pasar, para petani dan nelayan miskin dorang tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka. Apakah kalian bisa mampu memberikan gambaran yang jelas atas persoalan-persoalan interen yang ada dan mampu mencari solusinya. Kalian tidak mampu menyelesaikan penderitaan rakyat yang dihadapi sekarang ini. Selamat berjuang |
| tanggal | 10-04-07 |
| Lokasi | |
| pesan | Pace Putra Numbay, mana ngana pe puisi dang !!! kita so lama nyanda baca ngana pe puisi noooo' |