| tanggal | 08-04-07 |
| Lokasi | |
| pesan | to. Persi Hendra;mebri kaka yg anda sampaikan itu benar tidak sala "cuman kaka ko juga mata merdeka baru! dasar terlalu banyak makan paha putih; |
| tanggal | 07-04-07 |
| pesan | Bagi para pejuang Papua M, saya mau bilang begini: jangan banyak omong-kosong. Papua tidak akan merdeka selama kamu orang baku tuduh satu sama lain. Mama2 yang jualan di bawah terik matahari, pace-pace yang menebang hutan untuk sekedar sayur-mayur dan petatas serta nelayan tradisional yang semakin tersisih karena laut semakin kosong tidak pernah memikirkan kemerdekaan yang kamu orang dengungkan setiap hari. Mereka hanya sibuk dengan sesuap nasi setiap hari ternyata mereka semakin tertekan dan tersisi. Anak2 mereka tidak bersekolah. HIV/AIDS semakin menggerogoti kehidupan mereka. Kemerdekaan yang kamu orang senandungkan itu tidak akan menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Jadi ...... lebih baik kamu orang diam sudah. Kamu orang tidak bisa merdeka karena kamu orang tidak sanggup menyelesaikan masalah-masalah interen yang kamu hadapi di dalam tubuh OPM itu. Dari dulu sampe sekarang OPM hanya begitu-begitu saja karena masalah interen yang tidak pernah dituntaskan. Mahasiswa Papua dorang juga sama saja. Di Jawa sana ada seratusan kelompok mahasiswa Papua yang tidak bekerjasama melainkan saling berantam. Kamu orang lebih baik pikir bagaimana bisa membantu para petani, nelayan dan mama2 dorang di pasar supaya bisa dapat sedikit untuk dorang punya anak2 bisa ke sekolah. Sekali lagi..... Kamu orang jangan omong kosong banyak. Jangan tipu masyarakat dengan kamu orang punya kata M bahwa kalau Papua M, pasti tidak ada orang miskin. Omong kosong semua itu. |
| tanggal | 06-04-07 |
| pesan | Sobat Oridek yth, Saya pernah baca di internet bahwa banyak orang Papua di Belanda yang sudah frustrasi karena dorang sendiri baku benci dan tidak berjuang baik-baik bagi Papua M. Mulai dari generasinya Markus Kaisiepo dan Nicolaas Jouwe sampai kepada generasinya Oridek Ap (dan pemuda sekarang), semua frustrasi karena tidak berhasil di dalam perjuangan mereka. Apakah Seth Rumkorem bakar bendera Indonesia karena dia juga frustrasi? Apakah kami masih boleh percaya kepada orang Papua di Belanda? Kaisiepo dan Jouwe baku benci dan tra lihat perjuangan dengan baik. Sekarang generasi muda di Belanda juga dorang baku benci satu sama lain sehingga dorang juga sama dengan Kaisiepo dan Jouwe. Waktu saya baca tulisan di internet itu, saya kaget sekali karena selama ini saya pikir pasti orang Papua di Belanda masih berjuang dengan baik. Tulisan itu ditulis oleh seorang mahasiswa Papua yang meneruskan kuliah dan tamat di Universitas Groningen dua tahun lalu. Saya tunggu komentar dari Oridek. Terimakasih |
| tanggal | 05-04-07 |
| pesan | TO: JoAn Bilang ke teman teman, kan tidak adil masa duit dari Papua (freeport) bisa di pakai bangun JALAN TOL PERTAMA JAGORAWI....sedangkan di papua mau bangun jalan tol saja belum tercapai sampe detik ini....makanya timbul kecemburuan... sorry tra pake kenal kenal...salam kenal sy Lara. ok TkCr L |