pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaMebri
tanggal12-04-07
pesanKanakameri yth,
Saya sangat setuju dengan sobat Kanakameri. Marilah kita mencari solusi untuk menuntaskan masalah-masalah interen di dalam tubuh perjuangan Papua M. Dari dalam penjara, Xanana Gusmao (presiden Timtim sekarang) berhasil mempersatukan para pejuang Timtim pada tahun 1997-98 melalui pemuda Timtim (terutama mahasiswanya). Mengapa para pemimpin Papua yang bebas di luar penjara tidak bisa atau tidak sanggup melakukan hal yang sama? Lantas, dimanakah para pemuda kita?

We shall overcome someday .......! Suatu kelak, kita akan bebas....., kata orang-orang Negro di Amerika Serikat.
Laporkan

namaKanakameri
tanggal12-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanBukankah kekayaan alam kita berlimpah ruah? Bukankah segalanya amat sangat lebih dari cukup untuk menjamin rakyat Papua yang dari dulu sampai sekarang jumlahnya "tetap masih satu juta" ? smilie smilie smilie
Jika kita masih selalu kekurangan dan dianggap miskin,lalu kemanakah hasil kekayaan tersebut di bawa??? Bukankah selalu demikian nasib bangsa yang dijajah? Jika anda masih merasakan hal-hal tersebut di atas,maka sudah sewajarnyalah anda harus sadar bahwa bangsa Papua masih terjajah,dan haruslah bebas terlepas dari belenggu penjajahan,dengan demikian mereka dapat menentukan nasib sendiri tanpa harus dikekang.
Yang jelas apapun dan bagaimanapun juga kita harus M.

Akhirnya salam untuk kam semua & GBU. smilie smilie smilie
Laporkan

namaKanakameri
tanggal12-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanKonflik selalu terjadi di mana-mana,bahkan dalam sejarah perjuangan bangsa-bangsa di dunia ini jarang akan anda temukan suatu sejarah yg berjalan mulus tanpa masalah interen. Pro dan kontra,perbedaan pendapat antar golongan,antar suku,antar fraksi,antar usia (muda vs tua) dan masih banyak lagi masalah-masalah yang menghambat.Namun percayalah bahwa dari sekian banyak permasalahan yg dihadapi,pasti ada jalan keluar yang akan ditemukan.Dan hal ini adalah normal. Jika tidak,mana mungkin anda menemukan sejumlah negara merdeka di permukaan bumi ini?
Janganlah hal-hal kecil ini membuat kita nejadi pesimis,kita ditantang untuk menjawab permasalahan tersebut. Betapa beratnya perjuangan kita namun kita harus tahu bahwa lebih berat lagi tugas kita setelah berada dalam alam kemerdekaan.Jika dalam masalah-masalah tersebut di atas kita sudah menyerah tempo-tempo,bagaimana mungkin kita akan melaksanakan tugas terberat yg sedang menunggu kita,pada alam kemerdekaan nanti? Inilah kesempatan bagi kita untuk berlatih mencari solusi terbaik guna menjawab sejumlah konflik yg sedang kita hadapi.
Ingat, bahwa kita sementara mengembara di dunia yg penuh dengan penderitaan. M bukan berarti kita otomatis berada di surga yg serba enak tanpa penderitaan sedikipun,tapi bagaimana memperoleh kembali hak kita untuk mengatur diri kita tanpa ada yg mengontrol dan menginjak-injak hak azasi kita.Keluhan tentang Papua yg tertinggal dalam segala hal,adalah sebuah contoh konkrit,masih terjajahnya kita?...
Laporkan

namaerrytha
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesansampai kapan papua harus tertinggal dalam segala hal...kenapa dan ada apa dgn pemerintahan papua....apa mungkin terlalu banyak jalan2 ke jakarta or..?orang2 papua mau selamanya jd anak asuh jakarta dan sekitarnya...apa2 sedikit pertemuan di jakarta...betapa menakutkan nya negeri kita(papua)kah?..ya sekali kali orang2 dari jakarta lg datang ke papua utk pertemuan..salah k?habiz papua pu gedung koslam jd pembangunan rumah pribadi yg di utamakan jd (kebutuhan individual lebih tinggi)......masa di jawa pembangunan dalam setahun beberapa gedung bertingkat sudah bisa di bangun..klo papua dalam lima tahun baru satu bangunan yg di bangun(itupun mungkin belum permanen)..sa sedih skl dgn ketertinggalannya sa pu tanah kelahiran papua..sebenarnya yg harus perbaiki apa e?thx
Laporkan

namaerrytha
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesansampai kapan papua harus tertinggal dalam segala hal...kenapa dan ada apa dgn pemerintahan papua....apa mungkin terlalu banyak jalan2 ke jakarta or..?orang2 papua mau selamanya jd anak asuh jakarta dan sekitarnya...apa2 sedikit pertemuan di jakarta...betapa menakutkan nya negeri kita(papua)kah?..ya sekali kali orang2 dari jakarta lg datang ke papua utk pertemuan..salah k?habiz papua pu gedung koslam jd pembangunan rumah pribadi yg di utamakan jd (kebutuhan individual lebih tinggi)......masa di jawa pembangunan dalam setahun beberapa gedung bertingkat sudah bisa di bangun..klo papua dalam lima tahun baru satu bangunan yg di bangun(itupun mungkin belum permanen)..sa sedih skl dgn ketertinggalannya sa pu tanah kelahiran papua..sebenarnya yg harus perbaiki apa e?thx
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanAda dua masalah inti yang saya kemukakan di sana. Pertama: Papua tidak akan merdeka selama masih ada permasalahan interen yang tidak tuntas. Kedua: M tidak akan menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Papua.

Kalau Merdeka adalah sesuatu yang hanya terjadi tanpa adanya internal problem yang belum tuntas itu memang betul. Tetapi merdeka seperti apa yang anda maksud dulu. Kita lihat saja antara Hatta dan Soekarno banyak sekali masalah masalah internal yang belum tuntas,. Mulai dari penentuan batas wilayah Indonesia sampai kepada system kepemimpinan, maupun ekonomi kerakyatan. Jauh bara dari api sebenarnya antara Hatta dan Soekarno, tetapi kita tahu bahwa mereka adalah pemimpin Indonesia merdeka yang pertama. Lalu kalau dua orang berbeda pendapat ini bisa memimpin suatu bangsa yang disebut Indonesia, apakah Papua tidak bisa. Dengan pengertian lain apakah didunia ini hanya Soekarno dan Hatta saja yang ditakdirkan untuk berbeda pendapat tetapi bisa menjadi satu kepemimpin yang mempeolopori kemerdekaan?
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanMemang betul bahwa M tidak bisa menyelesaikan masalah Ekonomi yang dihadapi rakyat. Kita lihat contoh East Timur. Bagaimana mereka hidup susah sekarang ini setelah lepas dari Indonesia. Tetapi satu hal yang perlu kita tahu bahwa, inti perjuangan kemerdekaan kita bukan masalah Ekonomi. Ekonomi hanyalah salah satu bagian kecil dari Merdeka itu. Intinya kita sedang berjuang untuk mendapatkan hak guna mengelolah tanah dan air kita sendiri demi mendatangkan kesejahteraan. Kalau sekarang ini ekonomi kita terganggu itu wajar saja. Coba dibayangkan dari 2 juta penduduk Papua berapa persen asli Papua? Dari persen yang tidak sampai 50 itu berapa banyak yang mendapatkan pendidikan yang layak? Mana mungkin orang bisa mengatur hidupnya
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesankalau dia tidak berpengetahuan. Dan masa sekarang bukan sperti dulu yang hanya tinggal mengambil dari alam. Tetapi orang Papua sudah diajar untuk bergantung pada beras, pengobatan medis diRS, dll yang semuanya membutuhkan pengetahuan baru untuk menyesuaikan. Sedangkan disisi lain hak untuk mendapatkan kesempatan untuk mempelajari hal hal yang baru itu dipasung secara sembunyi sembunyi lewat kebijakan pemerintah. Nah kalau kita sudah begini mau apalagi yah terpaksa kita bergantung saja kepada orang yang bisa memberikan Ekonomi dengan gaya mereka bukan gaya kita. Dan disinilah penjajahan manusia yang sejati. Manusia menjadi budak dari kebodohannya dan tidak mau merdeka sebagai siapa dia.
Laporkan

namaNanemaco
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanSobat, Mambri.. sa mo bilang begini...
MErdeka itu tidak sama dengan hidup enak.
Masalah dalam sebuah negara itu terjadi dimana-mana, dalam negara yang su beridiri ratusan tahun lalu seperi AS atau di negara yang dikatakan orang paling aman di dunia seperti Swis, masalah ekomoni, politik juga tetap ada.
Perseteruan itu selalu ada.
tapi saya tau bahwa perseteruan itu untuk semangat yang sama. yakni ingin MERDEKA! (kecuali yudas yang cari makan dan ambil keuntungan pribadi dari perjuangan itu sendiri)
Sekali lagi mencapai kemerdekan seperti sulap itu tidak ada! dari banyak perbedaan itu, yang patut dicari adalah solusi. itu saja!
Sudah tau banyak faksi, kini tinggal bagemana membuat satu barisan. di waktu lalu Presidium Dewan Papua hampir mampu mengakomodir semuanya, namun kandas, dan suanggi kerja lebih lihat, akhirnya keropos. model seperti PDP ini yang perlu dibuat lagi dengan pola yang lebih terkontrol. agar wadah atau perahu utama itu jalan, dan perahu-perahu kecil ikut disamping.
kalo ko putus asa.. silahkan! tapi saya... ini bagian dari jati diri saya, jadi sa akan tetap maju... karena semangat ini sudah diwariskan dari orang-orang sebelum saya lahir, su ada sejak Papua ada. saya tidak mungkin menyangkal diri dan frustasi karena melihat setumpuk perseteruan didepan saya. itu saja!
Merdeka!
Laporkan

namaMebri
tanggal11-04-07
pesanRALAT:
[bukan berarti kita boleh M] menjadi [bukan berarti kita tidak boleh M].
Laporkan

halaman 34 dari 543 << selanjutnya < 31 32 33 34 35 36 37 > terakhir >>