pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaMebri
tanggal13-04-07
pesanSoekarno- Hatta berada di jenjang yang berbeda dibanding para aktor Papua M. Indonesia itu merdeka karena situasi politik yang melanda dan merubah dunia pada tahun 1940an. Setelah Perang Dunia II, banyak negara terjajah ketika itu memperoleh kesempatan untuk bisa melepaskan diri dari penjajahnya. Jepang yang menduduki Indonesia ketika itu kalah perang. Belanda yang hendak kembali menjajah Indonesia (setelah kekalahan Jepang) sudah agak lemah (setelah pendudukan Jerman di beberapa negara di daratan Eropa Barat dan Tengah) ditambah dengan konflik internal parlemen Belanda (pro kontra Indonesia Merdeka). Belanda sendiri juga terpukul oleh krisis ekonomi yang melanda dunia akibat Perang Dunia Kedua (PD II). Akhirnya Indonesia merdeka juga ditengah-tengah perselisihan antara Soekarno-Hatta. Perselisihan Soekarno-Hatta disisihkan karena keduanya harus mempertahankan kemerdekaan yang sudah dicapai (lebih baik disebut sebagai kemerdekaan yang diterima akibat kekacauan dunia). Soekarno-Hatta juga didampingi oleh kelompok-kelompok (pressure groups) yang menekan Soekarno-Hatta untuk lebih mengutamakan persatuan demi mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 terutama kelompok pemuda yang pada waktu itu menyandra dan memaksa Soekarno-Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan.


namaMebri
tanggal13-04-07
pesanPapua berada di jenjang yang berbeda. Papua masih sangat jauh dan belum mendekati ambang pintu gerbang kemerdekaan. Pada jenjang ini perjuangan Papua dilanda oleh krisis kepemimpinan akibat perselisihan yang kronis. Gunung versus Pantai. Banyak kelompok mahasiswa di Jawa tidak saling mendukung karena yang satu berasal dari daerah pegunungan (pedalaman) dan lainnya adalah dari pesisir. Kelompok pemuda versus PDP dan Dewan Adat Papua. LSM yang satu tidak mau bekerjasama dengan LSM lainnya (contoh Elsham versus Kontras Papua versus LBH Papua versus Komnas HAM Papua).

Akibatnya, tujuan bersama bagi Papua yang bebas terabaikan dan rakyat Papua yang menjadi korban akibat segala situasi yang terjadi. SDM terganjal sementara SDA terkuras.


namaMebri
tanggal13-04-07
pesanAda situasi luar biasa yang hampir mirip dengan situasi tahun 1940an yaitu ketika Soeharto lengser dan diganti oleh Habibie yang mengijinkan delegasi Papua bertemu di dalam sebuah Dialog Nasional di istana negara. Sebagian dari tuntutan delegasi Papua dikabulkan, contoh para tahanan politik Papua dibebaskan. Situasi seperti itu berlanjut ketika Gusdur menggantikan Habibie. Mengapa waktu itu pemuda Papua tidak menyandera Theys Eluay dan Tom Beanal dan memaksa mereka dua untuk memproklamirkan kemerdekaan Papua? Bukanlah itu sebuah momentum yang tepat? Saya sendiri waktu itu ikut mendesak agar hal itu dilakukan, tapi semua teman-teman pejuang takut dan mengatakan bahwa akan terjadi pembantaian besar-besaran oleh TNI. Di manakah pemuda Papua waktu itu? Semua pada tidur? Tentu TNI akan membantai kita waktu itu, lantas kemudian harus diamkah kita? TNI sudah membantai kita dari dulu dan TNI akan tetap membantai kita selama RI masih menggenggam tanah Papua. Kita diam dia membantai, kita berteriak pun dia membantai. Jadi, sama saja bukan?

Kapan lagi Papua bisa mengalami momentum seperti itu? Tidak gampang momentum seperti itu muncul di dalam sejarah perjuangan demi kebebasan.


namaMebri
tanggal13-04-07
pesanSaya memang frustrasi tapi sama sekali tidak berputus asa. Frustrasi dan putus asa adalah dua situasi yang berbeda. Frustrasi itu merupakan perasaan yang mengandung kekecewaan, sedangkan putus asa sudah mengandung perasaan putus harapan. Jadi, saya tidak pesimis. Pasti akan ada situasi-situasi luar biasa yang timbul sehingga Papua akan lepas. Dulu kita tidak pernah memimpikan hancurnya negara raksasa seperti Uni-Sovyet. Tapi sejarah telah membuktikan bahwa Uni-Sovyet hancur, Kerajaan Romawi hancur dan Kerajaan Majapahit pun berkeping-keping. Indonesia masih menunggu waktunya, karena jika kesatuan dipaksakan dengan senjata maka kesatuan itu tidak akan tinggal abadi.


namaMebri
tanggal13-04-07
pesanKanakameri yth,
Saya sangat setuju dengan sobat Kanakameri. Marilah kita mencari solusi untuk menuntaskan masalah-masalah interen di dalam tubuh perjuangan Papua M. Dari dalam penjara, Xanana Gusmao (presiden Timtim sekarang) berhasil mempersatukan para pejuang Timtim pada tahun 1997-98 melalui pemuda Timtim (terutama mahasiswanya). Mengapa para pemimpin Papua yang bebas di luar penjara tidak bisa atau tidak sanggup melakukan hal yang sama? Lantas, dimanakah para pemuda kita?

We shall overcome someday .......! Suatu kelak, kita akan bebas....., kata orang-orang Negro di Amerika Serikat.


namaKanakameri
tanggal12-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanBukankah kekayaan alam kita berlimpah ruah? Bukankah segalanya amat sangat lebih dari cukup untuk menjamin rakyat Papua yang dari dulu sampai sekarang jumlahnya "tetap masih satu juta" ? smilie smilie smilie
Jika kita masih selalu kekurangan dan dianggap miskin,lalu kemanakah hasil kekayaan tersebut di bawa??? Bukankah selalu demikian nasib bangsa yang dijajah? Jika anda masih merasakan hal-hal tersebut di atas,maka sudah sewajarnyalah anda harus sadar bahwa bangsa Papua masih terjajah,dan haruslah bebas terlepas dari belenggu penjajahan,dengan demikian mereka dapat menentukan nasib sendiri tanpa harus dikekang.
Yang jelas apapun dan bagaimanapun juga kita harus M.

Akhirnya salam untuk kam semua & GBU. smilie smilie smilie


namaKanakameri
tanggal12-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanKonflik selalu terjadi di mana-mana,bahkan dalam sejarah perjuangan bangsa-bangsa di dunia ini jarang akan anda temukan suatu sejarah yg berjalan mulus tanpa masalah interen. Pro dan kontra,perbedaan pendapat antar golongan,antar suku,antar fraksi,antar usia (muda vs tua) dan masih banyak lagi masalah-masalah yang menghambat.Namun percayalah bahwa dari sekian banyak permasalahan yg dihadapi,pasti ada jalan keluar yang akan ditemukan.Dan hal ini adalah normal. Jika tidak,mana mungkin anda menemukan sejumlah negara merdeka di permukaan bumi ini?
Janganlah hal-hal kecil ini membuat kita nejadi pesimis,kita ditantang untuk menjawab permasalahan tersebut. Betapa beratnya perjuangan kita namun kita harus tahu bahwa lebih berat lagi tugas kita setelah berada dalam alam kemerdekaan.Jika dalam masalah-masalah tersebut di atas kita sudah menyerah tempo-tempo,bagaimana mungkin kita akan melaksanakan tugas terberat yg sedang menunggu kita,pada alam kemerdekaan nanti? Inilah kesempatan bagi kita untuk berlatih mencari solusi terbaik guna menjawab sejumlah konflik yg sedang kita hadapi.
Ingat, bahwa kita sementara mengembara di dunia yg penuh dengan penderitaan. M bukan berarti kita otomatis berada di surga yg serba enak tanpa penderitaan sedikipun,tapi bagaimana memperoleh kembali hak kita untuk mengatur diri kita tanpa ada yg mengontrol dan menginjak-injak hak azasi kita.Keluhan tentang Papua yg tertinggal dalam segala hal,adalah sebuah contoh konkrit,masih terjajahnya kita?...


namaerrytha
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesansampai kapan papua harus tertinggal dalam segala hal...kenapa dan ada apa dgn pemerintahan papua....apa mungkin terlalu banyak jalan2 ke jakarta or..?orang2 papua mau selamanya jd anak asuh jakarta dan sekitarnya...apa2 sedikit pertemuan di jakarta...betapa menakutkan nya negeri kita(papua)kah?..ya sekali kali orang2 dari jakarta lg datang ke papua utk pertemuan..salah k?habiz papua pu gedung koslam jd pembangunan rumah pribadi yg di utamakan jd (kebutuhan individual lebih tinggi)......masa di jawa pembangunan dalam setahun beberapa gedung bertingkat sudah bisa di bangun..klo papua dalam lima tahun baru satu bangunan yg di bangun(itupun mungkin belum permanen)..sa sedih skl dgn ketertinggalannya sa pu tanah kelahiran papua..sebenarnya yg harus perbaiki apa e?thx


namaerrytha
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesansampai kapan papua harus tertinggal dalam segala hal...kenapa dan ada apa dgn pemerintahan papua....apa mungkin terlalu banyak jalan2 ke jakarta or..?orang2 papua mau selamanya jd anak asuh jakarta dan sekitarnya...apa2 sedikit pertemuan di jakarta...betapa menakutkan nya negeri kita(papua)kah?..ya sekali kali orang2 dari jakarta lg datang ke papua utk pertemuan..salah k?habiz papua pu gedung koslam jd pembangunan rumah pribadi yg di utamakan jd (kebutuhan individual lebih tinggi)......masa di jawa pembangunan dalam setahun beberapa gedung bertingkat sudah bisa di bangun..klo papua dalam lima tahun baru satu bangunan yg di bangun(itupun mungkin belum permanen)..sa sedih skl dgn ketertinggalannya sa pu tanah kelahiran papua..sebenarnya yg harus perbaiki apa e?thx


namaPutra Numbay
tanggal11-04-07
Lokasiclick picture for more information
pesanAda dua masalah inti yang saya kemukakan di sana. Pertama: Papua tidak akan merdeka selama masih ada permasalahan interen yang tidak tuntas. Kedua: M tidak akan menyelesaikan masalah-masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Papua.

Kalau Merdeka adalah sesuatu yang hanya terjadi tanpa adanya internal problem yang belum tuntas itu memang betul. Tetapi merdeka seperti apa yang anda maksud dulu. Kita lihat saja antara Hatta dan Soekarno banyak sekali masalah masalah internal yang belum tuntas,. Mulai dari penentuan batas wilayah Indonesia sampai kepada system kepemimpinan, maupun ekonomi kerakyatan. Jauh bara dari api sebenarnya antara Hatta dan Soekarno, tetapi kita tahu bahwa mereka adalah pemimpin Indonesia merdeka yang pertama. Lalu kalau dua orang berbeda pendapat ini bisa memimpin suatu bangsa yang disebut Indonesia, apakah Papua tidak bisa. Dengan pengertian lain apakah didunia ini hanya Soekarno dan Hatta saja yang ditakdirkan untuk berbeda pendapat tetapi bisa menjadi satu kepemimpin yang mempeolopori kemerdekaan?


halaman 34 dari 552 << selanjutnya < 31 32 33 34 35 36 37 > terakhir >>