pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaWho Guys
tanggal27-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesanHi semua.

Anak remaja sekarang pergaulannya sangat mengkhawatirkan yang bisa dibilang minus.Ada satu kejadian yang baru-baru ini terjadi di suatu perumahan. Ada sekelompok anak yang umurnya masih dibawah 17 tahun. Yang mana terdiri dari Cowok masih SMA Dan satu lagi cewek yang baru kelas 2 SMP. Mereka sering nongkrong di suatu rumah yang mana rumah itu belum ditempati si pemilik. Mereka menempati rumah itu sebagai tempat kumpul kebo. Hampir setiap hari si cewek diajak oleh teman-temannya.Saya sendiri yang sering melihat mereka nongkrong setelah dari rumah itu. Mereka sering nongkrong di depan rumah saya.Si cewek masih berpakaian seraagam sekolah dan baru pulang sekitar jam 9 malam. Masyarakat di sekitar kompleks itu resah banget dengan kehadiran mereka. Apalagi yang cuma seorang cewek bersama-sama teman-teman cowoknya. Tentunya membuat masyarakat setempat menjadi curiga.Terutama Pak RT.Sebenarnya Pak RT sudah mau melaporkan kepada bapak yang punya anak terlibat kasus tersebut karena berhubung bapaknya keluar daerah niat untuk melaporkan tidak jadi. Baru setelah kemarin tepatnya tanggal 26 Feb 2007 jam 2 siang tempat kumpul kebo itu digrebek oleh aparat Brimob Kotaraja.Tidak ada yang memberitahukan kepada Brimob, kebetulan aja anggota Brimob itu yang kira-kira ada 4 orang dan diantara mereka ada anak yang punya rumah tersebut.Rencananya anak yang punya rumah tersebut mau mengecek keadaan didalam rumahnya karena sudah ada orang yang mau menempati rumah itu.


namaOttis Simopiaref
tanggal27-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesan.......lanjutan SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Janganlah membangun sesuatu yang baru jika yang lama tidak terurus. Di daerah pedalaman Papua sana, satu guru bisa mengajar 3 sampai 5 kelas. Di Biak, ada murid kelas V SD yang tidak bisa membaca (menurut hasil penelitian dosen Uncen, Drs. Festus Simbiak, MPd, 2001). Kasus dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang mencuat ke permukaan akhir bulan Januari 2007 lalu harus dituntaskan dulu sebelum melempar satu issue baru ke publik untuk diperdebatkan. Sehari setelah diluncurkannya rencana mendirikan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Cepos 26 Februari 2007 memberitakan komentarnya, Kepala P&P Provinsi Papua, James Modouw bahwa ”pemerintah Papua berencana membuka pendidikan wiraswasta”. Lalu muncul pertanyaan...., bagaimana dengan nasib SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang sudah tersebar di beberapa kota di provinsi Papua? SMK di Biak masih kekurangan guru dan transportasi ke lokasi SMK tersebut tak dapat dijangkau oleh siswa-siswanya. Kalau kita hanya sanggup membangun yang baru tapi tidak memperbaiki yang sudah ada berarti kita gagal di dalam hal - belajar dari pengalaman – dan berarti pula kita hanya berfoya-foya dengan dana, tenaga dan waktu. Ketika bangun dari tidur tadi pagi, muncullah pikiran kotor di benak saya, bahwa ”issue SBI dan Pendidikan Wiraswasta (PW) hanya ditiupkan untuk mengelabuhi perdebatan publik tentang Dana BOS.


namaOttis Simopiaref
tanggal27-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesan.......lanjutan SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Di Belanda, tidak ada sekolah bertaraf internasional, yang ada hanya sekolah-sekolah berkualitas baik. Kalau ada sekolah atau perguruan tinggi yang menonjol itu hanya dalam bidang-bidang tertentu saja atau salah satu siswa/mahasiswa menjuarai sebuah lomba ilmia di dalam satu bidang ilmu tertentu. Dan..., siswa-siswa yang lamban ditempatkan di kelas-kelas tertentu untuk diajarkan secara khusus tapi bukan berarti siswa terbaik kemudian ditempatkan di sebuah sekolah khusus yang bertaraf internasional.


namaOttis Simopiaref
tanggal27-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesan.......lanjutan SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Di manakah piramide terbalik itu? Kalau dunia pendidikan di Papua hanya dipusatkan di Jayapura yang adalah ibukota provinsi Papua, maka pak Bas pulang kampung tapi lupa memasukkan piramide terbaliknya kedalam kopor alias tertinggal di Jayapura. Pendidikan adalah kunci pengembangan ilmu-pengetahuan dan teknologi. Pendidikan fisik (Uncen, SBI, dll.) yang dipusatkan di Jayapura akan berdampak pada moral guru-guru dan dosen yang cenderung hidup di perkotaan tapi tidak mau berbakti di belakang Pegunungan Bintang sana. Hal ini juga akan semakin memicu derasnya arus tuntutan pemekaran provinsi yang akhirnya mengundang berbagai permasalahan baru. Untuk itu, ada baiknya jika Sekolah Bertaraf Internasional itu dibangun di salah satu kampung terpencil di daerah pedalaman Papua dan kita tinggal membangun sebuah high way (jalan raya) dari Jayapura ke kampung tersebut dengan menggunakan sebagian dari dana infrastruktur yang diprediksi akan mencapai 1,3 triliun rupiah pada tahun 2007 ini.


namaIyaiBo
tanggal27-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesanPace Numbay....
Thanks tuk inspirasinya.
Banyak bukti dengan program2 pendidikan yang begitu. Itu hanya akan membuang sumberdaya aja (ex, money). Bukti sekolah taruna di Jayapura yang dulu diagung2kan sekarang tidak ada nama. Saya kira kita benahi yang ada ini dulu. Periapkn dulu SDMnya. Mana guru putra2 daerah yang bisa berbahasa inggris yang sudah dihasilkan??. Berapa orang yang pemda sudah siapkan sekolah di luar negeri. So, jangan ngomong gede pace....
Program2 yang mentereng itu...nanti aja....Salam.


namaOttis Simopiaref
tanggal27-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesan.......lanjutan SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Untuk mengetahui situasi pendidikan di Papua maka haruslah dilakukan evaluasi komprehensif sehingga kita bisa mengetahui dengan pasti apa yang gagal dan apa yang berhasil. Dengan itu pula kita akan mengetahui sebab-sebab kegagalan sehingga kita dapat memperbaikinya sambil berinovasi (menciptakan yang baru).

Ringkasnya........, saya mendukung pembangunan berpiramide terbalik bahwa kita memulai pembangunan itu dari kampung dengan berpegang teguh pada prinsip bahwa kita harus melanjutkan sesuatu yang sudah ada sebelum memulai sesuatu yang baru. Janganlah menelantarkan sesuatu yang masih merayap dan menciptakan sesuatu yang baru, karena anda akan hanya mengejar fatamorgana alias semakin kita dekat semakin dia jauh. Kalau kita tidak bisa membalik piramidenya maka raksasa tidur akan hanya meratapi ketidakpastian masa depannya bagaikan balon tanpa tali di gurun pasir. Dan berarti ”SBI dan PW” itu hanya merupakan satelit tanpa navigasi.

Ottis Simopiaref


namaOm Satoe
tanggal27-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesanMenurut saya, tidak ada salahnya membangun sesuatu yang belum ada, jadi kalo sudah ada baru kita tahu bahwa sekolah itu orientasinya sampai dimana "apakah sampai di orang berduit dan amber yang banyak sekolah disana ? ataukah untuk semua anak papua dan gratis....?, jadi kalo mau bangun silahkan tapi tolong kalo mo dibangun yang meratalah kalo bisa di semua kabupaten yang sudah ada ditanah ini. kalo memang tra bisa juga yach sudah bangun zondackh scul saja pace..... smilie smilie


namaDemisa
tanggal26-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesanlama skali tidak isi GB ini....cuma bilang halo..untuk smua pengunjung GB ini saja....


woi....anak mamta....ko jang m'nyamar2....
sa akui kop kata2.... s'makin bijaksana saja.....

om cepos....suskes slalu......

untuk PERSIPURA......sukses juga......


namaPutra Numbay
tanggal26-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesanSekolah bertaraf International.
sebenarnya sebuah langkah maju dalam menatap masa depan Papua. Namun juga, pesimistis sekelompok orang tentang Sekolah ini hanyalah sebuah usaha yang tidak akan berhasil merupakan sebuah kenyataan yang harus diakui, dan hal itu bukan berarti yang meragukan tidak setuju akan pembangunan sekolah bertaraf international.Tetapi esensi pedidikan bagi putra putri Papua itu yang harus kita pahami. APA, MENGAPA,dan BAGAIMANA pendidikan itu bagi orang Papua adalah hal yang patut dipikirkan secara seksama sebelum semua itu dilakukan. Saya tidak mau berpanjang lebar tentang tiga hal yang saya sebutkan ini tetapi saya mau menyampaikan saja bahwa selama Pendidikan betaraf International itu masih diintervensi oleh pemerintah maka pendidikan itu akan menjadi sia sia dan tidak mempunyai otoritas sebagai lembaga yang disakralkan karena menghasilkan manusia berhikmat dan berpengetahuan. Dan kalau pendidikan itu sendiri tidak merdeka maka jangan harap alasan anda mendirikan sekolah itu akan tercapai. Namun hal ini bukan berarti saya berusaha untuk menciutkan usaha anda mendirikan sekolah itu.

God Bless Papua


namaPutra Koteka
tanggal26-02-07
Lokasiclick picture for more information
pesanMenanggapi Sekolah bertaraf Internasional di Papua ka ini....
menurut saya bagus untuk membangun sekolah ini asal jangan sekolah ini dibangun hanya untuk orang-orang yang mempunyai uang saja (orang kaya/anak pejabat), tapi kalau boleh setiap anak yang mau masuk harus diseleksi dengan sungguh2. Karena kita punya anak2 Papua sekarang sdh byk yang pintar2, sampai bisa dapat first steep to nobel prize di polandia. Ini merupakan suatu kebanggaan juga, jadi harus lebih dididik lebih baik lagi. Masih banyak orang berkekurangan yang mempunyai daya pikir lebih baik daripada orang yang berada, jadi jangan disia-siakan mereka.......
Terima Kasih..... Maju Terus Papua..... smilie


halaman 64 dari 552 << selanjutnya < 61 62 63 64 65 66 67 > terakhir >>