pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaGeorge
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanWei Nona Padaido, what the hell are you talking about?? smilie biasa saja... saya tidak tertarik dengan kebodohan kamu... udah tahu salah coba minta terima kasih!!! malah cari alasan dengan menuding saya..

Baca baik-baik sebelum komentar..

Buat bro Putra Numbay, jangan ikut marah karena ade di bilang begitu sama Nona Padaido..

Biasa too... orang kalo udah lupa Etika...
Kitong ana ana Lingkaran abe bilang SOPAN DONG CEWe!!! hahahahahaha....
Laporkan

namaPascal
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanCayooo.....Cepos........... smilie
Laporkan

namaPapuason
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanUntuk Nona Padaido...

Adooo.............Nona jang ko marah tong pu ade George...cukup kase nasehat saja. Ko maklum toh, itu ko pu ade jadi bisa bikin salah.

Akhirnya salam hangat untuk Nona Padaido dan Ade George.
Tuhan Yesus memberkati selalu.

Papuason
Laporkan

namaPapuason
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBERSAMBUNG...

2. Mentalitas adalah salah satu masalah yang menjadi problem utama, kenapa hampir semua program yang ditawarkan oleh pusat tidak ada hasil yang real? bagaimana meng-handle keuangan, keluarga? Ada pejabat yang kerjanya cari muka di pusat supaya kedudukannya aman, ada pejabat di Jayapura punya istri, tapi di Jakartapun tidur dengan wanita-2 pelacur dengan dalil...melepaskan ketegangan...!
Ada pejabat yang rumahnya besar-besar di Jakarta dan Bekasi yg harganya milyaran. Sedangkan masyrakat di Papua banyak yang untuk makan pagi saja susah, atau nasi kosong dengan teh manis. Siang tahan lapar, malam cuma keladi dan sayur kangkung atau daun petatas.

Mentalitas pejabat perlu dirobah kalau tidak, apapun program yang di jalankan tidak akan ada hasil karena akan stuck/mentok/tidak jalan.
Gantikan para pejabat yang tidak becus mentalnya, karena akan menjadi benalu yang memakan habis sendi kehidupan orang Papua.

Iyo...kam yang lain kasi tanggapan sudah, sa stop dulu lain waktu sambung lagi.

Salam untuk Om Jhon di Pasar Ikan Sanggeng, Putra Numbay, freelife, Pakomis, Nona Padaido...rindu pulau Mapia ka? pantai Paray?
ade George, dan semua....nya!

Papuason
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanNeh ade nona padaido eh.

Kaka baru tau nih,ade pu asli juga keluar, eh...
insos ko brangkat.
Tapi jangan ko tuding sa pu ade manis begitukah?
Soalnya kalo George de marah lagi, bisa bahaya tuh.Nanti de pu kaka ini tara bisa tenang oh.

Salam manis sudah untuk Ade nona deng ade George.

Tuhan Yesus Berkati kam dua dalam segala tugas dan kegiatan sehari hari.
Laporkan

namaPapuson
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSalam..
Terima kasih PAKOMIS untuk memberi kesempatan bisa ikut menanggapi pernyataan Gubernur Papua tentang OTSUS yang katanya adalah JAWABAN BAGI RAKYAT PAPUA.
Pernyataan tsb membuat saya tertawa sinis...dalam sikap pesimis. Beberapa hal mendasar yang saya lihat membuat makin pesimistis di karenakan:

1. OTSUS hanya proyek sekelompok orang untuk mendulang emas, memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompok. Tidak adanya Political Will dari para pejabat di Papua untuk masyarakat secara umum, karena yg dipikirkan OTSUS berarti uang mengalir deras ke saku pejabat bukan untuk kesejahteraan rakyat. Yang merasakan nikmatnya OTSUS adalah orang2 dekat para pejabat. Salah satu contoh, saya kenal seorang teman lama yang notabene adalah keluarga dekat gubernur Papua, hampir tiap hari kerjanya nongkrong(bhsnya org jawa) di kantor gubernur untuk minta dana. Hari ini kalau sdr. lewat Weref mau ke Hamadi, lihat sebelah kanan jalan dibawah gunung ada rumah tingkat dan besar itulah hasil OTSUS untuk keluarga.
Bahkan teman ini pernah approach saya waktu kita ketemu beberapa tahun yg lalu di Manokwari dalam sebuah konferensi, ada DR. Agus Sumule dengan presentasi OTSUSnya. Waktu itu, saya diundang untuk bicara soal Dampak Globalisasi, ia ingin buka rumah sakit, minta kerja sama dengan rumah sakit di luar negeri, ia minta tolong jadi mediator. Itulah OTSUS semakin biasa..hidup menumpang dikecurangan..sadarlah kau..cara hidupmu..yg hanya menelan korban yg lain..

Laporkan

namaNona Padaido
tanggal05-10-05
pesanGeorge,
saya berpikir...kenapa anda tdk memberikan komentar atau sanjungan anda dari awaluntuk pakomis waktu pakomis menulis tentang ucapan gubernur itu(yg dikarenakan saya bacanya terburu2), karna setahu saya batang hidung anda tdk ada di guest book waktu itu untuk sanjungan anda pd pakomis, setelah saya di tertawakan sama pakomis, baru... batang hidung anda nongol dan ikut2an mengatakan saya sama dgn molomologurita.
Kesimpulan saya anda adalah kambing congek itu kata kami org jawa, dan saya merasa org seperti anda gampangan.
Itu hanya pendapat saya, cuuup...cuuuup...cuuuup...cuuuup...caaaaaayaaaang caaayaaaaaang
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanDan hal ini bukan tidak mungkin tetapi sedang terjadi. dan kalo ini akan menjadi bagian dari kehidupan ditanah papua, maka otomatis tanah perjanjian akan menjadi tanah peperangan.
Sejarah orang papua dalam kerangka kehidupan di Indonesia, menurut R.Osborne, dimulai dari sidang BPUPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 untuk menentukan batas wilayah NKRI. Dalam sidang itu terjadi percakapan antara dua pemimpin besar sebagai berikut;
Soekarno : Batas wilayah Indonesia harus mencakup sampai kedataran bagian barat pulau yang disebut Papua.
Hatta : Mengurus Indonesia yang Austronesia saja kita sudah tidak sanggup, apalagi ditambah Papua. Biarkanlah mereka mengatur negaranya sendiri, lagipula mereka adalah bangsa melanesia.
Soekarno: Kita tidak memerlukan manusianya, tetapi yang kita perlukan adalah SDAnya.
Pendritaan adalah bagian dari pengerukan tanah papua. dan hal ini tidak disadari oleh para putra papua yang menjadi pejabat dan penjilat pantat Jakarta.

uuuuhp...
(Su terlalu banyak sekali komentar saya, nanti baru kita lanjutkan sudah eh.., pa kumis)
Laporkan

namaputra numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanDalam hal ini, Solosa dengan ungkapannya itu hanya mau menyenangkan pemerintah jakarta guna mengamankan posisinya dalam pemilihan berikut.
Tetapi sebagai putra/i yang memiliki tanah papua kita sudah tahu dengan benar apa dan bagaimana kebenaran sejarah integrasi Papua ke NKRI. dan karena itulah sampai hari ini orang papua meminta dngan rendah hati, kalo Indonesia merasa bahwa tidak ada yang keliru dan salah dengan sejarah papua,mari kita duduk dan dialog untuk melihat kebenaran itu. Gubernur jangan hanya melempar batu sembunyi tangan, kalo bisa fasilitasi dialog dan kita bicara dari hati ke hati untuk melihat sejau mana kebenaran sejarah Indonesia dibandingkan dengan sejarah integrasi versi orang Papua.
Solosa sebagai seorang putra Papua yang menjabat gubernur tanpa sadar dengan ungkapannya itu telah memuluskan rencana penempatan pasukan diPapua yang mana sudah bisa diprediksi bahwa akan ada pembunuhan lagi ditanah perjanjian yang kita cintai bersama.
Jadi kalo saya mau bilang. Banyak kali kita gila dengan jabatan akhirnya melupakan pengorbanan orang tua. lebih lagi kita melupakan kebenaran sejarah hanya karena sesuap nasi. Hal ini sangat membahayakan, hak kesulungan bisa berpindah tangan hanya karena ketamakan kita akan materi. Esau menjual haknya kepada Yakub demi sepiring kacang merah. Bisa jadi orang Papua telah menjual hak kesulungannya hanya karena Otsus dan MRP,
Bersambung..
Laporkan

namaputra numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanPa Kumis,
Sa pikir ungkapan pak gub itu hal yang wajar bagi seorang pejabat NKRI. Persoalan itu benar atau tidak itu bukan soal. Yang menjadi bagian penting untuk kita ketahui adalah dalam berpolitik tidak ada benar atau salah, yang ada hanyalah kepentingan. Kepentingan bisa menghalalkan segala macam cara,sekalipun itu harus mengorbankan kebenaran sejarah. Dan penipuan sejarah adalah bagian yang menjadi identitas Indonesia sejak berdiri hingga saat ini.Pemerintahan ganti pemerintahan banyak sudah sejarah bangsa Indonesia yang dimanipulasi hanya untuk kepentingan sesaat. Rasa menghormati hanya sebuah lip service yang diajarkan kepada anak SD tetapi menjadi sebuah tingkah laku yang menyenangkan dan membanggakan bagi pemegang kekuasaan negara diIndonesia. Suharto tidak menghargai Soekarno, tetapi dengan memanipulasi sejarah dan mengatakan bahwa Sokarno ikut bertanggungjawab atas peristiwa G30SPKI yang mana menurut kebenaran sejarah itu hanyalah penipuan Soeharto, Megawati tidak menghargai Gus Dur, Habibi di hina karna melepaskan Tim Tim hanya karna kebenaran sejarah yang mengakui bahwa Tim Tim bukan bagian dari bekas jajahan belanda untuk menjadi bagian Indonesia.
dan masih banyak lagi penyangkalan kepada kebenaran sejarah yang sengaja dibutakan oleh para pejabat. demikian hal itu telah menjadi bentuk dari satu kriteria untuk menjadi pejabat negara diIndonesia.
Bersambung.......
Laporkan

halaman 452 dari 543 << selanjutnya < 449 450 451 452 453 454 455 > terakhir >>