pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaPapuan Boy
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesan. Kedua, Yudoyono juga tidak bisa berkutik terhadap perilaku Militer di Indonesia terutama Angkatan Darat yang bertindak sesuka hati mereka karena Papua begitu penting bagi mereka apalagi saat ini. Kita lihat betapa cerdiknya tentara melindungi kepentingan pribadi dan kelompok dengan mengatasnamakan kepentingan nasional. Papua adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang dapat dijadikan sebagai “ladang” ekonomi, politik dan karier. Secara ekonomi, Papua begitu penting karena Negara hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan rutin ABRI. Maka, tentara harus menjadikan daerah itu tetap “rawan” sehingga bisa mengajukan proyek operasi militer dan proyek pengamanan lainnya. Tentara juga melakukan berbagai usaha baik yang legal maupun illegal seperti penyelundupan kayu, binatang terlarang, dukungan terhadap penjualan minuman keras dan obat terlarang serta pelacuran dan sebagainya. Kemudian dana pengamanan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua terutama Freeport dan British Petroleum. Suasana ini akan kembali menempatkan kekalahan diplomasi di dunia sebagaimana mereka alami tatkalah hadapi soal Timor Leste. Dimana waktu itu Kementerian Luar Negeri Indonesia hanya keliling dunia untuk membantah perilaku tentara Indonesia yang membantai masyarakat tidak berdosa. Jadi mereka sibuk kalau asap tapi tidak berusaha mematikan api yakni dengan menghukum tentara yang bantai rakyat.
Laporkan

namaPapuan Boy
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHal selanjutnya dari kisah pertemuan diatas, adalah fakta kakalahan diplomasi Indonesia karena kesalahan sendiri. Hal itu jelas dimana Presiden Yudoyono yang baik ini terkancing sekali lagi karena tidak mampu mengendalikan berbagai kepentingan didalam negeri yang memaksakan kehendaknya. Megawati bersama kelompok ultranasional yang gila akan kuasa dan harta membantai keputusan tertinggi bangsa itu melalui Sidang Umum MPR-RI mengenai otonomi khusus dengan mengeluarkan Kepres yang membatalkan Otonomi Khusus. Anehnya, tidak ada Partai Politik dan khususnya anggota DPR-RI yang meng-impeach mace Mega atas keputusan politiknya itu. Disini, sekali lagi Indonesia memperlihatkan akan kelakukannya memilih melindungi penjahat dan membiarkan hancurnya Negara dalam jangka panjang. Tindakan macam ini sekali lagi membuat semakin hilangnya kepercayaan dunia kecuali mereka yang mempunyai kepentingan dengan Negara berpenduduk Islam terbesar di dunia ini. Penjelasan Pemerintah bahwa otonomi akan dilaksanakan di ketiga Propinsi baru itu tentu saja tidak masuk akal bagi dunia yang mengikuti situasi Indonesia dengan akal sehat dan semakin memperlihatkan bahwa Indonesia adalah tidak lebih colonial bagi Papua. . Sebab yang dipikirkan colonial adalah bagaimana menghancurkan dan menguasai daerah itu bukan membangun dengan penuh tanggung jawab. Dengan kata lain, kebijaksanaan itu justru memperkuat perjuangan kemerdekaan kita
Bersambung....



Laporkan

namaPapuan boy
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSaya sengaja mengangkat kasus ini bukan untuk mempermalukan Presiden Indonesia yang saya hormati karena ia mulai memperlihatkan diri sebagai seorang Jendral yang demokratis dan mencoba membuka dialog dengan daerah-daerah bergolak seperti Acheh dan kemudian Papua. Dengan mengangkat kasus ini saya hendak memperlihatkan beberapa hal, pertama bahwa sebagai pihak yang berada dalam kebenaran yang memperjuangkan kebenaran itu bukan lagi orang Papua semata-mata, tetapi seluruh umat manusia yang cinta kebenaran. Disini tanpa lobby susah-susah, dua orang tokoh penegak Hak Asasi Manusia kenamaan didunia asal Amerika ini, menyuarakan kebenaran itu sendiri. Disini, soal Papua menjadi soal universal kemanusiaan karena bicara mengenai hak hidup dari sebuah bangsa bernama Papua. Dari sisi Iman kita lihat bagaimana Tuhan yang adalah empunya kebenaran itu menggerakkan orang-orang berkaliber dunia ini untuk bicara soal kita. Dan karena itu kita percaya bahwa kebenaran itu akan memerdekakan kita.

Bersambung....
Laporkan

namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesankita ikuti bahwa bukannya melaksanakan otonomi khusus malahan membagi Papua menjadi beberapa Propinsi. Dipihak lain ditengah segala daya upaya masyarakat menciptakan Papua Tanah Damai, Pemerintah terus menambah pasukan. Mendengar pertanyaan setajam itu, Presiden seakan kehilangan akal tidak tahu bagaimana menjawab. Jawabannya bahwa kebijaksanaannya adalah menerapkan Otonomi Khusus dan mengenai militer beliau mengatakan bahwa tidak ada penambahan pasukan yang terjadi adalah cuma rotasi biasa. Ia menambahkan bahwa masalah Papua berbeda dengan Acheh yakni bahwa di Papua bukan masalah keamanan (sebagaimana di Acheh) tetapi masalah (di Papua) politik. Sebagai orang yang terkenal pintar tentu saja ia tahu bahwa sebagian besar dari orang-orang yang ada didalam ruangan yang terbatas ini mengetahui bahwa mereka tahu yang sebenarnya, tapi sekali lagi Presiden seakan dihadapkan pada buah simalakama. Bila ia jawab secara jujur artinya ia menyalahkan Pemerintahan Megawati dan dirinya sendiri sedangkan bila tidak maka ketahuan bahwa ia membohongi public (paling kurang bagi mereka yang ada didalam ruangan itu). Ia kehilangan kata-kata sehingga Presiden sampai diingatkan oleh moderator seorang bekas Dubes Amerika untuk Indonesia bahwa Presiden belum menjawab soal militer di Papua.
Laporkan

namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesan. Apalagi sejumlah sumber yang dekat dengan pengambil keputusan menegaskan bahwa banyak politisi di Amerika yang tahu soal Papua berpikir mengenai cara terbaik selesaikan soal Papua tanpa merusak hubungan baik antara Indonesia dan Amerika.

Sekedar contoh dari kekuatan kebenaran dalam diplomasi di tingkat dunia saya hendak ceritakan satu pengalaman dari sebuah pertemuan yang saya ikuti baru-baru ini di kota New York. Saya mendapat undangan untuk ikut dalam pertemuan di Council and Foreign Relation/CFR dengan Presiden Yudoyono. Dalam pertemuan ini Presiden Yudoyono mempresentasikan dalam bahasa Inggris yang sempurna karya agungnya mengenai gencatan senjata dengan Gerakan Acheh Merdeka. Dan apapun perbedaan politik hasil itu memang merupakan suatu prestasinya sebagai seorang Jendral Indonesia yang cerdas dan lihai baik secara militer namun juga politik. Nah, soalnya muncul ketika sampai pada pertanyaan. Penanya pertama yakni seorang pejabat tinggi dari lembaga pemikir yang amat sangat berpengaruh di kota ini membuka dengan meminta penjelasan dari Presiden mengenai kebijaksanaannya di Papua belajar dari pengalaman Acheh tersebut. Karena, sambung si penanya,
Bersambung.....
Laporkan

namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHal ini mendorong mereka untuk semakin mencari tahu kebenaran mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di Papua dan secara tidak langsung mendidik para politisi akan kebenaran itu sendiri.

Sementara itu delegasi pelobby Bangsa Papua bergerak bermodalkan beberapa ratus dollar (hasil sumbangan) keliling melakukan kunjungan ke berbagai lembaga penting di Washington DC dan New York. Dalam perjalanan ini delegasi lobby Papua selain mengupdate situasi Papua agar dapat dijadikan sebagai bahan tatkalah menghadapi manipulasi “serangan” pelobby Indonesia tersebut. Apa hasilnya? Delegasi Papua kembali di yakinkan oleh berbagai pihak pengambil keputusan bahwa kita menang secara politik. Argumentasinya sederhana bahwa kita berada di pihak yang benar dan Indonesia sedang berusaha menipu dunia. Dalam konteks ini, sangat tepat kata-kata Benny Wenda didepan Congress Partai Nasional Wales, Inggris minggu lalu bahwa Indonesia takut pada kebenaran. Jadi, siapapun yang dikirim kesini termasuk orang Papua, kebenaran itu tidak akan perna bisa ditutupi sebagaimana diakui oleh mantan Presiden BJ Habibie tatkalah melantik sejumlah Duta Besar termasuk Barnabas Suebu, tahun 1999 di Jakarta. Dan saat ini kebenaran itu sudah diakui dimana-mana dan itulah yang membuat Indonesia semakin takut akan kehilangan Papua. Anehnya, penguasa nusantara tidak mengoreksi diri tetapi selalu menyalahkan pihak lain sebagai provokator.
Bersambung....
Laporkan

namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanTo om John dan teman teman sehati & seperjuangan.
penggalan cerita perkembangan UUHR6201 berikut ini kiranya menjadi motivasi untuk membangun semangat nasionalisme kita.

Menjelang massa sidang musim gugur hingga saat ini (awal October 2005) HR 2601 ini mendapat perhatian luar biasa di Amerika. Karena tidak kurang dari Presiden Yudoyono sendiri memimpin rombongan ke Amerika melakukan lobby secara besar-besaran menggerakkan segala daya upaya untuk membendung persoalan Papua menjadi Undang-Undang. Belum lagi jaringan pelobby dari Amerika sendiri yakni mulai dari Kedutaan Besarnya, beberapa anggota Parlemen yang masuk dalam Indonesia Caucus, Lembaga-Lembaga Pemikir dan persahabatan macam USINDO (US-Indonesia Society) yang beroperasi dengan uang yang antara lain berasal sumbangan perusahaan-perusaaan Amerika yang beroperasi macam Freeport dan British Petroleum. Tidak hanya itu, Indonesia juga membayar beberapa pelobby professional seperti Senator kenamaan Bob Dole dari Partai Republik yang kalah dalam pertarungan memperebutkan posisi Presiden beberapa tahun lalu. Semua lobby ini pada satu sisi memang bisa saja menggagalkan soal kita masuk dalam Undang-Undang Amerika. Tapi pada sisi lain justru mempromosikan persoalan kita di Amerika dan memperkuat kemenangan kita dari sisi politik saat ini secara hukum dikemudian hari. Karena dengan diturunkannya tim besar-besaran ini para politisi Amerika justru semakin sadar bahwa ada soal di Papua.
bersambung...
Laporkan

namaMolomolokais
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanUpppss..... Ternyata trada miskomunikasi. Rupanya Molomolokais pu kacamolo sebelah talapas jadi tralihat bae2 dan salah komentar. SORRRRRRRRYYYYYYYY.
smilie smilie smilie
Laporkan

namaMolomolokais
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHe-he-he. Miskomunikasi lagi kah????? Kayanya tra nyambung dua message dari Nona Padaido yang bertolak belakang.
smilie smilie smilie smilie smilie smilie
Laporkan

namaNona Padaido
tanggal07-10-05
pesanGorge,
Enak aja bilang gue bodoh, biarpun gue ngga ada di amrik bukan berarti gue juga bodoh kayak anda, nyuwun sewu yeeeee maaaaaassss kaskado
Laporkan

halaman 450 dari 543 << selanjutnya < 447 448 449 450 451 452 453 > terakhir >>