| pesan | . Kedua, Yudoyono juga tidak bisa berkutik terhadap perilaku Militer di Indonesia terutama Angkatan Darat yang bertindak sesuka hati mereka karena Papua begitu penting bagi mereka apalagi saat ini. Kita lihat betapa cerdiknya tentara melindungi kepentingan pribadi dan kelompok dengan mengatasnamakan kepentingan nasional. Papua adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang dapat dijadikan sebagai “ladang” ekonomi, politik dan karier. Secara ekonomi, Papua begitu penting karena Negara hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan rutin ABRI. Maka, tentara harus menjadikan daerah itu tetap “rawan” sehingga bisa mengajukan proyek operasi militer dan proyek pengamanan lainnya. Tentara juga melakukan berbagai usaha baik yang legal maupun illegal seperti penyelundupan kayu, binatang terlarang, dukungan terhadap penjualan minuman keras dan obat terlarang serta pelacuran dan sebagainya. Kemudian dana pengamanan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Papua terutama Freeport dan British Petroleum. Suasana ini akan kembali menempatkan kekalahan diplomasi di dunia sebagaimana mereka alami tatkalah hadapi soal Timor Leste. Dimana waktu itu Kementerian Luar Negeri Indonesia hanya keliling dunia untuk membantah perilaku tentara Indonesia yang membantai masyarakat tidak berdosa. Jadi mereka sibuk kalau asap tapi tidak berusaha mematikan api yakni dengan menghukum tentara yang bantai rakyat. |