| pesan | sambungan... ..Kita bisa lihat contoh saudara Edu Ifakdalam, meskipun dia bukan orang Papua kalau tidak salah, dia memiliki kemampuan dan komitmen yang tulus untuk mengharumkan nama Papua. Sudah banyak tawaran dari luar, tapi karena ada komitmen, maka semua itu ditolak. Contoh lain adalah Negara Amrik sendiri. Selama saya disini, saya mengamati bahwa strategi yang dipakai Amerika adalah Quality Oriented Maksudnya siapa saja yang memiliki kemampuan, akan di dicari, dipakai dan dihargai disini. Disini setauh saya, tidak melihat asal usul tapi quality. Makanya tidak mengherankan karyawan Microsof sebagian besar adalah orang India. Professor2 Islam ternama yang dikejar2 di negaranya karena menentang pemerintah, menghirup udara segar di sini dengan diberikan kesempatan mengajar di Universitas2 ternama di Amrik seperti Harvard dll. Akhir kata, stop sudah main sukuisme semu, pilih orang yang benar2 mampu dan punya komitmen, regardless of Tribes, Blood, untuk membangun Papua. Kata Pace satu di Lingkaran Abe sambil makan pinang malam hari, Think Globally, Act Locally. Itu yang betul.
Sorry kalau sa banyak omong kosong.
Salam,
|