pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaGeorge
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanto bro lifeeasy,

Saya memang lupa mace yang di restaurant cina tapi mace yang di Pennhills high school itu boo.. masih di benak ini hehehehe...

Intinya, pace-pace yang memimpin ini ada sebagian yang benar tapi ada sebagian juga yang tra benarr... sekarang ini kitong pu tugas untuk mencatat dan merangkum semua kejanggalan yang ada supaya tong yang masih sekolah ini bisa belajar dari pengalaman seperti kata Salomon, Didunia ini tidak ada sesuatu yang baru; semua itu adalah sejarah yang berulang.... jadi saya pikir torang harus belajar dari pengalaman yang ada sebab pengalaman ini akan berulang...

Oleh karena justru sebab itu.... kitong harus bisa jadi menjadi pemeran dalam panggung zaman ini, jgnlah kita hendak menjadi pendengar saja ... begitu dolo... buat bro yang Indiana (easylife), ingat ingat simpan uang baik karna rencana NATAL di MICHIGAN... OKE!!!

Salam ANU PROSS!

Laporkan

namaLifeeasy
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHi Bro George,
Sa kira ko su lupa sama mace China yang kasih tong dua makan di China Restaurant Indiana. heeee

Memang bangun Papua itu tidak mudah apalagi menurut saya tong pu bos bos besar di Papua telah telah masuk dalam sistem Power oriented dan Money Oriented. Tidak ada komimtmet yang tulus untuk memajukan masyarakat Papua. Satu contoh saja, mungkin teman2 ada yang kenal Laurens Sullivan, yang diperbantukan oleh British Council di UNCEN untuk membantu penyusunan perdata dan perdasus di Papua. Dia pernah bilang sama saya bahwa de heran bos2 di DOK 2, susun perdata dan perdasus saja harus tunggu dana dulu. bagi dia bukan dana yang dibutuhkan untuk susun barang itu tapi pikiran. Uang tidak menghasilkan perdata dan perdasus tapi pikiran.
Yang kedua, kalau Gubernur de pintar sebenarnya tingkat pendidikan di Papua itu sudah sangat baik, malahan lebih baik lagi dari provinsi2 lain. Dana Otsus yang begitu besar, ada Freeport dan BP, masa di UNCEN sebagian besar Dosen2 masih bergelar S2. Kasih sekolah orang2, bangun pusat2 penelitian dan komputer, kasih dana buat dosen2 untuk penelitian. Dengan begitu SDM akan terus berkembang sehingga anak2 Papua tidak perlu lagi sekolah di jawa. Sa pernah urus ijasah di UNCEN satu bulan lebih baru sa pu ijasah keluar. Dan itu harus sa kasih uang lagi baru bisa keluar cepat kalau tidak, mamayo mungkin dua tiga bulan baru barang itu keluar.
Itu dulu dan maaf kalau sa banyak omong kosong.

Salam pace komen
Laporkan

namaGeorge
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanto bro lifeeasy:

Pendapat bro itu memang benar seperti apa yang kita su sharing bersama-sama di Chinese Buffet itu...

Pribadi, Saya menginginkan Papua itu aman dan kita bisa hidup sejahtera dengan sedikit persoalan atau masalah.

Siapa saja yang mempunyai hati dan komitment untuk Papua, orang dong disini bilang mari kita HIRE dia....

Terakhir... Segala kemajuan, keberhasilan, kesuksesan membutuhkan waktu dan kerja keras. Tidak ada hal yang instant saja, kalo pun ada mungkin hasil karya Steven Spielberg di Hollywood sana... smilie

Saya bisa simpulkan yakni, Biarlah kita masing-masing dengan bagian-bagian apa yang harus kita kerjakan dan selesaikan Maksudnya yang sekolah, sekolah yang baik, yang PNS, bekerjalah dengan baik, yang jadi Bapak Rumah Tangga, jadilah seorang bapak yang baik...

Laporkan

namashevasyer
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSalam kenal untuk orang papua bukan orang irjabar.
hormati dan hargai orang yang punya cita-cita tinggi untuk bangun Papua, dan berantas orang-orang yang ingin bangun irjabar smilie
Laporkan

namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSobat Lifeeasy.
Semua pernyataan sobat seluruhnya benar dan Om John angkat topi buat kebenaran yang telah sobat sampaikan. Om hanya mo tambah sedikit saja: bahwa semua yang sobat ungkapkan hanya dapat terwujud dalam sebuah PAPUA YANG MERDEKA. Jadi mari kitong semua pegang teguh pikiran2 bersih seperti yang sobat Lifeeasy sudah sampaikan. Didalam PAPUA MERDEKA tarada perbedaan etnis amberkah, kominkah, gunungkah, pantaikah, cinakah, makatekah, torajakah yang terpenting adalah semua yang mengaku PAPUA sebagai negara tanah tumpah darahnya akan diakui hak-haknya dan diperlakukan sama dengan sesama warga Papua yang lain. Singkatnya kitorang orang Papua sudah belajar cukup dari pengalaman kitorang diasuh dan dibina oleh pemerintah NKRI. Nah gambaran yang sobat ungkapkan adalah cerminan kepemimpinan dan budaya NKRI dan itu tidak akan diterapkan didalam sebuah PAPUA MERDEKA yang bermartabat.
SALAM KEMERDEKAAN PAPUA dan SALAM IKAN JULUNG BUAT SEMUA smilie smilie smilie
Laporkan

namalifeeasy
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesansambungan...
..Kita bisa lihat contoh saudara Edu Ifakdalam, meskipun dia bukan orang Papua kalau tidak salah, dia memiliki kemampuan dan komitmen yang tulus untuk mengharumkan nama Papua. Sudah banyak tawaran dari luar, tapi karena ada komitmen, maka semua itu ditolak. Contoh lain adalah Negara Amrik sendiri. Selama saya disini, saya mengamati bahwa strategi yang dipakai Amerika adalah Quality Oriented Maksudnya siapa saja yang memiliki kemampuan, akan di dicari, dipakai dan dihargai disini. Disini setauh saya, tidak melihat asal usul tapi quality. Makanya tidak mengherankan karyawan Microsof sebagian besar adalah orang India. Professor2 Islam ternama yang dikejar2 di negaranya karena menentang pemerintah, menghirup udara segar di sini dengan diberikan kesempatan mengajar di Universitas2 ternama di Amrik seperti Harvard dll. Akhir kata, stop sudah main sukuisme semu, pilih orang yang benar2 mampu dan punya komitmen, regardless of Tribes, Blood, untuk membangun Papua. Kata Pace satu di Lingkaran Abe sambil makan pinang malam hari, Think Globally, Act Locally. Itu yang betul.

Sorry kalau sa banyak omong kosong.

Salam,

Laporkan

namalifeeasy
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanKelihatan cepos agak rame dengan masalah sukuisme di Papua.untuk itu Perkenankanlah saya berkomentar sedikit.Saya secara pribadi tidak setuju dengan istilah bahwa Orang Papua harus menjadi tuan tanah di negeri sendiri bila direduksi menjadi hanya orang Papua yang harus menjadi pemimpin disetiap pos pos penting di Papua. Atau lebih parah lagi Orang Sentani, Depapre atau yang suku yang lain di Jayapura harus berkuasa di jayapura dan orang Sorong harus berkuasa di sorong. Konsep yang tepat bagi saya adalah quality and Commitment. Ini berarti bahwa siapa saja yang memiliki kemampuan dan komitment luhur untuk membangun Papua, entah itu dari suku mana saja harus di perkenankan untuk memimpin Papua. Kita pasti semua setuju bahwa tanah Papua harus maju, berkembang lebih baik, maka kemajuan itu tidak terletak pada suku, golongan dan darah, tapi pada kemampuan dan komitment yang tulus untuk membangun tanah ini. Adalah lebih adil dan bijaksana bila ada orang dari luar Papua yang dengan tulus hati mau membangun Papua dengan kempampuanya dari pada orang Papua sendiri yang tidak memiliki kemampuan dan komitmen yang tulus untuk membangun tanahnya sendiri. Terus persoalannya, dari mana kita tahu orang itu mempuanyai kemampuan dan komitment. Mungkin jawaban sederhana adalah melihat kinerja orang itu selama di Papua. Sudah berapa lama dia mengabdi di Papua dan hasil nyata apa yang dia telah berikan untuk Papua. Kita bisa lihat contoh saudara Edu Ifakdalam, meskipun dia bukan orang Papua
Laporkan

namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal03-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanKasihan Bali. Om John kirim salam duka buat saudara/i Om John yg berduka di Bali.

Sekalipun Pemerintah berkoar2 akan menangkap dan menghukum pelakunya seberat2nya tetapi kitorang semua so tahu prestasi pemerintah dan aparat keamanannya yang tra pernah berprestasi dalam menangani kasus bom2 dan teroris di negara ini. Dong so biasa bom gereja dan tembak mati kelompok minoritas di negara ini jadi tra heran. Om John melihat ada banyak keganjilan dalam pernyataan para pemimpin bangsa ini. Kalau hanya membereskan beberapa kasus bom di negara ini saja tra becus bagaimana mo urus keamanan rakyat sebanyak hampir 300 juta di negeri ini. Kaseh bubar sudah negeri ini biar masing2 cari jalan sendiri sudah.
Sekarang dorang sedang pasang 2 bom waktu yang siap meledak setiap saat. Satu Bom bernama OTSUS dan satu bernama MRP. Bom OTSUS sudah dijinakkan dan dipulangkan kembali ke Jakarta oleh kitong punya Bapa2 DAP dorang. Tetapi Bom MRP ini yang sekarang sedang diaktifkan malah sampe mendatangkan para pakar Bom dari Jakarta untuk memantau langsung proses perakitannya. Om pesan mari kitong bersatu semua sambil perhatikan para perakit bom MRP ini bertingkah dengan dong pu gaya2 bualan yg bikin malu dong punya diri sendiri.
KITORANG PASTI MERDEKA!!!! MRP hanya menunggu waktu untuk dibubarkan dan dikembalikan ke si pemberi Kado Natal itu.
Laporkan

namafreelife
tanggal02-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanCatatan :

mohon maaf kalo sa tulis ketua MPR pu nama salah, sa juga tra terlalu hafal, tra begitu penting untuk dihapal, smilie
Laporkan

namafreelife
tanggal02-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanmenonton berita hari ini di TV, ketua MPR Nurwachid mengatakan mungkin saja pelaku teror bom bali adalah Komunis..saya terpana...

sekali lagi kita melihat tindakan lucu dari para tokoh negara ini. Di satu sisi pemerintah sangat berhati hati mengeluarkan statemen, di sisi lain , mereka malah mencoba mengkait kaitkan dengan kelompok kelompok tertentu, sungguh sebuah tindakan kekanak kanakan dan menunjukkan kebodohan mereka. ( saya menjadi maklum ketika mengetahui wahyuddin nurwachid itu dari mana )

itulah Indonesia, dipenuhi dengan kebodohan dan ketololan. semua kemungkinan bisa terjadi, yang jelas siapapun pelakunya itu adalah tindakan terorisme. Tindakan biadab yang dilakukan oleh orang orang biadab yang tidak mempunyai agama, atau mempelajari agama secara bodoh dan salah.
Laporkan

halaman 455 dari 543 << selanjutnya < 452 453 454 455 456 457 458 > terakhir >>