| tanggal | 30-10-05 |
| Lokasi | |
| pesan | HAK BERSUARA PADA REFERENDUM DI PAPUA Lebih baik kita menggunakan istilah bahasa Inggrisnya saja yaitu Referendum berdasarkan Act of Free Choice maksudnya Penyampaian Suara Secara Bebas tapi bukan Pepera. [Pepera adalah semacam referendum ala Indonesia yang dilakukan di moncong senjata-api dan di bawah sepatu lars TNI]. Yang berhak untuk memberikan suara pada referendum di Papua nanti adalah hanya orang pribumi Papua. Tapi, tentu penduduk non-pribumi pada akhirnya boleh bebas memilih untuk mau tetap berdomisili di Papua atau pulang kembali ke Indonesia. Terserah. Referendum di Timor Timor ketika itu, penduduk non-pribumi tidak diberikan hak bersuara oleh PBB. Selamat berjuang, Sujoko [email protected] |
pesan pribadi menamba 30-10-05 |
pesan pribadi menamba 30-10-05 |
| tanggal | 30-10-05 |
| pesan | salam jumpa, Saya melihat kalau yang duduk di MRP ini sepertinya kepala suku2 dan orang tua2 adat yang nantinya tidak siap menjalakan misi MRP(orang Papua); dengan kata lain ini bisa saja seperti PEPERA yang dilakukan dengan memilih kepala suku yang tidak tahu apa yang mereka lakukan sehingga membuat papua menjadi begini. Bagi yang berhati, hendaklah berpikir dengan baik.. |
| tanggal | 29-10-05 |
| Lokasi | |
| pesan | Don't worry Neo-Marx. We Papuans are fine so mind your own business. He-he-he. ![]() |
| tanggal | 29-10-05 |
| pesan | RALAT : pada alinea ke tiga tulisan saya, di situ saya tulis jadi kalau sekarang kita bilang Papua sudah siap atau belum....maksud saya adalah : jadi sekarang kalau kita mempertanyakan kesiapan Papua..... terima kasih untuk membaca ralat ini, karena tanpa ralat ini bisa mengaburkan makna tulisan saya. salam pembebasan |