pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaPencium Bau
tanggal01-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBeliau di pelihara Intel-2x RI saat itu hingga kini. Ini cerita nyata karena saya adalah bagian dari anak keluarga miskin yang juga bersekolah di luar tanah papua saat itu...bersam-sama beliau...sayangnya kami berbeda daerah...Demianus Di SULSEL and saya di Pulau JAWA.Dia Demianus adalah Eurico Gutteres asal Papua...sayangnya Eurico.G yg asli tidak mendapatkan apa2x dari RI tetapi Eurico Papua have got nicely position of RI goverment(sekarang Ketua DPRD IRJA Barat).
Jika ada yang mau comment ttg cerita saya silakan...saya siap menghadapinya...asalkan yg benar....karena saya adalah ex_student perantau asal papua yang tahu persis siapa Eurico guteres asal papua. smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie

Regards
PB_Idol


namaPencium bangkai
tanggal01-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSebagai pencium bangkai asal tanah Papua ijinkan saya menyampaikan hal-hal yang sangat berbau busuk yang pernah saya smelt it.....especially ttg sdr Demianus Idjie ketua DPRD IRJA Barat.
Semasa saya berada di jawa dan bersekolah disana saya telah mendengar ttg orang tersebut(Demianus.I) yang mana tidak menyelesaikan studinya di Ujung pandang dan melarikan diri ke Jakarta pada saat Almahrum Theys.H.sedang gencar-gencar menyerukan kepada dunia ttg kemerdekaan Bangsa WP...Beliau Demianus mondar-mandir di Jakarta bukanya memikirkan sekolahnya malah berjuang sebagai pemimpin masa depan papua di tangan RI.
smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie












namamolomologurita
tanggal01-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanbuat bro Putra Numbay, si akut papua hanya memaksa kita untuk keluar dari pikiran kita yang sebenarnya...

yang saya bisa rasakan yakni papua merdeka itu seperti bom waktu, tinggal waktu yang memainkan perannya...



namaPutra Numbay
tanggal01-11-05
Lokasiclick picture for more information
pesanpertanyaan untuk saudaraku Akut papua.
1. Apakah nepotisme itu?
2. Apakah sejumlah pejabat dari ayamaru yang mendominasi jabatan diGubernuran dalam kepemimpinan Solosa bukan bagian dari nepotisme?
3.Apakah korupsi itu?
4.Apakah Peneyelewengan dana rakyat lewat proyek proyek Otsus itu bukan korupsi? dan ini terjadi dibawah pimpinan salosa.
5. Coba anda bandingkan masa Barnabas Suebu, berapa orang sentani, atau katakanlah Jayapura yang menjabat digubernuran pada waktu itu.

Dan ingat..Barnabas Suebu pernah membuat kebijakan untuk menghentikan penguasaan orang pendatang terhadap hak hak rakyat Papua yaitu dengan menghentikan program transmigrasi.
Jadi kesimpulan saya bahwa pasangan asli orang papuapun bukan jaminan, kecuali kalau hatinya dan pandangan hidupnya betul betul papuanis.


namaNona Padaido
tanggal31-10-05
pesanAkut_Papua,
saya hanya ingin bertanya... apa maksudnya anda mengutip semua kata2 dari Otis Simopiaref ?... untuk memperjelas kata2 itu untuk yg lainnya atau apa niiii
Karna sepengetahuan saya Otis simopiaref dan teman2nya lari ke belanda karna masalah OPM itu, tapi....setelah mereka di sana dan mendapat suaka atau kebebasan kaaaa itu untuk dpt pulang balik belanda-indo.
Dan saya tdk melihat hasil dari perjuangan mereka, mungkin Akut_Papua ko bisa jelaskan sedikit buat saya, karna saya ini org kampung jadi sa tara mengerti tentang politik dan hasil2 yg sudah di perjuangkan,
Terimaksih dan Tuhan Memberkati


namafreelife
tanggal31-10-05
pesansmilie
KOMENTAR TTG REKTOR UNCEN (LANJUTAN)

jaman dulu kalau ada anak yang mau pergi ke jayapura kuliah di Unce, satu kampung bikin ibadah, semua antar ke pelabuhan, bapa, mama, tanta, om, tete, nene sampe family family...doag anta sambil menangis karena sedih dan bahagia.....(padahal cuma dari Biak ke Jayapura..maaf cuma contoh)

dulu...nama UNCEN begitu luar biasa disegani sampe di kampung kampung......sampai sampai kalau ada seorag gadis yang kuliah di UNCEN, sudah pasti mas kawinnya akan berbeda dengan gadis yg lain.....

itu semua dulu....kawan kawan di UNCEN...kebanggaan itu masih adakah ? tunjukan pada kami kalo mahasiswa UNCEN masih top, mahasiswa UNCEN masih mampu melawan arogansi kekuasaan, masih mampu membela rakyat yg terintimidasi

salam pembebasan buat kawan kawan mahasiswa uncen.....buktikan kalian layak dipuja rakyat Papua ..atau itu cuma jaman dulu ?

salam pembebasan


namafreelife
tanggal31-10-05
pesansmilie KOMENTAR TTG REKTOR UNCEN

saya tidak mengikuti secara baik persoalan rektor uncen, sehingga saya tidak bisa memberikan pendapat pribadi....

secara umum..perguruan tinggi adalah pilar terdepan dalam memperjuangkan perbaikan sistem dan keberpihakan kepada rakyat, karena di perguruan tinggi ada dosen,dekan,rektor, mahasiswa, yang dianggap oleh rakyat sebagai orang orang yang sangat paham akan ilmu pengetahuan, sebuah tempat dimana idealisme ditanamkan. sehingga menurut saya, kalau rektor uncen mengekang kebebasan mahasiswa(kalau benar) adalah merupakan sebuah kemunduran yg luar biasa, itu melukai hati rakyat Papua karna rakyat punya harapan sama mahasiswa, sekaligus menciderai lembaga UNCEN sendiri.

Harapan kami justeru dari UNCEN atau perguruan tinggi apapun di Papua itulah selalu lahir pejuang pejuang tangguh, terdidik dan berani melawan kebijakan pemerintah yg dianggap tidak berpihak kepada rakyat, kawan kawan mahasiswa uncen, mana kalian punya senat atau BEM atau apa, kam bisu kah ?(mungkin saya tidak tahu, maaf)


namafeelife
tanggal31-10-05
pesansmilie
KOMENTAR TERHADAP SUJOKO

kalau saya tidak salah baca, arah tulisan anda adalah mendukung kebebasan mengeluarkan pendapat, dan saya setuju dengan anda....

mari kita buang jauh jauh pertanyaan APAKAH ORANG PAPUA SUDAH SIAP ATAU BELUM.
jangan kita mengira merdeka berarti makmur, aman dan tentram, itu adalah tujuan dan perlu proses dalam sebuah negara merdeka itu sendiri. laihat TIM TIM, mereka mulai merangkak, banyak kesulitan, tapi coba tanya pada orang TIM TIM, betapa dia akan dengan bangganya mengatakan bahwa dia adalah bangsa yg bebas dan diakui dunia.

Ada bebeapa kalangan yg salah mengartikan keinginan merdeka Papua karena ketimpangan ekonomi, menurut pendapat saya itu salah. orang Papua miskin atau kaya, sejahtera atau melarat, pasti dalam darahnya mengalir tuntutan untuk merdeka menjadi sebuah negara berdaulat di percaturan dunia internasional. saya salut sama seorang seniman Papua yg menciptakan lagu daerah yang liriknya antara lain: YANAN KE YANAN BAYO, YAMARISEN YORES RO MANGGUNDAYA...... (maaf kalo salah)yg artinya kira kira : MAKAN KAH TIDAK MAKAN SAYA LEBIH SENANG BERDIRI DI ATAS KAKI SENDIRI/TANAH SENDIRI.





namaneo-marx
tanggal31-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSaya mengikuti berita di mana saja termasuk Papua. Saya merasa para politikus di Papua berada dalam dilemma. Satu sisi tidak bisa meninggalkan ke-Papua-an mereka, di sisi lain mereka orang juga menjadi penyambung tangan, lidah pemerintah pusat Indonesia.
Kalau seperti itu terus, mereka tetap tidak akan punya telinga yang cukup baik untuk mendengar suara-suara orang mereka sendiri. Saya kira sudah cukup baik mau merebut kembali identitas itu, tetapi jangan cuma 'defensif' saja, perlu orang-orang terutama organisazi² yang 'ofensif' juga. Walaupun tidak dengan kekerasan. Media masa juga banyak yang pro ke pemerintah bukan pro kepada kemanusiaan itu sendiri. Terlalu banyak berita tentang pemerintah dimuat, termasuk cenderawasih pos ini sepertinya corong propaganda pemerintah baik pusat Indonesia maupun Lokal Papua.


namapapuano
tanggal31-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanmenanggapi komentar Akut!
Mungkin benar, bahwa tak perlu ada org luar Papua yang jadi pemimpin di Papua, termasuk sebagai wakil gubernur.
Tapi jangan kita lupa! dimasa lalu, org Sanger dan Ambon turut berjasa bagi orang-orang tua kita dulu di jalur pendidikan ( Sebagai pendidik/guru)dan gereja ( Sebagai pendeta/penginjil).
Anda ingat Acub Zainal? (Mantab Gub Papua (1971-1974)saya rasa, org Papua tidak pernah melupakan jasanya. Bukti sejarah bagunan yg didikannya seperti kantor Gubernur, GOR Cenderawasih, Stadion Mandala, kini menjadi kebanggan warga Papua, dan Jayapura khususnya.
Begitu juga dengan JB Wenas (mantan Bup 1 Jayawijaya)! masyarakat peg. tengah ( Jayawijaya dan sekitarnya) terus menerus mengenang apa yg dilakukannya di wilayah tersebut.
saya tidak terlalu mempersoalkan dari mana asalnya, tetapi kalau dia sehati dengan org Papua, membangun dan memimpin dengan hati, tentu org papua jg harus membuka diri bagi org-org 'luar' seperti ini.
Jika org luar yang menjadi pemimpin kelak ( Wagub misalny) rakyat tentu akan mengawasinya... dan rakyat pula berhak menuntutnya mundur, jika dia ternyata hanya menjadikan org papua sebagai obyek dan atau dirinya hanya mencari keuntungan sendiri.
by the way, tapi apakah jika pemimpinya asli Papua, ada jaminan bahwa mereka tidak berkelakuan busuk seperti penjajah? bagaimana dengan pemimpin2 asli papua yg ada sekarang baik di provinsi dan kabupaten-kabupaten di Tanah Papua?

salam!!!!!


halaman 437 dari 552 << selanjutnya < 434 435 436 437 438 439 440 > terakhir >>