| tanggal | 28-10-05 |
| pesan | ku ingin persembahkan lagu ini buat; sayangku nona padaido kaskado n Insosnene Lepa-lepa kesurabaya patah tiang patah kemudi bunyi meriam napi-napi moloh gurita. Insos ada barita dari kebunmu di Kansaska? untuk nona padaido,sabar-sabar telp sa sebentar malam ehh , sa su tara mabok lagi. |
| tanggal | 27-10-05 |
| pesan | melihat trend perkembangan dunia ini bahwa ke depan cenderung berdiri negara negara baru, sehingga menurut ramalan saya, persoalan kemerdekaan dari Papua atau kah Maluku dan yang lainnya bukanlah hal yang mustahil, hasil prediksi politik saya, paling lambat di tahun 2020 akan ada negara negara baru di indonesia (paling lambat loh) hahahaha ckckc prediksi gawat kah, tra papa sa cuma latihan prediksi saja, kam jang marah kalo sa karang karang salam pembebasan. ![]() |
| tanggal | 27-10-05 |
| pesan | MERDEKA! TANAH Papua dibaptis dengan Injil pada tanggal 5 Februari 1855, ketika dua pendeta dari Jerman melalui Utrechtsche Zendings Vereeninging, yaitu Ottouw dan Geissler menginjakkan kakinya di Pulau Mansinam, Manokwari. Barang siapa bekerja dengan jujur, adil, ikhlas di atas Tanah Papua ini, mereka akan melihat dari satu tanda heran ke tanda ajaib yang lain. Tetapi, bagi mereka yang bekerja tidak jujur, tidak adil, tidak ikhlas, mereka akan menikmati kutuk dan malapetaka dari Tuhan atas anak, istri, cucu, dan turun-temurunnya. Seperti yang disebut di kutipan diatas, yang akan bangun raksasa Papua ini adalah orang-orang Papua yang takut akan Tuhan dan hidup menurut perintah Tuhan. |