| tanggal | 28-10-05 |
| pesan | MERDEKA! Untuk kawan Pace Satu dan temannya, OTSUS itu hasil dari tuntutan orang Papua untuk Merdeka. Jangan punya persepsi yang salah kalau OTSUS itu adalah kebaikan hati pemerintah pusat sebab OTSUS itu cuma pengembalian hasil kekayaan alam Papua yang sudah dicuri oleh pemerintah selama puluhan tahun. Jadi OTSUS itu HAK orang Papua yang dikembalikan, itu bukan hasil dari kebaikan pemerintah pusat. Karena sebagian kecil dari HAK kami sudah dikembalikan(Otsus) maka kami jadi lebih bersemangant lagi untuk tuntut supaya semua HAK kami untuk dikembalikan(Merdeka). Kalau pemerintah dan sudara-sudara lain di Indonesia berpendapat bahwa Otsus akan meredam aspirasi Merdeka itu salah karena Merdeka itu harga mati dan pemberian Otsus adalah bukti kecil bahwa tuntutan kami untuk Merdeka juga akan terpenuhi sebab itu HAK kami yang sudah dicuri. Seperti yang tertulis di pembukaan UUD 45: Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Kami akan terus berjuang dan menuntut supaya HAK kami yang sudah dicuri dikembalikan. Hidup dan Mati itu ada di tangan Tuhan bukan di tangan tni, polri atau pemerintah. |
| tanggal | 28-10-05 |
| pesan | ku ingin persembahkan lagu ini buat; sayangku nona padaido kaskado n Insosnene Lepa-lepa kesurabaya patah tiang patah kemudi bunyi meriam napi-napi moloh gurita. Insos ada barita dari kebunmu di Kansaska? untuk nona padaido,sabar-sabar telp sa sebentar malam ehh , sa su tara mabok lagi. |
| tanggal | 28-10-05 |
| pesan | melihat trend perkembangan dunia ini bahwa ke depan cenderung berdiri negara negara baru, sehingga menurut ramalan saya, persoalan kemerdekaan dari Papua atau kah Maluku dan yang lainnya bukanlah hal yang mustahil, hasil prediksi politik saya, paling lambat di tahun 2020 akan ada negara negara baru di indonesia (paling lambat loh) hahahaha ckckc prediksi gawat kah, tra papa sa cuma latihan prediksi saja, kam jang marah kalo sa karang karang salam pembebasan. ![]() |
| tanggal | 28-10-05 |
| pesan | MERDEKA! TANAH Papua dibaptis dengan Injil pada tanggal 5 Februari 1855, ketika dua pendeta dari Jerman melalui Utrechtsche Zendings Vereeninging, yaitu Ottouw dan Geissler menginjakkan kakinya di Pulau Mansinam, Manokwari. Barang siapa bekerja dengan jujur, adil, ikhlas di atas Tanah Papua ini, mereka akan melihat dari satu tanda heran ke tanda ajaib yang lain. Tetapi, bagi mereka yang bekerja tidak jujur, tidak adil, tidak ikhlas, mereka akan menikmati kutuk dan malapetaka dari Tuhan atas anak, istri, cucu, dan turun-temurunnya. Seperti yang disebut di kutipan diatas, yang akan bangun raksasa Papua ini adalah orang-orang Papua yang takut akan Tuhan dan hidup menurut perintah Tuhan. |