| pesan | Hanya anak-anak papua yang bisa bikin 'kacau, panas dan tegang' hubungan dua negara besar. he he he. itupun baru 42 orang saja! bagaimana kalo 100 orang, 500 orang, seribu orang, atau semua orang papua? tra tau ee, kam jawab sendiri... Saya heran.. di jakarta orang demo, marah, berkelahi, komentar kiri-kanan, kasi statement ini-itu. padahal dong tuh trada satupun yang tanya, kenapa sampai ada orang yang terpaksa keluar dari kampungnya, pergi dari tanah kelahirannya, tinggalkan ibu-bapa, sanak saudara dan kerabatnya pergi ke tanah orang, dengan mengambil resiko yang sangat teramat besar, hanya untuk cari perlindungan terhadap keselamatan jiwa dan hak-hak hidup mereka. Mengapa mereka harus pergi? mengapa mereka mengungsi? mengapa mereka rela tinggalkan tanah mereka yang kaya raya ini? trada satu org pun yang tanya tentang hal ini. heran!!!!! sepertinya hujatan dan cemoohan terhadap bangsa lain lebih penting daripada mengerti tentang hak-hak hidup dan hak-hak asasi orang Papua. DPRP RI berlagak Sok tau! pdhal dong pu tugas jaring aspirasi dan cari tau asalan apa sampe ada warga papua yg minta suaka. Keributan dan kegelisahan itu terjadi dimana-mana ( di luar papua), tapi kitong di papua macam tra pengaruh begitu, kitong santai-santai saja too.... he he he ---------------- |