pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaBlack Sweet
tanggal28-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTerima kasih buat Om Cepos atas pembaharuan beritanya. Sukses buat Om Cepos & Crew!

Saya pernah dengar cerita dari sa pu orang tua tentang ungkapan Otis Simonpiaref ( maaf klo salah spell), katanya, Papua tidak perlu berjuang untuk kemerdekaannya dengan senjata, namun sistim indonesialah yang akan menghancurkan negaranya sendiri dan disitu papua akan berdiri menjadi suatu negara berdaulat.
(Any Idea?)
Salam Tanpa Waktu & Ruang,
Black Sweet



pesan pribadi menamba 28-03-06


nama!!!!
tanggal28-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesanMr Been,
Iman itu memerlukan praktek. Si Yakobus, mengatakan demikian :" Aku akan menunjukan kepadamu Perbuatan Imanku -alias Iman tanpa perbuatan adalah mati."

Yakobus adalah sdr Yesus yang mati tahun 40 masehi di Bait Allah Yerusalem, akibat dipukul dengan tongkat pada otaknya, karena ia menolak ketika dipaksa untuk menyangkali ke-TUHAN-an Yesus oleh para Sanhendri.

Fokus iman itu adalah Allah. Kita mempercayai dia sebagai awal dan akhir kehidupan ini. Bahkan kita bergerak dan 'ada' di dalam Dia. Segala hal yang kita lakukan diketahuinya.

Praktek iman bukanlah kepada Tuhan -- seandainya seluruh dunia Ateis pun, ia tetap Tuhan semesta Alam. Iman haruslah dipraktekan terhadap sesama kita, umat manusia. Terhadap anak kita, istri kita, adik kita, kakak kita, tetangga kita. Bahkan terhadap hewan dan tumbuhan. Mereka haruslah melihat iman kita.

Iman kita akan hancur bila tak dipraktekan. Allah menuntut perbuatan. Kekristenan di Papua hancur dan para pendetanya mengejar kekuasaan ( bahkan mau merubah AD/ART Gereja agar menjabat terus ), karena praktek iman mereka tak ada. Yang ada adalah praktek 'pelacuran' lembaga gereja dan penguasa demi kekuasaan.

Mereka takut membela manusia, yang diciptakan segambar dan serupa dengan Khaliknya, yang adalah tugas utamanya. Mereka suka bersembunyi di balik ritual doa dan dogma agama. Dan membiarkan manusia mati dihadapan mereka. Karena itulah umat gembalaanya lari dari gereja-nya, dan meminta perlindungan pada negara lain


namaMr. Been
tanggal28-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesanUntuk Mr!!!
Sebaiknya anda jangan berkata begitu karena anda tidak mengetahui masalah yang sebenarnya.... bukan Indonesia marah kepada Australia... tapi mengingatkan Australia untuk jangan selalu mencampuri urusan rumah tangga suatu negara... karena pemerintahan Australia adalah pemerintahan yang plin plan... dan dibalik itu semua ada maksud2 tertentu yang terselubung.... jadi anda mencintai PAPUA cobalah anda berpikir yang jernih... mari kita sama2 cari jalan terbaik... jadi jangan kita orang PAPUA sendiri membuat masalah di tanah kita .... sebab kita sendiri tidak pernah menghargai Negeri kita yang kaya raya ini, biarpun Indonesia sejelek apapun tetap negara kita... dan TUHAN masih menunjukkan Indonesia sebagai negara yang nantinya mengantar kita bangsa PAPUA ke ambang KEMERDEKAAN yang kita idam - idamkan..., SEKARANG BAGAIMANA KITA ORANG PAPUA HARUS MEMERDEKAKAN IMAN KITA YANG TELAH HANCUR? baru bicara masalah KEMERDEKAAN negeri ini.... GBU


nama!!!!
tanggal28-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesanMarah2 pada Australia ibarat orangtua yang membiarkan anak2nya kelaparan. Ketika
tetangga tersentuh rasa iba dan memberi makan
pada anak2 tersebut, orangtua tersebut marah2 pada tetangga karena itu menyinggung rasa harga dirinya. Stupid, stupid, stupid.....

----------------------------------------------

Atau contoh lainnya yang lebih gampang; Anda marah pada salah satu anak anda. Lalu karena anak anda menderita setelah anda pukuli dll,
anak ini lari ke rumah saya sebagai tetangga anda. Apakah saya akan tega melepaskan anak ini kembali ke anda untuk anda pukuli lagi??
Pastinya tidaklah. Saya akan melapor polisi soal ini. Sambil menunggu polisi datang, saya akan melindungi anak ini agar tidak keluar atau
menggelandang di jalanan. Dan ini bukan berarti saya mau ikut campur urusan rumah tangga anda yang remuk redam itu, bung! Logikanya khan
begitu. Inilah masalah yang sebenarnya!! Jangan terjebak dengan sentimen Indonesia dengan negara-negara besar seperti Australia atau
Amerika dll. Permasalahannya betul-betul berbeda. Nasionalisme itu bagus. Tapi jangan terjebak jadi 'nasionalisme-membabi-buta'. Masa
sekarang bukan saatnya lagi kita bisa berteriak; "Right or wrong, this
is my country!" Anda malah jadi bahan tertawaan orang nantinya.


namaMr. Been
tanggal27-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesanAyo kita semua cari suaka ke Australia.... biar kita hidup aman.... boooo... papua masih luas baru knapa kita pergi ke negeri orang... kam tidak cinta papuakah?....


namaWhite Flower
tanggal27-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesanPendapat Wartawan cepos tentang pemerintah marah karena Australia memberikan suaka "siapa yg tidak marah karena anaknya diambil orang"
ANAK ITU SUDAH DEWASA. SUDAH MATANG BERPIKIR BUKAN BAYI. DIA BERHAK MEMILIH. PILIHAN MEREKA ITU DAYUNG DARI PAPUA KE AUSTRALIA.JADI JANGAN CEPOS BILANG ANAKNYA DIAMBIL ORANG. MEREKA YG AMBIL KEPUTUSAN UNTUK TINGGALKAN ORANG TUA ANGKATNYA YANG LEBIH BANYAK BERSIKAP BUKAN SEBAGAI ORANG TUA. PENCARI SUAKA LEBIH BERPAUT KEPADA PAPUA SEBAGAI TEMPAT DAN DILAHIRKAN DAN BUKAN KEPADA PEMERINTAH INDONESIA.
KEDUA KALAU ANAK DATANG KERUMAH ORANG LAIN DAN MEMOHON PERTOLONGAN KRN ORANG TUA MENGANIAYA, PASTI ADALAH MASALAH KRONIS YANG PANJANG. TOLONG WARTAWAN CEPOS JANGAN CUMA KASIH KOMENTAR TANPA MEMIKIRKAN MASALAHNYA DENGAN MATANG


namawhite Flower
tanggal27-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesanAwal tahun 90-an saya sempat sekolah di Mebourne selama 4 tahun waktu itu pendapatan perkapita sudah tinggi, devisa negara cukup besar, tidak ada utang luar negri malah memberikan pinjaman ke Indonesia, penganggur di gaji lagi. Jadi kalau Indonesia putuskan hubungan dengan Australia dari segi ekonomi Indoensia yg rugi. Utang luar negri dari pemerintah Indonesia akan dibayar sampai generasi ke tiga dari generasi sekarang. Pengusaha menengah keatas sudah tdk mau tanam modal di Indonesia mereka lebih suka Malaysia atau Singapura. Jadi jaminan apa bagi mereka? Walaupun Indonesia katakan natural rescourses banyak, kayu yang dicuri di Kalimantan oleh pengusaha kayu atas persekongkolan dgn polisi laut kemudian dijual ke Sabah, belum lagi hasil dari Papua yg digelapkan ke Jawa menunjukkan bahwa gaya hidup orang yg cuma utk perutnya sendiri cuma untuk masa sekarang bukan masa 20 tahun mendatang atau gerenerasi berikut. Apa yang bisa diharakan oleh orang Papua dengan dari Indonesia? SELALU ADA UDANG DI BALIK BATU. Jadi kalau 42 pencari suaka sudah mendapat jaminan dari Australia itu wajar


namajokerzzz
tanggal27-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesan<h1>jokerzzz man</h1>


namajokerzzz
tanggal27-03-06
Lokasiclick picture for more information
pesan<h1>jokerzzz</h1>


halaman 295 dari 543 << selanjutnya < 292 293 294 295 296 297 298 > terakhir >>