| pesan | Saya senang begitu banyak komentarnya tentang Papua. Utk kasih gambar tentang situasi orang TIMTIM di Melbourne sebelum mereka merdeka. Walaupun saya tinggal di Eastern suburb di Melb,saya sering ke Fitzroi dan Futscray di Western suburb. Setiap sore waktu musim panas dan setiap weekend bisa bertemu di jalan, Mall orang TIMTIM. 4 kali saya hadiri 17 Agustus di konsulat RI di Melb karena waktu itu ada Pace John sebagai pemimpin di consulair. Setiap kali kami masuk ke arah konsulat Indonesia orang-orang Tim-Tim ada berbaris sepanjang seperti dari lingkaran di Abe ke Uncen Bawah dan mereka teriak kata-kata jelek tentang Indonesia. Satu waktu saya pun kena lemparan batu dari masyarakat Tim-Tim. Saya sempat menanyakan kira-kira berapa orang TIMTIM di Melbourne, dan itu tahun 1994 sudah ada sekitar 250-an secara keseluruhan. Di negara bagian Northern Territory ada kelompok yang sangat lebih banyak dari Melbourne bagaimana di Sydnei, Perth, Adelaide? Ini berarti sesudah Dili Australia menjadi tempat kedua bagi masyarakat TimTim. Coba bayangkan sesudah Papua di mana tempat nomor dua bagi orang Papua yg tinggal di luar Papua? Bagaimana interaksi dgn mereka yg ada disekitar tempat tinggal, rasa kepemilikan dll. Jadi karena berhubungan langsung dgn masyarakat TIMTIM orang Australia juga terlibat rally di jalan setiap kali ada demo utk TimTim. Saya tahu Australia juga bertanggung jawab atas ketidakmurnian PEPERA, sehingga mereka memanen hasilnya sekarang. |