| pesan | Sudah dari awal kehendak orang papua itu diabaikan.Plebisit tahun "69 itu hanyalah trik Indonesia,untuk mendapatkan izin mengeksploitasi kekayaaan alam dan hasil bumi.Mereka sudah mengincar kekayaan papua jauh-jauh hari sebelum rancangan pepera yang mepet itu rampung.Berdirinya Freeport adalah contohnya.Kontrak karya dengan Korporasi milik Amerika serikat itu saja disetujui tahun 1967, atau dua tahun sebelum Papua masuk ke dalam bingkai RI.Mereka(freeport dan RI) menandatanganinya(kontrak karya) dengan asumsi bahwa orang papua akan selamanya bodoh dan "Tuhan mungkin terlalu baik bagi kita".Tetapi,Kasus Abepura,16 Maret, kemarin, mengingatkan semua orang Papua akan kebaikan Tuhan,meskipun dengan cara yang sedikit tak biasa.Semakin hari,semakin tumbuh kesadaran orang papua untuk mencari dan menemukan keadilan hakiki, yang selama ini dibungkus paksa oleh keserakahan bangsa yang berasal dari Hindia Belakang itu.Orang papua tambah hari tambah pintar.Ibarat seorang pria kaya mulai mencium niat istrinya yang gila harta,ia akan diam-diam berencana untuk menceraikan istri yang munafik itu, sebelum ia sendiri ditendang.Saatnya kita, melanesian.Pikirkan cara lain.Merdeka!!! |