pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaOm John Pasar Ikan sanggeng
tanggal19-08-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN

Nah moment-moment yang dilalui oleh Pace Gub Salossa pada masa mudanya itu sama persis seperti yg kitorang saat ini sedang alami dan jalani. Dan moment-moment ini ikut mempengaruhi segala tingkah laku dan pola berpikir kita dalam memandang kehidupan ini jauh ke masa depan. Hanya org yang mempunyai visi yg jelas kedepan dan mengerti dari mana asal hidupnya dan kemana tujuan hidupnya sajalah yg bisa memberikan pandangan-pandangan yg jelas. Nah kawan-kawan dalam forum ini masuk dalam kategori pemilik visi yg jelas dan bisa memahami dan membaca moment-moment penting dalam kehidupan ini. Bahasa yg sering org tua dong pake itu adalah Pandai Membaca Tanda-tanda Zaman.

Nah kalau begitu visi mana yg benar O atau M ? Visi dan Misi Om John sejak awal komentar di forum ini adalah M bukan O. Om John tidak mempersoalkan apakah O yg benar dan M yg salah atau sebaliknya. Tetapi sekalipun Om John salah. Opsi M sudah menjadi keputusan final pribadi Om John yg tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.

BERLANJUT


namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal19-08-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN

Apa yang teman-teman saksikan pada hari ini ttg segala keberadaan dan kebahagiaan mereka adalah Puncak dari seluruh perjuangan mereka selama 20 s/d 35 tahun hidup didalam NKRI.
Itulah sebabnya mengapa mereka terus menerus membuat pernyataan bahwa NKRI HARGA MATI. Dan kita terus-menerus mengutuk mereka dan melontarkan kata-kata kasar dan mungkin kurang sopan terhadap mereka. Pertanyaan berikutnya adalah : Kalau begitu SIAPA yang SALAH ? Gub Salossa dan angkatannya atau kitorang yg tiap hari baku sikat dg argumentasi masing-masing di Forum ini ? Well, menurut kacamata Ikan Julung Om John dari Pasar Sanggeng Manokwari itu begini: Pertama, Tidak Ada Yang Salah. Baik Kepemimpinan Gub Salossa dan konco-konconya saat ini dengan segala kondisinya yang telah kita saksikan (dan teman-teman sudah memberikan evaluasi ttg hasil-hasil mereka dlm forum ini) maupun utk kitorang yg tiap hari terus marah-marah dan kecewa dengan berbagai manuver-manuver mereka pada saat ini. Mengapa ? Karena kitorang hidup di zaman yg berbeda. Apa yang jadi harapan sebagian besar teman-teman yg pro-M didalam forum ini menurut kacamata Ikan Julung Om John adalah VISI 20 s/d 35 tahun ke depan. Itu berarti, diantara kitorang yg komentar-komentar di Forum ini nanti ada yg akan jadi Gubernur, Mentri, bahkan Presiden Papua.

BERLANJUT


namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal19-08-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMERDEKA. Adoh lama baru sa muncul lagi nih. Soalnya sa lagi perbaiki sa punya perahu beberapa hari yg lalu jadi.

Teman-teman semua, saya senang sekali membaca semua komentar teman-teman. Luar Biasa. Pendapat teman-teman sekalipun berbeda misalnya ada yang pro-O dan pro-M tetapi ujung-ujungnya ada banyak hal positif yg bisa peroleh dari perbedaan pendapat yg dikemukakan.

Situasi kepemimpinan di Papua serta berbagai kondisi yg digambarkan oleh teman2 adalah produk masa lalu. Mereka yang saat ini menikmati kelimpahan kekakayaan Papua adalah hasil didikan masa lalu dan kejayaan mereka akan segera berakhir. Kitorang semua harus sadar bahwa Para pemimpin Papua seangkatan DR. J.P. Salossa,M.Si. adalah para pemuda yg pada masa mudanya ikut menyaksikan sendiri bagaimana integrasi Bangsa Papua kedalam Bangsa Indonesia. Hal ini tentu sanja sangat mempengaruhi visi berpikir mereka untuk 20-35 tahun ke depan. Nah pada saat itu yang menjadi impian mereka adalah bagaimana menjadi pemimpin yang terbaik didalam negara NKRI.

BERLANJUT


namapetrus sada
tanggal19-08-05
Lokasiclick picture for more information
pesansyalom!
saya sangat setuju dengan anak adat papua,memang harus ada dialog dengan rakyat.nah ini dia masalahnya!kalo mo bilang rakyat,rakyat yang mana?jangan sampe orang2 RI yang datang mengaku rakyat papua.karna ada orng2 papua sendiri yang memikirkan jabatan,uang,dll.itu yang harus diwaspadai,trus siapa yang dapat dipercaya tuk jadi mediator yang jujur dan adil?jangan sampe PEPERA 1terjadi kembali smilie smilie


namaAnak Adat Papua
tanggal19-08-05
pesanMERDEKA!

Otsus sebenarnya adalah sesuatu yang sangat baik untuk Orang Papua. Yang buat Otsus itu sendiri anak-anak Papua dan memang Otsus di buat untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua.

Letak masalah yang ada dengan Otsus ini keinginan pemerintah Pusat dan Daerah untuk menjalankan Otsus dengan konsisten. Pemerintah Pusat tidak punya komitmen yang jelas untuk menjalankan Otsus dan selalu bermain. Pemerintah Daerah, menurut penilaian saya, punya komitmen untuk menjalankan Otsus cuma dalam menjalankannya itu yang tidak jelas.

Cuma ada dua opsi saja dalam pelaksanaan Otsus. Antara Otsus dilaksanakan 100% atau tidak. Kalau tidak dilaksanakan 100% itu berarti ini Otonomi tra khusus. Yang selama ini terjadi adalah pelaksanaan dibawah 100% jadi daripada ketong baku tipu terus lebih baik Otsus dikembalikan saja.

Dulu waktu Otsus masih sebuah ide saja, masyarakat biasa bilang M ka O? trus ketong bilang M tooo. Mayoritas tolak Otsus waktu itu karena menurut mereka Otsus itu cuma gula-gula politik dari penjajah dan setelah tiga tahun kayanya memang begitu.

Solusinya itu pemerintah pusat dan daerah harus mau untuk berdialog dengan masyarakat. Kalau pemerintah tolak untuk berdialog maka sudah jelas pemerintah memang tidak pernah punya itikad baik.



pesan pribadi menamba 19-08-05


namapetrus sada
tanggal19-08-05
Lokasiclick picture for more information
pesansyalom!
saya mo tanya sedikit dulu buat sodara2 semua,apakah tidak bisa kalo otsus itu dipertahankan tapi perjuangan meluruskan sejarah tetap dilanjutkan,baik didalam maupun luar papua?karena menurut saya otsus itu adalah hak orang papua,mengingat apa yang telah diambil pemerintah RI dari tanah papua selama puluhan tahun. smilie
trus orang2 yang menyalahgunakan otsus itu ditindak dengan tegas.
itu saja yang saya mo bilang kam tolong kasi penjelasan buat saya ka! smilie


namapapuano
tanggal18-08-05
Lokasiclick picture for more information
pesan
Menurut saya! Otsus ini kalau diibaratkan, sama seperti Mas Kawin yang diberikan pihak Jakarta kepada Papua sebagai 'Tanda Ikatan'. bukan begitu?
Nah, sekarang! pada 12 Agustus lalu, secara Adat (melalui Dewan Adat Papua), Mas Kawin itu sudah dikembalikan ke Jakarta. Sebagai tanda penolakan!
Mungkin karena mas kawin itu justru menjadi pemicu keretakan Rumah tangga
Solusinya, kedua pihak ( Jakarta dan Papua) harus kembali duduk bicara, dalam Dialog tentunya!
Apakah 'Perkawinan' ini ada jalan keluarnya, dilanjutkan, atau ada syarat lain atau malah lebih baik CERAI saja!
Tapi dengan syarat! Dialog hendaknya dilakukan di para-para adat. Biar bermartabat dan dengan cara-cara damai. Tidak pake sangkur atau racun.
kira-kira begitu

Salam!


namaPapua Document
tanggal18-08-05
Lokasiclick picture for more information
pesanProses Referendum di Papua sejak tahun 1969 tidak Sah karena tidak melalui mekanisme international yang seharusnya One Man One Voute tetapi dibawah Penodongan Senjata sehingga hanya diwakili oleh 1026 Orang Papua yang ditunjuk oleh Militer Indonesia (bukan ditunjuk oleh masyarakat Pribumi Papua).

Info lebih lengkap silahkan lihat di : http://www.geocities.com/west_papua_doc

Jadi saya harap agar NKRI kau jangan menyangkal Sejarah yang cacat itu sehingga kau katakan Otonomi harga mati. Kau belum tahu tentang dukungan international untuk Peninjauan kembali PEPERA ?

Papua tetap Merdeka.
Vox Populi Vox Deo (Suara Rakyat Suara Tuhan) barang siapa yang melanggar Suara rakyat, maka ia akan binasa dan tidak akan melihat tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain.


namaAnak Adat Papua
tanggal18-08-05
pesanMERDEKA!

Untuk Papua Moderat

Bukti yang paling jelas dari kegagalan Otsus itu IRJABAR. Bukti yang kedua itu ada terterah di dalam tuntutan DAP yang pertama yaitu 253 suku yang hanya di wakili 14 orang di dalam MRP. Bukti lainnya itu seperti apa yang kawan Papuano dan fighter sudah tulis. Di Jayapura yang ibu kota saja perbedaan antara pedagang pendatang dan pedagang orang asli masih begitu jelas apalagi di daerah pedalaman sana.

Bagi saya pribadi Otsus sudah jelas-jelas gagal sejak dibentuknya IRJABAR. Ingat saudara-saudara kita yang gugur di tanah amungsa karena perang saudara antara kubu pro dan kontra pemekaran. Dari inpres 1, 2003 saja sudah jelas kalau pemerintah pusat memang tidak pernah punya itikat baik untuk menjalankan Otsus di Papua.

Untuk fighter

Masih baik kalau bapa gub dia lupa saja, kalau beliau pura-pura lupa atau sengaja lupa itu sama saja dia sudah menyangkal tanah sendiri.

Seorang anak yang menyangkal ibunya sendiri karena memang tidak kenal atau sudah lupa itu bisa dimengerti tetapi seorang anak yang dengan sengaja menyangkal ibunya sendiri dia pasti akan mendapat ganjaran yang sesuai dari Tuhan Pencipta Orang dan Tanah Papua.

Tuhan Memberkati Bapa Gubernur, biar Tuhan memberikan beliau hikmat dan kebijaksaan untuk memimpin tanah Papua ini.

Tuhan Berkati Papua!

Maaf Kalau Panjang smilie


halaman 504 dari 552 << selanjutnya < 501 502 503 504 505 506 507 > terakhir >>