| tanggal | 20-08-05 |
| pesan | Lanjutan... Hitung-hitung dengan 27 kabupaten dan 2 kota, jumlah total pasukan TNI organik dan Polri di Papua akan jadi lebih banyak jumlahnya dibanding waktu Papua masih dibawah DOM. Apalagi kalau kita hitung jumlah pasukan TNI non-organik seperti 1 batalyon kostrad yang baru tiba di Timika untuk jaga Freeport. Padahal di Timika sendiri sudah ada batalyon organik 754. Seperti yang Om John bilang, Kita tidak perlu takut dengan gertakan-gertakan kosong yang namanya DOM. Ada Otsus atau tidak, Selama TNI masih ada di Papua, semua yang terjadi waktu Papua masih dibawah DOM masih akan tetap terjadi. Malah dana Otsus juga dipakai untuk operasi-operasi terselubung. |
| tanggal | 20-08-05 |
| pesan | MERDEKA! DOM sudah tidak ada tetapi DOM terselubung masih ada. Otsus adalah hasil tuntutan kita untuk M. DOM sebenarnya sudah dicabut sebelum Otsus di implementasikan jadi Otsus ini bukan gantinya DOM. Yang saya maksud dengan DOM terselubung itu lihat saja dengan pemekaran kabupaten-kabupaten dan juga propinsi. Pra tahun 2000 waktu DOM masih ada di Papua, di Papua ada 9 kabupaten dan 1 kota madya. Sekarang sudah ada 27 kabupaten dan 2 kota madya. Dengan penambahan kabupaten otomatis ada juga penambahan Kodim-Kodim dan polres-polres di setiap kabupaten. Misalnya kalau pemekaran propinsi juga berjalan nanti ada juga kodam dan polda baru. Apalagi kalau kita hitung distrik-distrik baru yang otomatis harus ada koramil-koramil dan polsek-polsek baru. Sedangkan jumlah batalyon infantri yang tadinya cuma 3 sekarang ditambah menjadi 6. Lanjutan diatas... |
| tanggal | 20-08-05 |
| Lokasi | |
| pesan | buat putra numbay kalo ada kabar kasih tahu kemari,supaya tong juga bisa tahu perkembangan tentang papua diluar negeri sana. itu saja salam KEMERDEKAAN![]() |