pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSambungan (Akhir)

ataukah karena mereka memang mengikuti jalur perkuliahan tingkat doktoral yang sebenarnya dan memang bersungguh2 dalam studinya dan tidak main cari jalan pintas spt cara kebanyakan org di Indonesia sehingga harus menempuh 4-5 tahun kuliah S3?

Yang kedua bila pendidikan Doktoral di Indonesia diselenggarakan seperti kursus2 computer, bhs Inggris, atau diklat2 spt DIKLAT ADUMLA, SPAMA, SPALA, dst yg pd akhirnya mendapat SERTIFIKAT maka tidaklah mengherankan bila gelar doktor bisa didapatkan dengan mudah oleh siapa saja di Indonesia sesibuk apapun pekerjaannya.
Sikap Om John terhadap Bapak Salossa biasa-biasa saja. Sebagai rakyat Papua Om John berharap beliau telah memberikan keteladanan yang baik bagi seluruh rakyat Papua khususnya generasi mudanya. Dan itu kita hormati dan kita junjung tinggi. Mengenai benar-tidaknya beliau menjalani seluruh proses akademik dengan baik dan benar tanpa bantuan JOKI itu adalah urusan pribadi beliau dengan Tuhan. Bila beliau tidak jujur maka ketidakjujuran beliau dengan sendirinya akan menghantarkan beliau kepada kejatuhan beliau di masa depan. Jadi kitong tra usah khawatir. Ingat pesan IS Kijne ttg pekerja2 jujur di atas tanah Papua

Laporkan

namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSobat Hollandia Binen Boy Mantap.
Yah Om John setuju dengan pendapat anda. Om John suka pendapat yg kritis. Memang kita sekarang harus kritis thd berbagai perkembangan dan tidak asal-asalan setuju atau ikut-ikutan dengan pendapat publik. Yang suka ikut2 saja itu dong bilang paradigma lama. Paradigma baru dunia pendidikan dewasa ini menuntut kreatifitas berpikir, analitis dan kritis terhadap suatu pehenomena. Indonesia memang sangat ketinggalan dalam dunia pendidikannya. Semuanya serba instant dan cepat jadi. Termasuk dalm hal mendapatkan gelar akademis dari Perguruan Tinggi. Menanggapi gelar Doktor Bapak DR . Drs. JP Salossa,M.Si ada dua hal yang bisa Om John kemukakan. Pertama, melihat tingkat kesibukkan beliau sebagai seorang gubernur maka adalah tidak mungkin beliau menyelesaikan pendidikan doktoralnya dalam waktu singkat dengan predikat cum laude. Kitong bisa bandingkan masa studinya dan hasil cumlaude doktornya dengan beberapa dosen Unipa dan Uncen yang notabene sangat pintar dan mengikuti kuliah FULL TIME di berbagai PT terkenal di Jawa tetapi sampai saat ini belum selesai-selesai dan pulang kembali ke Manokwari/Jayapura. Padahal dorang lebih duluan kuliah dari Bapak DR. Salossa. Apakah mereka kurang berkualitas spt Bpk Salossa?

BERSAMBUNG
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSorry, semangat sampe kaseh alamat salah lagi. sa sebenarnya ada di Om Sam pu rumah, bukan dirumah yang de pu bendera kam ada liat itu.

He..he.. he..,
ngomong ngomong,tapi
Nona padaido, kaks su rindu ade pu senyum sapa tuh.
Jesus bless you my sister,Nona padaido.
And you all,guys. I do pray God bless all your idea and works. For om John, Papa Jesus will help you always.

Tabea mofa.
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanAkut Papua.
Saya setuju dengan anda bahwa karna otsus banyak perubahan terjadi di Papua.misalnya semangat kerja pegawai meningkat sampai lembur tengah malam dengan mama2 dari manado,dan jawa dong. Dulunya pejabat papua istrinya cuman satu,setelah otsus mama satu jaga rumah, mama yang lain jaga bapa dikantor.
Dan juga karena Solosa banyak orang mulai maju dan terkenal seperti pejabat MH (kepala BP3D)yang kena kasus pelecehan sexual dikantor gubernur.org sekarang sudah mulai kenal bahwa beliau hebat.
Saya akui bahwa memang inilah suatu kemajuan dari Otonomi khusus yang menjadi kebanggaan akut untuk diperhitungkan didunia Indonesia. memang benar dengan otsus banyak terjadi perubahan dipapua, seperti meningkatnya jumlah penderita aids, bertambahnya jumlah tentara untuk membunuh orang papua dipuncak jaya, semakin banyak anak papua yang mabuk dengan duit otsus dijakarta yang sebenarnya pergi bukan untuk sekolah tetapi dengan bermodal kerja sama PEMDA kemudian beli gelar MM (Master Mabuk) di UI, UNHAS, UNPAD dan lain lain. Ini semua kemajuan dari otsus yg harus dibanggakan.
Thank you, Akut.
Laporkan

namapapuano
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBuat Papuanitha, anak Adat, terutama mas Akut_papua. Sa mo kasi contoh 'keberhasilan' Otsus
Begini...
Sore kemarin, sa ke pusat Kota Jayapura, sekitar jam 4 sore begitu, sa lihat ada taxi dari angkasa angkut kitong pu mama-mama Papua yang jual keladi, betatas, kangkung, ketimun dll.
Sampe di terminal Pelni lama, (pusat kota). Mama-mama papua ini dong diturunkan dan mulai gelar karung di atas aspal..DI A.S.P.A.L. dan mulai taru jualan. Disitu trada lampu... dong HANYA NUMPANG..di gemerlap lampu SWALAYAN GIELEAL Dan HOTEL Bintang 3 YASMIN yang ada dikiri-kanan dorang. Luar biasa pemandangan itu.
Diatara Swalayan megah, dan hotel berbintang... Mama-mama Papua ini duduk di aspal dan jualan hasil kebun mereka.
Sa prihatin..benarkan ini keberhasilan Otsus?
ini bukan di pedalaman kawan! ini di ibukota Provinsi Papua. Jayapura!! Apakah Gubernur atau Walikota sudah tidak punya mata? padahal dong tiap hari lewat disitu dalam mobil mewah dengan sirene foreder yang bikin telinga mo pacah!
Mengapa Otsus biarkan mama-mama Papua ada duduk diaspal? kemana dana Otsus yg 1,3 Triliun tiap tahun itu lewat? untuk urus tempat jualan yang bagus bagi mama-mama kitong ini saja tra bisa? hak-hak asli org Papua mana yg diperhatikan?
ah..yg B saja
sa pake contoh di pusat Kota Jayapura, yang jadi barometer keberhasilan Otsus di Papua, tra usah bicara di pedalaman...adoooo!terlalu sedih untuk cerita yg terjadi dipedalaman.
Semoga kawan Akut bisa renungkan itu.
salam
Laporkan

namaAnak Adat Papua
tanggal22-09-05
pesanMERDEKA!

Mungkin mas akut belum sadar tapi dalam usaha dia untuk membela pak Gubernur, dia sebenarnya sedang mencemarkan nama beliau dengan komentar yang asal-asalan begitu.

Satu hal lagi yang saya mau tambahkan. Mutu pendidikan di luar negeri memang lebih bagus. Kirim anak Papua untuk sekolah diluar negeri itu bukan pemborosan, itu namanya investasi untuk masa depan Papua. Yang pemborosan itu dana otsus yang di pakai untuk membiayai operasi-operasi militer yang tujuannya cuma untuk membunuh orang Papua sendiri.

Kalo kawan akut berpikir bahwa pak Solossa adalah yang terbaik untuk Papua itu kawan punya hak, cuma kawan harus kasih bukti-bukti yang konkrit bukan main hantam rata baru bilang semua beasiswa itu berasal dari dana otsus dan dana otsus ini ada karena jasanya pak gubernur. smilie
Laporkan

namaPapuanitha
tanggal22-09-05
pesanlanjutan untuk akut_papua

Sa mohon maaf untuk pembaca yang bermarga solossa, sorry sa tidak ada maksud untuk mo menjatuhkan, sa tau ada satu-dua solossa yg berjiwa membangun untuk papua. sa kasi contoh yg nyata di lapangan begitu supaya akut papua bisa mengintropeksi diri kembali dengan apa yang de bangga-banggakan selama ini tentang kepemimpinan pa’gubernur.

Salam kenal untuk smua pengunjung setia gbook ini.
Laporkan

namaPapuanitha
tanggal22-09-05
pesanto akut_papua..

akut papua sorry brat pace sa potong tengah kasi komentar e... sa melihat dari smua komentar yg anda tulis di gbook ini, anda terlalu membanggakan sekali gub.papua JP Solossa. kalo menurut anda pa’gubernur berhasil slama 5 thn ini, kasi satu contoh konkrit kalo beliau sudah berhasil membangun orang papua, kasi satu contoh pembangunan yg sudah dinikmati semua lapisan masyarakat di tanah papua dan bukan orang-orang tertentu??? Kalo tidak salah bukti di lapangan menunjukan bahwa yg banyak di bangun adalah yg bermarga solossa atau yg ada hubungan kerabat dengan pa’solossa dan bukan orang papua secara umum, apakah itu yg anda namakan pa’gub sudah membangun papua dan orang papua selama ini????

Akut ada banyak cara & jalan bagi orang papua untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Akut anda ini mungkin termasuk orang yg tidak perna baca berita ka atau orang yg ketinggalan kereta kapa sampe tidak tau kalo ada beasiswa untuk bisa keluar negeri tanpa pake kam pu uang OTSUS yg kam terlalu banggakan ka itu.

Akut kalo anda merasa anda itu orang terpelajar seharusnya anda pikir-pikir dulu kalo mau berbicara sesuatu yang tidak sesuai dgn realita di papua dalam hal kepemimpinan pa’solossa.

Anyway sa setuju dengan Hollandia binen boy, jangan pilih solossa lagi, memangnya su trada putra terbaik papua lagi ka?

bersambung......
Laporkan

namaPapuason
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanAkut_Papua.
Sangat menyedihkan membaca tulisan anda yang menyatakan bahwa orang PAPUA yang sekolah keluar negeri adalah hasil dana OTSUS. Seakan-akan OTSUS adalah TUHAN bagi orang Papua dan SOLOSA adalah malaikat penolong bagi orang PAPUA.
Yang harus anda tahu bahwa: YESUSLAH TUHAN bagi orang PAPUA, dapat melakukan apa saja, bagi DIA tidak ada perkara yang mustahil.
Ingat, jangan ko sombong dan berhalakan OTSUS & SOLOSA, nanti TUHAN MARAH! Tanpa OTSUS & SOLOSApun orang PAPUA bisa maju/berhasil!

Bukan menyombongkan diri tapi harus dijelaskan pada anda; Saya sekolah dari Papua ke JAwa, ke Eropa, lalu study ke Australia lulus dan dengan nilai terbaik, hingga sekarang bekerja dan menetap di Australia sudah 13 tahun. Tidak satu peserpun saya dapat bantuan dari ko pu dana OTSUS yang ko banggakan itu. Semua karena kasih Tuhan saja.Ini membuktikan bahwa orang Papua juga bisa berkarya, maju dan berkembang dan dapat disejajarkan dengan bangsa-2 lain dimuka bumi ini. Tidak tinggal dirumah, jadi kolot, picik, berpikiran mundur, dan bergantung kepada pejabat-2 licik.
Yang sering kasi abis dana OTSUS itu kebanyakan anak-2 pejabat. Dong datang sekolah ke luar negeri tapi tidak sekolah benar. Mabok2, sampai di keluarkan dari sekolah karna banyak bolos. Baru sa datang urus dorang pulang ke Papua, karna dongpu orang tua telpon minta bantuan.

Hollandia Binen Boy, jangan terpengaruh, maju trus, selesaikan perjuanganmu. Ingat, Tuhan besertamu. Imanuel.

GBU
Laporkan

namablack girl
tanggal22-09-05
pesanhai persipura!

What a lovely your performance! I'm most proud to you. You are my favotite team
ko saja trada yang lawan
I wait on you in the senayan jakarta
Best of luck!
Bless God Whit You!

Untuk Akut Papua
you should to think before you speak (pace jang ko pukul rata begitu)
Laporkan

halaman 465 dari 543 << selanjutnya < 462 463 464 465 466 467 468 > terakhir >>