pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namapujangga^papua
tanggal24-09-05
pesanSun Tzu berpesan.
Keramahan dan keadilan adalah JALAN yang membuat rakyat mau terjun ke dalam ujung golok, dan mati untuk pemimpinnya. Inilah hukum yang dipakai untuk meng'arah'kan manusia, di dalam ilmu perang.

JP Solossa, terlebih lagi 'akut papua', yang membangakannya, sangat melupakan hal ini. Ia memuja JP Solossa dengan mengabaikan 'bahasa' keramahan dan keadilan. Dan juga, pace Solosa banyak kali mengabaikan kedua hal ini di dalam pemerintahannya.

Semisalnya saja, ia tidak bersuara menyangkut berbagai pelanggaran HAM di Papua. Atau jika dengan demikian ia 'takut' di tduh separatis, setidaknya ia 'mencuri' perhatian dengan mengangkat dan mempersoalkan kasus Abepura berdarah. Ataupun, karena ia 'masih' takut, maka seharusnya kasus Korupsi di lingkungan kantor PemProv Papua di bukanya, untuk umum. Namun inipun tidak dilakukannya. Ia lebih suka, menyuarakan suara 'Jakarta'.

Dengan demikian, maka rakyat Papua menilai, ia 'tidak ramah -- menghargai jerih payah rakyat ( mereka yang sekolah jauh2 di LN tidak dibantunya ) -- dan adil -- penghukuman dan penghargaan dilakukan secara jelas.

Memang 3 tahun adalah masa yang singkat, namun seharusnya 'kerangka' untuk hal ini, sudah ada dan jelas

Salam Ikan Puri
Laporkan

namaPapuason
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSalam kompak.

Sudahlah biar akut dong ribut dengan dong pu OTSUS sapu kapala su pusing. Sa cuma mo kasi salam balik sama Black Girl, jang tambah hitam, nanti sa tarabisa lia ko... hahahaha.......
Untuk Molomologurita, jang tarlalu lama molo nanti tarabisa naik, karna karabas dong makan ko...haha....! Ko mantap terus sudah....!
Putra Numbay, kopu mantap sajaaaaaaa.....!
Oom John, Ikan puri abis ka, samu cari umpang pi mancing di pasir putih.
Salam untuk rekan2 dosen di unipa.

Papua jaya selalu...!

GBU.
Laporkan

namaNona Padaido
tanggal23-09-05
pesanPutra Numbay,
Kaka saya bukannya tara mau kasih senyumnya saya di guest book ini tapi...karna ikan calang main terlalu rame jadi sa takut dong sumbur sa pu senyum ini, haaaa ahaa haaaa
saya harap ko pu kata2 di guest book lalu itu memang untuk saya alias ko tara salah alamat atau nama giiiituuuuu
sama seperti molomologurita dia yg marah sama org lain saya yg kena damprat heeee heee (Love You molomologurita)
Saya cuma ber'canda saja....saya hanya malas karna terlalu rameh ribuuut2 tentang dana otsus ka... apa itu dan sa tara hidup dari dana itu juga jadi saya tara mo bicara banyak tentang itu. so...saya memilih untuk berdiri di belakang dan terseyuuuum maniiiiissss untuk kalian semua (kedengarannya manis khaaaan) haaaaaaaaa
Oke Putra Numbay, salam kompak selalu untuk mu my brother and juga buat Om John ...terus untuk molomologurita juga.
Doa ku menyertai kalian dlm memprjuangkan bangsa dan Tanah Air Papua, Meeeeeerrrrrrdeeeeekaaaaaaaaaaa
Laporkan

namablack girl
tanggal23-09-05
pesanTeman-teman jangan pusing dengan komentar akut papua. dari komentarnya itu sepertinya akut papua itu terlalu berjiwa etnosentrisme/sukuisme terlalu kuat.

karena jiwa etnosentrismenya kuat sehingga apa yang dilakukan oleh Jap selosa walaupun itu salah tetap dia bilang itu benar, dan bela mati-matian. itu kenapa yach ? karena sama-sama akut kah ?. jadi sebenarnya dia itu seperti orang bisa melihat tapi pura-pura buta.

Salam buat molomologurita, papuason, putra numbay. Macam sa su tra lihat freelife pu komentarkah! dimana freelife kah ?
Laporkan

namaputra numbay
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanAkut papua,
Ko mantap. sa salut deng ko pu pernyataan tuh. sebenarnya ko juga harus dapat gelar DOKTOR, karena ko pu pemikiran itu sangat cemerlang, dan kalo bisa sa mo bilang pace Gub kalah dari ko.

Ko sekolah dimanakah?
ko pu sekolah itu harus diperhatikan tuh, karena telah berhasil mendidik orang pintar seperti ko. kalo bisa bilang pa gubernur bantu dana untuk dukung ko pu sekolahkah.. deng de pu guru guru pu gaji lagi.

semoga cepat datang masa pencerahanmu, itu saja harapanku bagimu, akut papua.
Laporkan

namaakut_papua
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesansalammm.... !
saya senang atas tanggapan teman-teman dong... makasih banyak. !
kenapa pak JP solossa bisa jadi gubernur ? itu dikarenakan rakyat memilihnya. jadi kalau saya mau tanggapi pernyataan teman-teman tentang pak gub membeli ijasah itu alasan yang tidak tepat, karena orang bisa jadi DR, Prof, dll itu karena kita belajar dan memahami program yang dimaksud. kita jangan menipu diri kita sendiri , bahwa sebenarnya pak JP.Solossa telah membawa kedamaian di tanah papua, beliau orangnya nasionalis, papua aman terkendali. contoh beliau telah berhasil adalah :
1. papua aman
2. masyarakat hidup tenang
3. tidak terjadi kekacauan
4. papua berkembang pesat , walau hanya 3 tahun saja
5. banyak mahasiswa yang kuliah di luarnegeri , termasuk sekarang banyak mereka yang kuliah S2 maupun S3.
6. dan masih banyak yang lainnya

tidak mungkin kita membangun hanya dalam waktu 3 tahun saja GBU Papua
smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie
Laporkan

namaPapuason
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBERI KEADILAN UTK PUTRA-PUTRI TERBAIK PAPUA.

Beberapa teman baik dari Unipa dan Uncen yang ambil program DOKTORAL di ANU (Australian National University)di Canberra,Australia berceritera bagaimana sulitnya mereka untuk mendapat beasiswa dari pemerintah daerah/gubernur. Berbulan-bulan teman ini harus pulang balik Manokwari-Biak-Jayapura, hanya untuk mencari kepastian cairnya dana beasiswa.
Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, mestinya ada team khusus yang credible apakah dari P&P/pemerintah daerah yang khusus memantau, men-follow-up dan meng-evaluasi setiap candidate yang akan menerima beasiswa. Sehingga team ini setelah menerima semua persyaratan dari candidate di ACC kepada pihak pemberi beasiswa agar di cairkan segera.
Cara lain, pemerintah daerah bisa lebih pro-aktif dalam mempersiapkan PUTRA-PUTRI TERBAIK PAPUA setiap tahun. Secara terbuka buatlah satu tantangan bahwa di siapkan beasiswa untuk program S1, S2, S3 bagi mereka yang memenuhi syarat. Saya jamin dalam kurung-waktu 5-10 tahun kedepan, Papua akan menghasilkan PUTRA-PUTRI PAPUA yang handal yang dapat membangun PAPUA ke masa depan yang cerah.
Kerinduan hati saya, satu waktu system pendidikan di Papua bisa bertaraf International, baik TK(Kindergarden), SD(Primary School)year 1-6, SMTP(Junior High School year 7-9), SMU(Senior High School year 10-12), sampai Uni yang semua ijazahnya di akui di dunia International.

Adakah pejabat dng visi ini?
Neh.. aya ine kofnak monda.

Papuason
Laporkan

namamolomologurita
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSalama hangat dari saya molomologurita,

Saya mau bilang kita tidak usah tanggapi itu pace akut_papua de pu pendapat.. itu seperti pendapat anak SD yang tahan kelas sampe berkali-kali..

Buat Pace Putra Numbay, Om John, Black Girl, Papuason, kita mengerti saya sudah eee.... hehehehe..

Tabea Mofa,

Laporkan

namaOm John Psar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMemang so ada satu Putera Papua yg telah beraih meraih gelar DOKTOR dari dana OTSUS tetapi itu khan belum obyektif. Karena Putera Papua pertama peraih gelar DOKTOR dari dana OTSUS itu adalah tak bukan dan tak lain Mr. JP Salossa, Gubernur Provinsi Papua. Jadi dia bikin Otsus di Papua, buat SK Beasiswa OTSUS utk dirinya sendiri sbg penerima pertama dan membuktikan kpd rakyat bhw berkat dana Otsus dirinya meraih gelar DOKTOR dalam waktu sesingkat-singkatnya dengan predikat CUMLAUDE. He-he-he sama saja tra usah sekolah kalau pada akhirnya gelar itu diberikan oleh diri sendiri kepada diri sendiri. Ini namanya tra objektif kah ???? He-he-he ade2 mahasiswa dong yang lebih tahu. Om tidak bermaksud kritik Mr JP Salossa tetapi Om hanya ingin agar jangan cuma gubernur Papuanya saja yang diekspos. Kalau boleh cobalah ekspos rakyatnya yang bukan dari kalangan pejabat atau birokrat.

Salam Ikan Julung buat Om Cepos

smilie smilie smilie smilie
Laporkan

namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanUSUL UNTUK OM CEPOS
Om John ada usul ini. Bagaimana kalau CEPOS mengadakan wawancara khusus dengan DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN PROVINSI PAPUA (P & P) KHUSUSNYA bidang DIKTInya ttg berapa jumlah anak Papua yg telah/sedang dibiayai oleh dana OTSUS khususnya yg mengambil program DOKTORAL didalam dan di luar negeri. Biar kitong tahu siapa saja yg sdh dibiayai dan bagaimana prestasi mereka serta siapa yang sudah dekat selesai dalam waktu dekat ini. Supaya adil dan jujur, CEPOS juga harus bisa mewawancara langsung para penerima beasiswa tersebut agar mereka juga secara jujur mengemukakan pendapat mereka pribadi apakah mereka merasa bahwa dana OTSUS ini benar2 bermanfaat ataukah ada permainan2 kongkalikong oleh pihak Dinas P & P Papua seperti yang Om John so dengar tiap hari di Pasar2 dan di terminal2 dimana dong cerita2 ttg kebobrokan Dinas P & P Papua yang katanya merupakan singkatan dari Dinas Penipu dan Pencuri Provinsi Papua. He-he-he betulkah??? . Om John yakin ini tidak akan sulit dilakukan. Om John yang cuma jual ikan di Pasar Sanggeng saja bisa akses internet. Apalagi kitong punya anak2 Papua yg kuliah Doktor di Jakarta dan di Luar Negeri. Pasti dong lebeh canggih dalam hal komunikasi dengan CEPOS.

BERSAMBUNG

Laporkan

halaman 464 dari 543 << selanjutnya < 461 462 463 464 465 466 467 > terakhir >>