pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaPapuason
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBERSAMBUNG...

2. Mentalitas adalah salah satu masalah yang menjadi problem utama, kenapa hampir semua program yang ditawarkan oleh pusat tidak ada hasil yang real? bagaimana meng-handle keuangan, keluarga? Ada pejabat yang kerjanya cari muka di pusat supaya kedudukannya aman, ada pejabat di Jayapura punya istri, tapi di Jakartapun tidur dengan wanita-2 pelacur dengan dalil...melepaskan ketegangan...!
Ada pejabat yang rumahnya besar-besar di Jakarta dan Bekasi yg harganya milyaran. Sedangkan masyrakat di Papua banyak yang untuk makan pagi saja susah, atau nasi kosong dengan teh manis. Siang tahan lapar, malam cuma keladi dan sayur kangkung atau daun petatas.

Mentalitas pejabat perlu dirobah kalau tidak, apapun program yang di jalankan tidak akan ada hasil karena akan stuck/mentok/tidak jalan.
Gantikan para pejabat yang tidak becus mentalnya, karena akan menjadi benalu yang memakan habis sendi kehidupan orang Papua.

Iyo...kam yang lain kasi tanggapan sudah, sa stop dulu lain waktu sambung lagi.

Salam untuk Om Jhon di Pasar Ikan Sanggeng, Putra Numbay, freelife, Pakomis, Nona Padaido...rindu pulau Mapia ka? pantai Paray?
ade George, dan semua....nya!

Papuason


namaPutra Numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanNeh ade nona padaido eh.

Kaka baru tau nih,ade pu asli juga keluar, eh...
insos ko brangkat.
Tapi jangan ko tuding sa pu ade manis begitukah?
Soalnya kalo George de marah lagi, bisa bahaya tuh.Nanti de pu kaka ini tara bisa tenang oh.

Salam manis sudah untuk Ade nona deng ade George.

Tuhan Yesus Berkati kam dua dalam segala tugas dan kegiatan sehari hari.


namaPapuson
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSalam..
Terima kasih PAKOMIS untuk memberi kesempatan bisa ikut menanggapi pernyataan Gubernur Papua tentang OTSUS yang katanya adalah JAWABAN BAGI RAKYAT PAPUA.
Pernyataan tsb membuat saya tertawa sinis...dalam sikap pesimis. Beberapa hal mendasar yang saya lihat membuat makin pesimistis di karenakan:

1. OTSUS hanya proyek sekelompok orang untuk mendulang emas, memperkaya diri sendiri, keluarga dan kelompok. Tidak adanya Political Will dari para pejabat di Papua untuk masyarakat secara umum, karena yg dipikirkan OTSUS berarti uang mengalir deras ke saku pejabat bukan untuk kesejahteraan rakyat. Yang merasakan nikmatnya OTSUS adalah orang2 dekat para pejabat. Salah satu contoh, saya kenal seorang teman lama yang notabene adalah keluarga dekat gubernur Papua, hampir tiap hari kerjanya nongkrong(bhsnya org jawa) di kantor gubernur untuk minta dana. Hari ini kalau sdr. lewat Weref mau ke Hamadi, lihat sebelah kanan jalan dibawah gunung ada rumah tingkat dan besar itulah hasil OTSUS untuk keluarga.
Bahkan teman ini pernah approach saya waktu kita ketemu beberapa tahun yg lalu di Manokwari dalam sebuah konferensi, ada DR. Agus Sumule dengan presentasi OTSUSnya. Waktu itu, saya diundang untuk bicara soal Dampak Globalisasi, ia ingin buka rumah sakit, minta kerja sama dengan rumah sakit di luar negeri, ia minta tolong jadi mediator. Itulah OTSUS semakin biasa..hidup menumpang dikecurangan..sadarlah kau..cara hidupmu..yg hanya menelan korban yg lain..



namaNona Padaido
tanggal05-10-05
pesanGeorge,
saya berpikir...kenapa anda tdk memberikan komentar atau sanjungan anda dari awaluntuk pakomis waktu pakomis menulis tentang ucapan gubernur itu(yg dikarenakan saya bacanya terburu2), karna setahu saya batang hidung anda tdk ada di guest book waktu itu untuk sanjungan anda pd pakomis, setelah saya di tertawakan sama pakomis, baru... batang hidung anda nongol dan ikut2an mengatakan saya sama dgn molomologurita.
Kesimpulan saya anda adalah kambing congek itu kata kami org jawa, dan saya merasa org seperti anda gampangan.
Itu hanya pendapat saya, cuuup...cuuuup...cuuuup...cuuuup...caaaaaayaaaang caaayaaaaaang


namaPutra Numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanDan hal ini bukan tidak mungkin tetapi sedang terjadi. dan kalo ini akan menjadi bagian dari kehidupan ditanah papua, maka otomatis tanah perjanjian akan menjadi tanah peperangan.
Sejarah orang papua dalam kerangka kehidupan di Indonesia, menurut R.Osborne, dimulai dari sidang BPUPKI pada tanggal 19 Agustus 1945 untuk menentukan batas wilayah NKRI. Dalam sidang itu terjadi percakapan antara dua pemimpin besar sebagai berikut;
Soekarno : Batas wilayah Indonesia harus mencakup sampai kedataran bagian barat pulau yang disebut Papua.
Hatta : Mengurus Indonesia yang Austronesia saja kita sudah tidak sanggup, apalagi ditambah Papua. Biarkanlah mereka mengatur negaranya sendiri, lagipula mereka adalah bangsa melanesia.
Soekarno: Kita tidak memerlukan manusianya, tetapi yang kita perlukan adalah SDAnya.
Pendritaan adalah bagian dari pengerukan tanah papua. dan hal ini tidak disadari oleh para putra papua yang menjadi pejabat dan penjilat pantat Jakarta.

uuuuhp...
(Su terlalu banyak sekali komentar saya, nanti baru kita lanjutkan sudah eh.., pa kumis)


namaputra numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanDalam hal ini, Solosa dengan ungkapannya itu hanya mau menyenangkan pemerintah jakarta guna mengamankan posisinya dalam pemilihan berikut.
Tetapi sebagai putra/i yang memiliki tanah papua kita sudah tahu dengan benar apa dan bagaimana kebenaran sejarah integrasi Papua ke NKRI. dan karena itulah sampai hari ini orang papua meminta dngan rendah hati, kalo Indonesia merasa bahwa tidak ada yang keliru dan salah dengan sejarah papua,mari kita duduk dan dialog untuk melihat kebenaran itu. Gubernur jangan hanya melempar batu sembunyi tangan, kalo bisa fasilitasi dialog dan kita bicara dari hati ke hati untuk melihat sejau mana kebenaran sejarah Indonesia dibandingkan dengan sejarah integrasi versi orang Papua.
Solosa sebagai seorang putra Papua yang menjabat gubernur tanpa sadar dengan ungkapannya itu telah memuluskan rencana penempatan pasukan diPapua yang mana sudah bisa diprediksi bahwa akan ada pembunuhan lagi ditanah perjanjian yang kita cintai bersama.
Jadi kalo saya mau bilang. Banyak kali kita gila dengan jabatan akhirnya melupakan pengorbanan orang tua. lebih lagi kita melupakan kebenaran sejarah hanya karena sesuap nasi. Hal ini sangat membahayakan, hak kesulungan bisa berpindah tangan hanya karena ketamakan kita akan materi. Esau menjual haknya kepada Yakub demi sepiring kacang merah. Bisa jadi orang Papua telah menjual hak kesulungannya hanya karena Otsus dan MRP,
Bersambung..


namaputra numbay
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanPa Kumis,
Sa pikir ungkapan pak gub itu hal yang wajar bagi seorang pejabat NKRI. Persoalan itu benar atau tidak itu bukan soal. Yang menjadi bagian penting untuk kita ketahui adalah dalam berpolitik tidak ada benar atau salah, yang ada hanyalah kepentingan. Kepentingan bisa menghalalkan segala macam cara,sekalipun itu harus mengorbankan kebenaran sejarah. Dan penipuan sejarah adalah bagian yang menjadi identitas Indonesia sejak berdiri hingga saat ini.Pemerintahan ganti pemerintahan banyak sudah sejarah bangsa Indonesia yang dimanipulasi hanya untuk kepentingan sesaat. Rasa menghormati hanya sebuah lip service yang diajarkan kepada anak SD tetapi menjadi sebuah tingkah laku yang menyenangkan dan membanggakan bagi pemegang kekuasaan negara diIndonesia. Suharto tidak menghargai Soekarno, tetapi dengan memanipulasi sejarah dan mengatakan bahwa Sokarno ikut bertanggungjawab atas peristiwa G30SPKI yang mana menurut kebenaran sejarah itu hanyalah penipuan Soeharto, Megawati tidak menghargai Gus Dur, Habibi di hina karna melepaskan Tim Tim hanya karna kebenaran sejarah yang mengakui bahwa Tim Tim bukan bagian dari bekas jajahan belanda untuk menjadi bagian Indonesia.
dan masih banyak lagi penyangkalan kepada kebenaran sejarah yang sengaja dibutakan oleh para pejabat. demikian hal itu telah menjadi bentuk dari satu kriteria untuk menjadi pejabat negara diIndonesia.
Bersambung.......


namaGeorge
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBerita yang Pa Komis sampaikan disini ini sangat bagus. Pernyataan Gubernur Papua ini saya lihat sepertinya de kurang begitu tahu apa yang menjadi inti aspirasi tong masyarakat.

Mungkin selama ini de hanya tahu baca pidato yang disusun oleh de pu staff.. juga mungkin de tra pu ide yang jelas untuk tiap isu yang berkembang di Papua.... indikasi ini bisa menandakan Gubernur kita Perlul untuk BANYAK BELAJAR LAGI!!!!!!

Truss buat NONA PADAIDO... AKHIRNYA NONA MENGIKUTI JEJAK molomologurita hahahahahaha..... BECAREFUL NONA!!!!



namaPAKOMIS
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSAMBUNGAN AKHIR

Sebenarnya yang bikin saya geli-geli itu pernyataan Gubernur Papua berikut ini:
Selain itu, JP Solossa juga menyatakan setidaknya ada empat hal yang menyebabkan masyarakat ingin memisahkan diri NKRI yakni proses disintegrasi yang terjadi pada tahun 1969 (Pepera) yang mana saat itu, merupakan suatu proses keputusan politik melalui perundingan lewat perundingan majelis umum PBB antara pemerintah indonesia dengan Belanda.
Selain itu, ia juga mengatakan politik identik dengan kesepakatan. Nah ini kalau ada yang melanggar komitmen itu bisa tidak loyal kembali, saya contohkan Pemilu ada partai yang koalisi tetapi kemudian menarik diri kembali, kata Solossa mencontohkan.

NAH BAGIAN INI YANG SAYA INGIN DENGAR KOMENTAR2 TEMAN2
smilie smilie smilie


namaPAKOMIS
tanggal05-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHe-he-he,
Nona Padaido… Nona punya komentar sangat bagus dan saya kaseh nilai 100 buat nona punya pendapat. Perlu saya kaseh koreksi sedikit bahwa dari tiga halaman komentar yang saya tampilkan itu, pendapat pribadi saya sedniri hanya tercantum pada PEMBUKAAN dan PENUTUP dari keseluruhan isi komentar tersebut. Isi dari halaman 1 sampai dengan hal 3 adalah komentar Bapak Gubernur Papua yang dimuat dalam edisi Cepos hari Senin tgl 3 Oktober 2005 dengan judul OTSUS MERUPAKAN JAWABAN BAGI MASYARAKAT PAPUA. Maksud saya menampilkannya didalam kolom buku tamu ini adalah supaya orang-orang kritis macam Nona Padaido, Putra Numbai, Freelife, George, Om John Pasar Ikan Sanggeng, Papuason, Anak Adat Papua, Molomologurita bisa menilai dan mungkin bisa kaseh komentar2 sedikit ttg pernyataan2 beliau. Ternyata harapan saya terkabul. Nona Padaido adalah orang pertama yang mengomentari komentarnya Gubernur Papua (bukan komentar saya, PAKOMIS). Mogamoga anda tra salah sasaran seperti Molomologurita yang bermaksud kritik Nely S Karubaba dalam salah satu komentarnya di buku tamu ini tetapi malah salah semprot Nona Padaido. He-he-he. Tetapi saya mengucapkan terima kasih atas komentar Nona.

LANJUT


halaman 461 dari 552 << selanjutnya < 458 459 460 461 462 463 464 > terakhir >>