| pesan | Hal ini mendorong mereka untuk semakin mencari tahu kebenaran mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di Papua dan secara tidak langsung mendidik para politisi akan kebenaran itu sendiri.
Sementara itu delegasi pelobby Bangsa Papua bergerak bermodalkan beberapa ratus dollar (hasil sumbangan) keliling melakukan kunjungan ke berbagai lembaga penting di Washington DC dan New York. Dalam perjalanan ini delegasi lobby Papua selain mengupdate situasi Papua agar dapat dijadikan sebagai bahan tatkalah menghadapi manipulasi “serangan” pelobby Indonesia tersebut. Apa hasilnya? Delegasi Papua kembali di yakinkan oleh berbagai pihak pengambil keputusan bahwa kita menang secara politik. Argumentasinya sederhana bahwa kita berada di pihak yang benar dan Indonesia sedang berusaha menipu dunia. Dalam konteks ini, sangat tepat kata-kata Benny Wenda didepan Congress Partai Nasional Wales, Inggris minggu lalu bahwa Indonesia takut pada kebenaran. Jadi, siapapun yang dikirim kesini termasuk orang Papua, kebenaran itu tidak akan perna bisa ditutupi sebagaimana diakui oleh mantan Presiden BJ Habibie tatkalah melantik sejumlah Duta Besar termasuk Barnabas Suebu, tahun 1999 di Jakarta. Dan saat ini kebenaran itu sudah diakui dimana-mana dan itulah yang membuat Indonesia semakin takut akan kehilangan Papua. Anehnya, penguasa nusantara tidak mengoreksi diri tetapi selalu menyalahkan pihak lain sebagai provokator. Bersambung.... |