pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesankita ikuti bahwa bukannya melaksanakan otonomi khusus malahan membagi Papua menjadi beberapa Propinsi. Dipihak lain ditengah segala daya upaya masyarakat menciptakan Papua Tanah Damai, Pemerintah terus menambah pasukan. Mendengar pertanyaan setajam itu, Presiden seakan kehilangan akal tidak tahu bagaimana menjawab. Jawabannya bahwa kebijaksanaannya adalah menerapkan Otonomi Khusus dan mengenai militer beliau mengatakan bahwa tidak ada penambahan pasukan yang terjadi adalah cuma rotasi biasa. Ia menambahkan bahwa masalah Papua berbeda dengan Acheh yakni bahwa di Papua bukan masalah keamanan (sebagaimana di Acheh) tetapi masalah (di Papua) politik. Sebagai orang yang terkenal pintar tentu saja ia tahu bahwa sebagian besar dari orang-orang yang ada didalam ruangan yang terbatas ini mengetahui bahwa mereka tahu yang sebenarnya, tapi sekali lagi Presiden seakan dihadapkan pada buah simalakama. Bila ia jawab secara jujur artinya ia menyalahkan Pemerintahan Megawati dan dirinya sendiri sedangkan bila tidak maka ketahuan bahwa ia membohongi public (paling kurang bagi mereka yang ada didalam ruangan itu). Ia kehilangan kata-kata sehingga Presiden sampai diingatkan oleh moderator seorang bekas Dubes Amerika untuk Indonesia bahwa Presiden belum menjawab soal militer di Papua.


namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesan. Apalagi sejumlah sumber yang dekat dengan pengambil keputusan menegaskan bahwa banyak politisi di Amerika yang tahu soal Papua berpikir mengenai cara terbaik selesaikan soal Papua tanpa merusak hubungan baik antara Indonesia dan Amerika.

Sekedar contoh dari kekuatan kebenaran dalam diplomasi di tingkat dunia saya hendak ceritakan satu pengalaman dari sebuah pertemuan yang saya ikuti baru-baru ini di kota New York. Saya mendapat undangan untuk ikut dalam pertemuan di Council and Foreign Relation/CFR dengan Presiden Yudoyono. Dalam pertemuan ini Presiden Yudoyono mempresentasikan dalam bahasa Inggris yang sempurna karya agungnya mengenai gencatan senjata dengan Gerakan Acheh Merdeka. Dan apapun perbedaan politik hasil itu memang merupakan suatu prestasinya sebagai seorang Jendral Indonesia yang cerdas dan lihai baik secara militer namun juga politik. Nah, soalnya muncul ketika sampai pada pertanyaan. Penanya pertama yakni seorang pejabat tinggi dari lembaga pemikir yang amat sangat berpengaruh di kota ini membuka dengan meminta penjelasan dari Presiden mengenai kebijaksanaannya di Papua belajar dari pengalaman Acheh tersebut. Karena, sambung si penanya,
Bersambung.....


namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHal ini mendorong mereka untuk semakin mencari tahu kebenaran mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di Papua dan secara tidak langsung mendidik para politisi akan kebenaran itu sendiri.

Sementara itu delegasi pelobby Bangsa Papua bergerak bermodalkan beberapa ratus dollar (hasil sumbangan) keliling melakukan kunjungan ke berbagai lembaga penting di Washington DC dan New York. Dalam perjalanan ini delegasi lobby Papua selain mengupdate situasi Papua agar dapat dijadikan sebagai bahan tatkalah menghadapi manipulasi “serangan” pelobby Indonesia tersebut. Apa hasilnya? Delegasi Papua kembali di yakinkan oleh berbagai pihak pengambil keputusan bahwa kita menang secara politik. Argumentasinya sederhana bahwa kita berada di pihak yang benar dan Indonesia sedang berusaha menipu dunia. Dalam konteks ini, sangat tepat kata-kata Benny Wenda didepan Congress Partai Nasional Wales, Inggris minggu lalu bahwa Indonesia takut pada kebenaran. Jadi, siapapun yang dikirim kesini termasuk orang Papua, kebenaran itu tidak akan perna bisa ditutupi sebagaimana diakui oleh mantan Presiden BJ Habibie tatkalah melantik sejumlah Duta Besar termasuk Barnabas Suebu, tahun 1999 di Jakarta. Dan saat ini kebenaran itu sudah diakui dimana-mana dan itulah yang membuat Indonesia semakin takut akan kehilangan Papua. Anehnya, penguasa nusantara tidak mengoreksi diri tetapi selalu menyalahkan pihak lain sebagai provokator.
Bersambung....


namaPapua Merdeka
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanTo om John dan teman teman sehati & seperjuangan.
penggalan cerita perkembangan UUHR6201 berikut ini kiranya menjadi motivasi untuk membangun semangat nasionalisme kita.

Menjelang massa sidang musim gugur hingga saat ini (awal October 2005) HR 2601 ini mendapat perhatian luar biasa di Amerika. Karena tidak kurang dari Presiden Yudoyono sendiri memimpin rombongan ke Amerika melakukan lobby secara besar-besaran menggerakkan segala daya upaya untuk membendung persoalan Papua menjadi Undang-Undang. Belum lagi jaringan pelobby dari Amerika sendiri yakni mulai dari Kedutaan Besarnya, beberapa anggota Parlemen yang masuk dalam Indonesia Caucus, Lembaga-Lembaga Pemikir dan persahabatan macam USINDO (US-Indonesia Society) yang beroperasi dengan uang yang antara lain berasal sumbangan perusahaan-perusaaan Amerika yang beroperasi macam Freeport dan British Petroleum. Tidak hanya itu, Indonesia juga membayar beberapa pelobby professional seperti Senator kenamaan Bob Dole dari Partai Republik yang kalah dalam pertarungan memperebutkan posisi Presiden beberapa tahun lalu. Semua lobby ini pada satu sisi memang bisa saja menggagalkan soal kita masuk dalam Undang-Undang Amerika. Tapi pada sisi lain justru mempromosikan persoalan kita di Amerika dan memperkuat kemenangan kita dari sisi politik saat ini secara hukum dikemudian hari. Karena dengan diturunkannya tim besar-besaran ini para politisi Amerika justru semakin sadar bahwa ada soal di Papua.
bersambung...


namaMolomolokais
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanUpppss..... Ternyata trada miskomunikasi. Rupanya Molomolokais pu kacamolo sebelah talapas jadi tralihat bae2 dan salah komentar. SORRRRRRRRYYYYYYYY.
smilie smilie smilie


namaMolomolokais
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanHe-he-he. Miskomunikasi lagi kah????? Kayanya tra nyambung dua message dari Nona Padaido yang bertolak belakang.
smilie smilie smilie smilie smilie smilie


namaNona Padaido
tanggal07-10-05
pesanGorge,
Enak aja bilang gue bodoh, biarpun gue ngga ada di amrik bukan berarti gue juga bodoh kayak anda, nyuwun sewu yeeeee maaaaaassss kaskado


namaNona Padaido
tanggal07-10-05
pesanHei Gorge,
Anda pintarnya sampe dimana......apakah karna anda ada di amrik jadi anda merasa diri anda pintaaar, heeeelllllll noooooooooooooo


namafebi
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBagi teman-teman yang mempunyai info tentang lowongan volunteer tolong beritau aku.Makasih


namakarabas
tanggal07-10-05
Lokasiclick picture for more information
pesanhello guys, all papuan soldiers

sa numpang promosi sa pu web spanggal ee, kam jang marah tapi kam singgah liat liat sedikit kah, jang lupa isi >
ok, sa ke pante dulu, mau balobe nanti ketemulagi


halaman 459 dari 552 << selanjutnya < 456 457 458 459 460 461 462 > terakhir >>