pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namapapuan girl
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanhello k2 disana alias di PAPUA gimana nich kabarnya??????? baek2 aja k?????? terutama k2 cepos dorank nich??????? yach.........aku sampaikan GOOD LUCK..................
GOD BLESS US ALL PAPUAN BOYS n GIRLS
Laporkan

namadia
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanbah kam orang2 papua jangan terlalu menceritakan k?????? tentang PAPUA.........nanti kam jadi ini lagi smilie smilie smilie smilie smilie smilie kita orang2 papua harus jadi ini smilie smilie smilie smilie smilie ok................ smilie smilie
Laporkan

namaIsmail R. Noy
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanPerlu adanya lembar khusus mengenai informasi IT di Papua
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanSebagai pilihan antara negara dan bangsa maka harsu ada yang dikorbankan. dan sayangnya pengorbanan itu melahirkan persoalan yang cukup serius antara mereka yang melaksanakan amanat negara dan mereka yang menderita dari kepentingan negara itu. Hal ini menjadi serius ketika HAM menjelma dalam bathin manusia yg terlanjur disakiti bertahun2. Saudara bukan lagi saudara, manusia, manusia ada kelas dan karaktersitiknya.
Dendam yang membara terlanjur membutakan manusia untuk membedakan antara nilai manusia sebagai sesama dan manusia sebagai pelaksana tugas dari pemerintah yang melihat kepentingan Negara diatas segala galanya. Intinya saya ingin katakana bahwa semua manusia mempunyai hak yang sama untuk mendapat kewajiban yang sama. Termasuk juga kawin dan dikawini. Dan menyangkut keaslian Papua berkaitan dengan Papua baru saya ingin mengatakan bahwa tidak semua orang Belanda menjajah Indonesia. Ada orang Belanda yang medidik Soekarno untuk bagaimana bisa merdeka .
Dan yang lebih penting bicara Papua harus pada porsi porsinya. Semua ada topic dan ide pokoknya. Tidak bisa asala tabrak dan membuta judgment
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanDuduk dalam pondok beratap daun dan bercelanakan kulit kayu dia menyambut dua orang kulit putih itu. Bahasa isyarat menghubungkan mereka untuk mengerti dunia dimana dia duduk dan dunia dari mana dua orang ini datang mulai terbangun. lewat salam salaman, cerita menceritakan, dan tukar menukar barang kedua insan menusia yang berbeda ini membangun relasi sebagai manusia sesama ciptaan yang maha kuasa.
Lama menjelang tahun berlalu anak ini dikirim kejawa untuk sekolah. waktu itu tahun 1930an.
Sekolah merubahnya dalam cara memandang dunia. kafir adalah gaya hidup lama bangsa yang mendiami tanah kasuari bagi dia ini. mulailah diajarkannya Tuhan dan bagaimana membaca dan menulis untuk merubah semua saudar/inya dengan pendidikan.
Namun sayang, setelah generasi berganti ditahun 1960an. mereka merubah semua yang utama dan terpenting untuk mencintai sesama dengan kepentingan nasional. kepentingan ini melihat negara sebagai yang utama dari manusia.Kepentingan negara yang berlebihan mengorbankan manusia kecil yang juga mempunyai kepentingan menurut negara itu kecil.
(bersambung)
Laporkan

namaKohoin
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTo Putra Lingkaran.
Ei ipar selamat baku dpt lagi ee, dong mungkin baru saja pulang balingkarka. Soalnya kalo ipar tdk muncul GB ini terasa sekali macanzanya. Iyo, sa dgn mace sedang duduk2 di bawa pohon buah merah yg dilindungi matoa sambil mengamati muajair2 kecilku. Ipar kalau sudah selesai melingkar jangan lupa mampir sebentar e, krn kami mau dendangkan lagu 'hai tanahku Papua'. ciao e arrivederci.
Laporkan

namaSAYA
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesan(sambungan)

Dan juga, kalo mo bicara tentang “Ras” asli, bukankan tong semua (penduduk bumi) berasal dari nenek moyang yang sama, yaitu keturunan SEM, HAM, dan YAFET, yang berasal dari satu babak – setelah zaman Air Bah? Penduduk Papua sendiri (yang tong bilang asli), dong punya nenek moyang dari mana ka?? – Teman-teman yang kuliah di antropologi lebih tahu dari saya tentang hal ini (penyebaran ras di dunia), jadi dong daja yang jelaskan sudah e……

Jadi sa pu kesimpulan, tong perlu hormati dorang yang berjuang mempertahankan budaya asli Papua (walaupun yang tong bilang asli sekarang ini belum tentu “asli” dulunya) – saya termasuk kelompok pertama ini. Pada saat yang sama juga, tong perlu sadar kalo mereka yang memilh kawin dengan orang non-Papua memilih yang terbaik menurut pemikiran dan pertimbangan mereka – keputusan tersebut adalah hah mereka, dan itu adalah hal yang wajar. Menginginkan perubahan dan mengikuti perubahan adalah hal yang baik, sejauh hal itu berguna bagi diri sendiri dan orang lain – saya pun termasuk kelompok yang kedua ini.

Blessings,

SAYA

PS: Mohon maaf kalo sa pu tulisan terlalau panjang.
Laporkan

namaSAYA
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesan(sambungan)

Bahasa Inggris dulunya belum ada. Old English sendiri dipengaruhi oleh gelombang invasi; bahasa Scandinavia pada abad ke-8 dan 9, dan Norman pada abad ke-11. Lalu Old English berkembang (menalami perubahan) menjadi Middle English pada Abad ke-12. Lalu, ……. (Well, I don’t mean to give a long lecture here; therefore, I leave the rest to our brother, Putra Numbay, who is a linguist. Putra Numbay, if there is any mistake, please do give corrections – you know this better than I do).

Sa pu maksud kasih contoh di atas hanya untuk memperjelas sa pu “point”, bahwa segala sesuatu itu berubah (Hanya Tuhan yang tidak berubah, betul ka tra??). Torang sekarang yang duduk buka mata lebar-lebar di depan computer sekarang ini sendiri telah ikut arus perubahan tersebut. Apakan pake internet (email, GB, dll) adalah torang pu cara/budaya asli berkomunikasi yang diturunkan oleh tong pu nenek moyang dulu ka?? Juga, tong yang sekarang rajin ke Gereja, bukankah itu bukti kalo tong sendiri tidak menjaga apa yang orang sebutkan sebagai budaya asli Papua, “animisme”??

bersambung...
Laporkan

namaSAYA
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanHormat buat sobat semua,

Menarik sekali diskusi kali ini tentang “menjaga keaslian Papua”. Saya berpendapat bahwa apa yang semua saudara sampaikan benar, tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Ada baiknya kita menjaga “keaslian” Papua secara fisik, akan tetapi terlebih baik jika kita mencintai setiap orang tanpa memandang muka.

Sa punya beberapa saudara kandung, beberapa dari mereka memilih untuk berkeluarga (married) dengan orang “asli” Papua, tapi beberapa dari mereka memilih untuk menikah dengan orang dari luar Papua. Walau beberapa dari sa pu ipar dorang bukan orang Papua asli, dong pu hati baik sekali, sebaik sa pu ipar yang asli Papua. Dong semua mengasihi dong pu keluarga, dan juga sa pu keluarga besar. Bukankah itu yang terpenting??

Lagipula, berbicara tentang “keaslian”, adakah budaya di muka bumi ini yang benar-benar asli ? Bukankah budaya itu selalu berubah? Jangankan budaya yang berkaitan tentang cara berpakaian, makanan, tarian, nyanyian, dan kebiasaan lainnya, yang namanya “bahasa” pun berubah. Misalnya saja keberadaan bahasa Inggris -- bahasa Inggris yang sekarang (Modern English) dan Early Modern English berbada dengan Middle English, bahkan lagi, jauh berbeda dengan Old English.

bersambung........
Laporkan

namaKohoin
tanggal30-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTo Freelife- Nanemaco.
Sobat trims berat untuk kamu dua pu umpan balik tu, sa rasa diteguhkan ibarat pohon matoa. Sa nikah dgn mace Jawa krn sa tra mampu bayar belis perem Papua yg sesuku dgn Kanakameri & bakit (utk bakit salam kenal juga e..). Bo...ipar Kanakameri yg pangaruka!! Salam persaudaran-persaudarian.
Laporkan

halaman 107 dari 543 << selanjutnya < 104 105 106 107 108 109 110 > terakhir >>