| tanggal | 02-03-07 |
| pesan | ........ lanjutan PRIMITIF BUKAN BERARTI BODOH Pemahaman kata ”primitif” itu tidak mengandung pengertian – negatif. Manusia primitif 2.000 ribu tahun lalu bisa membangun kota-kota megah [di Timur Tengah, China dll] dengan menggunakan peralatan primitif. Maksudnya, mereka itu memiliki otak yang cemerlang tapi menggunakan peralatan yang sederhana. Jadi, primitif itu bukan berarti dungu/goblok/bodoh. Dewasa ini terdapat kelompok-kelompok manusia di Eropa yang ingin hidup seperti 2.000 tahun lalu. Mereka banyak kelihatan pada musim panas di lokasi-lokasi tertentu, umpamanya di pantai. Ada sebuah aliran dari mereka-mereka ini yang dikenal dengan sebutan kaum nudist (nudisten, bhs Belanda) yang percaya bahwa telanjang tubuh terhadap sinar matahari adalah sehat. Ketika saya berlibur ke kepulauan Kanari (sebelah barat Maroko, Afrika Utara) saya menemui kelompok-kelompok manusia Eropa yang hidup di gua-gua beberapa pantai. Mereka telanjang dan hidup di dalam situasi primitif, maksudnya tidak menggunakan listrik, kulkas, televisi, mobil dan lain-lain. Mereka juga bercaya bahwa dengan menggunakan peralatan hasil ciptaan industri modern, mereka akan ikut merusak lingkungan hidup. |
| tanggal | 02-03-07 |
| pesan | ........ lanjutan PRIMITIF BUKAN BERARTI BODOH Musibah alam seperti tofan, gempah bumi, erupsi vulkanik dewasa ini diyakini kelompok-kelompok primitif di Eropa sebagai musibah yang diakibatkan oleh industri modern yang menghembuskan ribuan ton gas CO2 ke udara setiap hari sehingga terjadi naiknya temperatur bumi (panas global) yang pada gilirannya mengakibatkan perubahan iklim secara ekstrim. Untuk mempertahankan keselamatan planit bumi ini dari malapetaka lebih lanjut, maka kelompok-kelompok manusia Eropa tadi secara ekstrim memilih untuk hidup secara primitif. [Baca juga Workers World di internet tentang para ilmuwan yang membenarkan apa yang selama ini dicurigai oleh banyak orang bahwa ada hubungan antara panas global dengan meningginya aktvitas seismik yang mengakibatkan gempah bumi dan erupsi vulkanik]. Jadi...., adik Joan. Kata ”primitif” itu tidak usah diinterpretasikan sebagai kedunguan/kebodohan/ketololan/goblok, tapi harus dipahami sebagai sesuatu yang mengandung arti – kesederhanaan yang alami. Okay. Semoga bermanfaat...... dan belajarlah baik-baik supaya bisa menjadi pemimpin negara di kemudian hari. (simopiaref@hotmail.com)* |
| tanggal | 02-03-07 |
| Lokasi | |
| pesan | MAAF Saya minta maaf kalo saya pake kata-kata yang kasar didalam tulisan dibawah ini. |
| tanggal | 02-03-07 |
| pesan | MAJU TRUS Saya tra pernah tulis sesuatu di dalam Buku Tamu ini, tapi saya rajin membacanya karna di sana ada beberapa tulisan yang sangat bermanfaat. Saya juga jadi anggota dari beberapa mailing-list Papua lainnya dan suka baca disana. Maaf, karena saya juga harus sembunyi identitas dengan pake nama samaran di dalam Buku Tamu ini, tidak sama dengan pace Ottis yang slalu brani pake nama sendiri. Kepada kakak senior Ottis, sa mo bilang....... ko maju trus saja. Saya sungguh yakin bahwa tidak ada orang Papua yang tidak ingin bebas. Saya sungguh yakin bahwa pace ko masih punya tujuan mulia yang sama dengan kitorang. Berbeda-beda perahu, berbeda-beda arah, tapi satu tujuan sepert pace ko sendiri su bilang to...., Ada Banyak Jalan Ke Roma. Pohon yang tinggi selalu diterpa angin kencang terlebih dahulu dibanding pohon-pohon yang rendah. Pace ko dengan kitorang pun teman-teman dorang di depan sana pasti selalu akan dihantam angin ribut. Jadi kamorang harus tetap tabah. Tempo hari kitorang tuduh Theys Eluay bahwa dia jilat Indonesia dorang pu panta, tapi waktu dia dibunuh, kitorang semua datang menangis seperti buaya, artinya kitorang pura-pura menangis...to..? Sudah...... Kamuorang tulis dan kritik satu topik baru yang menarik lagi supaya saya mau baca. Jangan pusing dengan Oridek yang tra tahu tulis tapi hanya pintar maki-maki. Oridek, ko stop sudah dengan ko pu drom kosong itu. |
| tanggal | 01-03-07 |
| pesan | Untuk WHO GUYS & JOAN Terimakasih banyak atas komentar positifnya. Kepada adik Oridek, saya mengucapkan juga banyak terimakasih atas komentarnya. Tuhanlah yang akan menjawab semuanya kepada pribadi kita masing-masing karena disana ada pengadilan terakhir. Tuhan mengetahui rahasia setiap manusia. Jadi adik Oridek tidak usah gusar atau takut, karena kalau saya bersalah/berdosa, maka Tuhan akan mengadili dan menghukum saya. Setuju dengan komentarnya Who Guys bahwa "...kita semua jangan saling menggunjing, menjelekkan orang lain. Kalian pikir diri kalian yang lebih bagus dari orang yang kalian bicarakan? Tidak. Disini bukan tempat u/ memböngkar kejelekan Orang lain. Tau diri siapa diri kita, sebab kita pernah membuat kesalahan. U/ itu kita seharusnya berkaca.Oke" Thanks sekali lagi untuk Who Guys. Joan yth.... Soal bahasa daerah, saya sangat setuju. Saya bangga karena saya bisa berbahasa Biak dan saya akan mempertahankannya. Bersama-sama dengan teman-teman, kami sedang mendorong agar bahasa Biak dapat diajarkan di sekolah-sekolah (mulai dari SD hingga SMU). Buku pelajarannya sudah selesai dan sekarang sedang didiskusikan. Setelah ada perubahan maka akan dicetak dan digunakan sebagai buku pelajaran bahasa Biak di sekolah-sekolah di Biak-Numfor-Supiori. Marilah kita menggunakan forum ini dengan baik untuk saling bertukar pikiran secara dewasa demi masa depan Papua yang lebih baik. Pasti kita akan tiba di sana, karena ada "Banyak Jalan Ke Roma". Terimakasih Ottis |
| tanggal | 01-03-07 |
| Lokasi | |
| pesan | mat sore menjelang malam papua...!!! btw,,,to joan....!!! slm kenal juga...!!!! ![]() |