| pesan | Gajah mati meninggalkan gading,manusia mati meninggalkan nama demikianlah sebuah pepatah yang cukup usang dan lasim didengar. hakikat dari Nama yang dikenang adalah perbuatan baik yang berpihak kepada sebuah nurani dan keikhlasan hati untuk berbicara tentang kebenaran & kemanusiaan. Berbicara tentang kebenaran dan keikhlasan bukan berbicara tentang kepentingan diri sendiri, melainkan merasakan diri sebagai bagian dari sesama yang menuntut sebuah kebenaran.Tetapi ketika pemaksaan akan kehendak lebih diutamakan yang mana bertentangan dengan kebenaran sebuah kenyataan yang menjadi tuntutan sesama manusia sebagai nilai kemanusiaan, maka akan melahirkan rasa benci dan dendam permusuhan. Kalau lahir rasa benci dan dendam dalam hati manusia maka siapapun dia, setinggi apapun status sosialnya, atau sepandai apapun ilmunya. Dia dianggap sama seperti penjahat yang dalam ajaran orang kristen dikenal dengan figur Yudas. Maka itu siapapun dia, mantan rektor Uncenkah, gubernurkah, mantan tokoh agamakah, semuanya tidak lebih dari YUdas yudas tanah papua yang menggadaikan nilai kebenaran nurani & dan kemanusiaan insan papua dengan segelas anggur MRP dan setitik madu OTSUS. Tetapi doaku, diujung jalan ada pengampunan. Semoga Tuhan mengampuni kenistaan kita dan memberkati perjuangan kita menuju Papua Merdeka. |