pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namakokoda
tanggal14-11-06
pesanTo:Mhs UNIPA Manokwari
Sorry not Papua but IJB...propinsi topeng pemecah masyarakat Pribumi=Ikan Julung bote(IJB)
smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie

Sy dukung Saran anda...itu yg "B"
Lagipula mereka dosen hrs bersatu and menentang DPRD PROP IJB(Irian Jaya Barat) ala Jakarta yg sdg berencana ke LN u/ studi banding,pdhal_kan sdh ada bbrp dosen UNIPA yg pernah school di LN..... dll,mungkin dorang yg pernah di LN bisa kasih mskn, saran atau contact dongpu kampus lama u/ kasih data...bgimana cara mengembangkan SDM dll...bukannya berkelahi sesama dosen....IO sa kira begitu doloeeeee,GBU
Laporkan

namakokoda
tanggal14-11-06
pesanTo:Mhs UNIPA Manokwari
Sy dukung Saran anda...itu yg "B"
Lagipula mereka dosen hrs bersatu and menentang DPRD PROP Papua ala Jakarta yg sdg berencana ke LN u/ studi banding,pdhal_kan sdh ada bbrp dosen UNIPA yg pernah school di LN..... dll,mungkin dorang yg pernah di LN bisa kasih mskn, saran atau contact dongpu kampus lama u/ kasih data...bgimana cara mengembangkan SDM dll...bukannya berkelahi sesama dosen....IO sa kira begitu doloeeeee,GBU
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanYes, saya setuju dengan apa yang anda sampaikan, tetapi kalau kita mau melihat secara jeli akar persoalanyanya kan semua itu karena kebodohan manusia yang tidak proporsional dalam bertindak.Pemda mau 'sleep over'keh, Central government mau scared with keh, semuanya berpulang kembali kepada bagaimana human resource yang mengelolahnya. apakah tidak bisa kita buat aturan untuk mencegah kesewenang wenangan pribadi atau golongan tertentu, dn untuk hal itu saya yakin rakyat bisa dimanfaatkan untuk ikut menjaga sumber pendapatan, cuman tinggal bagaimana kita mengkombinasikan semua elemen terkait untuk satu tujuan, itu saja yang menjadi masalah.
Persoalan Pemerintah pusat, itukan persoalan basi yang dari tahun ketahun juga pasti tetap akan ada, bahkan tanpa Maraupun hal itu tetap jadi alasan, sekarang tinggal bagaimana orang Papua melihat semua itu dan memikirkan jalan terbaik untuk menyelesaikan, bagi saya jalanya bukan hanya dengan berdoa dan pasrah tetapi sekarang ini kirimkan anak anak Papua untuk sekolah keluar negri dan menjadikan masalah masalah tadi sebagai fokus study mereka, yakinlah dengan mempunyai ilmu yang cukup kita pasti bisa menyelesaikan setiap gejala dalam alam ini. tetapi pilih sekolahnya jangan ke Padjajaran, UI, UNHAS, UGM atau yang lainnya diIndonesia.
Seandainya kita bisa jalin kerjasama dengan universitas universitas besar diluar negri saya yakin barang apa yang tidak bisa diatasi, semuanya pasti bisa.

Any way, Thanks a lot buddy.
Laporkan

namaMhs UNIPA Manokwari
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanSaya mewakili teman-teman mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa UNIPA manokwari berharap kepada yth pimpinan UNIPA agar segera menyelesaikan kasus pemukulan (perkelahian) yang dilakukan oleh dosen yunior Fapertek (sosek) terhadap dosen senior (PD 1 Fahutan). peritiwa ini sangat memalukan civitas akademik UNIPA, karena sangatlah tidak etis dilakukan oleh oknum dosen yang mempunyai tugas sebagi teladan/contoh yg baik bagi masyarakat. UNIPA ada dan didirikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di tanah Papua.bukan sebagai tempat premanisasi.atau jangan2 memang Kampus UNIPA sudah berubah menjadi kampus "Preman" kah????
Laporkan

namapace amber
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanDear All,

Ipar masalah hotel Marau menurut saya bukan masalah "human resources" tapi masalah "high cost" maintanance. Pada saat itu kalau hotel Marau dikelola oleh "private sector" kemungkinan bisa survive. Masalahnya hotel tersebut milik "negeri PEMDA PAPUA" dong bikin hotel macam dong pu kantor....para pejabat daerah "sleep over" di hotel dan taggihannya minta ke kas pemda, setelah management hotel minta uang, pemda bilan kas kosong.....masalah lain yang dihadapi adalah "political issue" yang mana perbangan LA-BIAK-Bali terputus. Pada dasarnya orang bule dong suka dengan sesuatu yang natural....tourism di Bali akan mati kalau.. pernerbangan tersebut terus dibuka...dan menurut kacamata central governmnet "sangat bahaya kalau banyak orang asing di negri Papua"...nah inilah tantangan membangun negri Papua. Saya setuju pembangunannya melihat Belanda waktu membangun Papua dengan melihat pendekatan local context...ok om smilie
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTariklah pelajaran berharga dari kasus Hotel Marau, Biak. Betapa hotel tersebut sangat indah dan didirikan pada daerah yang sangat strategis untuk menghubungkan Asia, Pasifik, & Amerika. tetapi keindahan dan nilai yang berharga dari maksud didirikannya hotel tersebut hilang bersama perginya orang2 yang berjuang mendirikan hotel itu.ketika Bas suebu turun dari tahta gubernur, Maikel Manufandu ditarik ke Jakarta maka rakyat yang memiliki tanah menemui bahwa pembangunan hotel itu tidak memberikan manfaat apa apa bagi rakyat. Indahnya Marau akhirnya dihiasi dengan kotoran manusia dimana mana, bahkan gedungnya dirusakin dan miliaran rupiah menguap dalam sekejap. Seandainya dulu ada Napi atau insos yang dikirim sekolah manajemen perhotelan diluar negri sebelum hoteli itu dibangun, saya yakin dia akan melihat Marau sebagai potensi untuk membangun kesejahteraan sdra sdrinya disekitar Marau.
Kami tidak mau lagi mendengar ada orang mengatakan bahwa orang Papua bodoh dan bebal makanya mereka merusak bangunan2 indah dan mahal yg sudah bangun.
Kalaupun rakyat bertindak anarkis bagi saya 100% pemimpin yang harus disalahkan.

(Om cepos, tolong diposkan dikolom komentar)
Laporkan

namaUdikkk
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanMasa Gubernur jalan-jalan keliling luar negeri baru Tanah Sendiri tdk keliling dari ujung-ke ujung.....Aduhhh Parahhh nechh....

Coba P'ce ko trun lapangan kah...lihat dengan mata kepala sendiri situasi ke desa,kampung tuhhh masyarakattt bagaimana...?? Kasiann skaliii...torang punya Sodara2 wamena,pania dorangg masih terhilat kurang bahan pangan...SEMENTARA GUBERNUR ASYIK JALAN2 DI LUAR NEGRI SANA.....APAKAH MEMBAWA KEUNTUNGAN BUAT WARGA PAPUA...

SAMPAI KAPAN ???????


SEBAGAI MASYARAKAT KALIAN SADAR JUGA, MAKANYA JANGAN PILIH ORANG YANG TDK BISA LIHAT MASYARAKAT SENDIRI.......


SEMOGA- suKSES
Laporkan

namapace amber
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanDear all, smilie

Bagi saya...Papua mo merdeka atau tidak yang penting kitorang bisa hidup baik, bisa dapat pendidikan, kesehatan dan tingkat kesejahtreaan yang baik....OTSUS adalah pilihan yang tepat sebagai "ajang uji coba" membangun dengan context local......apalah artinya merdekan kalau situasi tidak menentu......contoh Timor Leste.. terlalu banyak disetir oleh Australia.....dan situasi tidak aman.......OTSUS jalan terbaik...namun ...perlu dihilangkan 3B(bar, bir bor) dan juga korupsi kasihan itu uang rakyat.......Okay om amber pamit dulu GBU smilie
Laporkan

namaPutra Numbay
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesanSeorang Gubernur harus bisa memahami mengapa orang Papua minta merdeka.Kalau nanti dua puluh tahun setelah masa otonomi selesai diPapua banyak perubahan seperti yang dicita citakan oleh Bas suebu seperti jalan tol, bandara international, banyak bangunan bangunan bertingkat yang mewah mewah. itu semuanya untuk siapa?Bijaklah anda dalam melihat hakikat dasar kebutuhan orang Papua.
Jangan salahkan rakyat kalau dikemudian hari anda akan menemui jalan tol yang anda bangun dirusakin rakyat,gedung mewah dicoret coret, bandara udara dipalang dan lain sebagainya. ataukah mungkin anda sudah punya strategi untuk meminta militer yang akan mengamankan semua sarana itu dari amukan rakyat. kalau demikian maka betapa jahatnya kita yang dianggap rakyat sebagai pemimpin namun hanya meninggalkan bom waktu dikemudian hari meletus karena ketidak mampuan kita untuk bersaing dengan mereka yang punya pengetahuan akan ilmu dan technology yang lebih tinggi dari orang Papua.
Sebenarnya tidak perlu semua itu dibangun, yang perlu dilakukan sekarang adalah kirimkan sebanyak mungkin anak Papua tanpa membedakan suku untuk belaja keluar negri dengan dana OTSUS yang triliunan rupiah itu. Daripada mendatangkan investor asing kemudian jadikan kita penonton untuk hanya mengagumi dan menikmati hasil karya orang lain alangkah baiknya kitalah pemain sekaligus penikmatnya. Cepat atau lambat perubahan peradaban modern akan sampai ke Papua, persoalanya sekarang siapkah orang Papua menghadapinya?
Laporkan

namaapuse
tanggal14-11-06
Lokasiclick picture for more information
pesango jayapurakota.go.id
Laporkan

halaman 123 dari 543 << selanjutnya < 120 121 122 123 124 125 126 > terakhir >>