| pesan | sebetulanya saya setuju saja dengan 'gebrakan' Pak Bas Suebu yg lobi ke beberapa negara untuk gaet pengusaha tanamkan investasi di Papua. Upaya patut diacungi jempol! Hanya saja, di Papua sekarang kan ada UU Otsus. Dalam Otsus itu yang penting adalah bagaimana Hak-hak dasar Orang asli Papua diperhatikan dan diproteksi. Terkait dengan itu, perlu ada Perdasi dan perdasus sebagai peraturan pelaksana bagi UU Otsus. Terutama di Perdasus inilah semua menyangkut Hak-hak orang asli Papua diatur, dilindungi, diproteksi, dll. trus, skarang su ada perdasus atau perdasi yang dihasilkan oleh pemerintah, DPRP dan MRP?? trada satupun!! lalu, kalo ada pihak asing masuk dan invest di papua, kitong pake dasar apa untuk proteksi hak-hak asli org Papua? kitorang jadi penonton lagi? jadi Obyek lagi? dimarginalkan dan akhirnya kembali kitorang terus mengelus dada! sakit hati dan miskin diatas tanah sendiri. Pak bAs! coba pikir susun aturan-aturan dulu kah, baru lobi 'panggil' pihak luar invest di Papua. ke Luar negeri, MRP sebagai lembaga representatif rakyat papua tra diajak, padahal dong yang nanti kasi pertimbangan mewakili 'suara' orang asli Papua. sebab, bumi, air dan tahan nih org Papua Punya. Siapapun yang mo masuk ke Papua, tanya dulu! Setahu saya, Sesuai amanat UU Otsus, kerja sama dengan pihak ketiga harus ada Perdasinya. ini blum ada perdasi, sudah bikin ada kerjasama deng pihak ini dan itu. Bagemana ee??
Oh God, Save Our Land! Jangan Kami menderita lagi.
Salam!! |