| tanggal | 19-01-07 |
| pesan | To:Dear pangeran Ansus Pls receive my apology first because I've involve in this hot sharing,because I like it. Memiliki guru non Papua pd zaman anda s/d sekarang adalah tugas manusia u/ saling berbagi dan menolong kpd siapa namun bukan bekerja u/ menerima imbalan,guru non Papua bekerja keras di Papua krn mereka juga pingin hidup yg layak.Di Papua biar gaji terlambat namun alam Papua msh bisa menghidupi mereka.Coba bandingkan gaji guru di Papua kebanding di luar Papua manakah yg lbh besar?”...,apalagi menyandang Sp or Drs.Percayalah Jika Papua tdk di ambil pd thn 1969 pasti guru anda adalah orang Papua anda sendiri dan anda sy yakin 100% tidak berbhs bhs INA sehari-hari spt skrg ini melainkan Bahasa Nasional Papua,Broken Dutch,English and Pidgin serta anda and kakak/adik2x anda dll bukannya pergi melanjutkan studi di JAWA melainkan di AUSTRALIA and HOLLAND(EROPA) mengingat SDA kalian melebihi populasi kalian ok......,mo perlu bukti.... |
| tanggal | 19-01-07 |
| pesan | Sambungan: Lihat di Australia ini setiap tahun anak2x PNG selalu datang u/ study disini dg biaya pribadi,beasiswa dll...jumlahnya sama spt anak Papua yg ke Jawa setiap semester some of them got a job here and some of them back home to work. Baru bagiamana dg anda hasil didikanya guru2x RI?”...apakah every semester 50 s/d 100 anak Papua pergi ke negara sejahtera spt OZ,Eropa dll u/ study...?”Seperti yg diakatakan dear NS pd waktu lalua,jika hidup dg manusia bersifat animal maka akan melahirkan generasi bersifat animals serta melahirkan resesi dan ketidak sejahteraan Jadi mari kita lihat dg jeli...jangan dg 2 atau 3 anak Papua study di LN bangga lalu membayangkan kenangan studi bersama guru2x non Papua.Itu resiko mereka siapa suru mo rampas seluruh organ2x yg bernilai di Papua baik Tanah dan Manusianya...OK, GBU yr dear kokoda |