| pesan | To swipe^dipe
Sebenarnya anda berargumen tentang sesuatu maslaah yang u tidak pahami apa yang sedang anda bicarakan. Pikiran u jelas dangkal, utamanya terhadap keiginan Merdeka orang Papua.
Anda malah pura-pura mengalihkan topik dengan balik menuding saya Abdi NKRI, Mata-mata, dan Penghianat. Anda tidak kenal saya, jadi tidak perlu anda melakukan provokasi. tidak jelas Dasar anda menuding saya!
kembali saya kutip cerita anda, terutama kalimat yang anda beri kurung ...pace Wamena satu de masuk di keluarga sorong satu pu rumah (kam tau toh pasti de masuk bukan bertamu tapi pancuri),.. lalu kemudian, cari contoh orang wamena itu, anda sebut sebagai orang-orang Papua goblok! jelas anda mendiskreditkan suku tertentu
kalau anda tanya kepada saya... ko tersinggung kah?.. oh maaf, saya tidak tersinggung. ucapan2 diskriminatif model itu terhadap kami orang papua sudah sering saya dengar. goblok, bodoh, primitif, terbelakang dllsb itu sudah yang selalu dipakai untuk menjajah kitorang. Anda salah satunya yang menyebutnya untuk orang papua.
Tapi yang sa mau substansinya, yang mungkin ko tra pahami. bahwa, sepenggal cerita mu itu ( Entah benar atau tidak, ko yg tau) tidak bisa mewakili kami semua orang Papua. kalo semua orang Papua atau wamena Goblok seperti yang u sebut, mengapa bisa Orang Wamena jadi Wagub, bupati, dll dan Ada banyak lagi yang punya pendidikan tinggi dan bagus.
Sebaiknya ko banyak merenung lagi, sebelum ko lemparkan cerita mu itu ke forum. |