| pesan | Kepada Papuason, pujangga dan nona Padaido. terima kasih atas apresiasi sobat semua terhadap harian ini. Betapapun keluhan sobat, tentu tetap menjadi perharian sekaligus kebanggan kami, karena sobat tetap mengikuti perkembangan informasi melalui media ini( Koran maupun online). Untuk Papuason; Kecuriagaan sobat sangatlah berlebihan. Cepos tidak memuat suatu berita dengan prinsip Asal Bapak Senang (ABS). Itu di era Orde Baru. Tidaklah benar juga Cepos disetir oleh Jawa Pos. Cepos masih dan akan tetap di Tanah Papua. Meskipun satu group, tidak ada yang namanya intervensi dalam pemberitaan. Tidak ada setir sini dan setir sana, seperti kecurigaan Sobat. Kalau Cepos belum sempat memberitahkan tentang kasus-kasus pelalanggaran HAM yang sobat sebutkan. Hal itu semata-mata karena keterbatasan akses informasi (terutama yg nun jauh di pedalaman), fasilitas dan tenaga. Jika sobat Papuason dan sobat lainnya mengikuti Cepos dengan baik, tidak sedikit kasus pelanggaran HAM yang diberitahkan, bahkan mungkin jumlahnya tidak bisa dihitung tentang berita HAM yang Cepos turunkan dalam terbitannya selama ini.
Untuk Nona Papua, ide Nona sangat briliant! TV Papua adalah harapan orang papua pada umumnya, tetapi sayangnya, perlu modal besar dan SDM yang memadai. Semoga saja harapan nona bisa terwujud di massa yang akan datang.
Terima Kasih buat Sobat2 semua yang setia 'pantau' Cepos Online tiap hari.
Salam Persaudaraan! Om Cepos
|