| tanggal | 20-09-05 |
| pesan | Yang menjadi persoalan sehari - hari, pada tahun 1935, dengan konteks Hindia Belanda, saat itu adalah perjuangan untuk meningkatkan gaji buruh perkebunan dan pelabuhan. pendidikan, irigasi yang layak bagi petani,etc ( berbagai persoalan sehari - hari ). Soekarno membela dirinya, dengan tulisan ini, bahwa ia, membicarakan Indonesia Merdeka -- saat itu -- bukanlah sesuatu yang sia2 adanya. Atau sebuah kata - kata kosong belaka, yang tak ada bukti riil ( baca : uang ) untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Namun, Kemerdekaan dan Pembentukan Negara Indonesia, merupakan sebuah jembatan terbesar agar rakyat Indonesia memenuhi hal ini -- yang disimpulkan dengan nama 'marhein'. Jadi, tidak ada pertentangan di dalam kedua hal ini. Justru mereka saling mendukung. Salam Ikan Puri |
| tanggal | 20-09-05 |
| pesan | Sonder perjuangan untuk persoalan sehari - hari, sonder pula Indonesia merdeka ( Soekarno, Di bawah bendera Revolusi I ) . Kalimat yang diucapkan Soekarno pada tahun 1935 ini, saya tampilkan kembali, agar kita semua sadar, betapa erat-nya, rumah tangga yang harmonis, kedisiplinan penggunaan waktu, ibadah, senyuman dan tegur sapa sesama warga Papua, di dalam menentukan arah perjuangan. Bahwa kegiatan 'sepele' sehari - hari menentukan apakah Papua merdeka atau tidak. Dengan demikian, apakah kita harus meninggalkan Perjuangan Papua Merdeka, dan mengfokuskan perhatian kepada kkegiatan untuk meng-ada-kan dan memperjuangkan 'manusia sejati' ? TIDAK. Papua Merdeka -- untuk memiliki sebuah negara sendiri -- harus tetap dibicarakan, berapapun harga yang dibayar untuk itu. Dan terus terang, saya bersedia membayar harga-nya, dengan jalan berjuang, 'sesuai dengan karakter kepribadian' saya. Salam Ikan Puri |
| tanggal | 20-09-05 |
| Lokasi | |
| pesan | To aish ko tngg sa plng k JPR br nnt sa yg jd striker u/ PERSIPURA. ![]() |
| tanggal | 20-09-05 |
| Lokasi | |
| pesan | cepos harus tetap mengedepankan objektifitas pemberitaan. ![]() |
| tanggal | 20-09-05 |
| pesan | Disini(USA) kita tahu bahwa jangankan orang yang tak punya rumah (homeless)saja bisa mendapatkan hak hidup dari pemerintah dengan jaminan kebutuhan apa adanya, seekor burung diudarapun dijamin haknya untuk hidup dengan aturan yang jelas. tetapi di negara demokrasi Indonesia?, jangankan satu orang,ribuan manusia papua mati dibinasakan oleh aparat keamananpun tidak menjadi persoalan. itu adalah bagian dari nasionalisme yang harus dibanggakan. Yang terakhir,Kalau nona padaido bisa sempatkan waktu untuk tinggal lebih lama di jawa saja, anda akan melihat dan merasakan bahwa orang kristen bukan bagian dari NKRI. Dan the last but not least,untuk nona manis dari padaido, anda harus tahu bahwa Indonesia sekarang sedang mempersiapkan diri menjadi negara islam Indonesia terbesar dengan menggantikan semua pejabat2 penting yang beragama lain dan ditempati oleh semua kader islam dari latar belakang HMI. Dan yang terakhir, kalau bicara Indonesia jangan hanya lewat tulisan orang tetapi coba tengok secara langung. Begitu loh, my beloved sister. I hope someday we'll meet each other. |
| tanggal | 20-09-05 |
| pesan | Molomologurita, No...porfawor mi amor no...mas gracias |
| tanggal | 20-09-05 |
| Lokasi | |
| pesan | OM JHON PASAR IKAN SANGGENG merrrrdeeeekaaaaa om jho tesko mau minta berita baru tentang papua merdeka kalau ada dikirim ke ( [email protected]) minta emailnya om jhon kaaa kasumasaa momgak awer na kores ro manggun ko dont worry we will MERDEKA salam bagi pemerhati dan aktifis papua merdeka |