pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namaPutra Numbay
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanAkut Papua.
Saya setuju dengan anda bahwa karna otsus banyak perubahan terjadi di Papua.misalnya semangat kerja pegawai meningkat sampai lembur tengah malam dengan mama2 dari manado,dan jawa dong. Dulunya pejabat papua istrinya cuman satu,setelah otsus mama satu jaga rumah, mama yang lain jaga bapa dikantor.
Dan juga karena Solosa banyak orang mulai maju dan terkenal seperti pejabat MH (kepala BP3D)yang kena kasus pelecehan sexual dikantor gubernur.org sekarang sudah mulai kenal bahwa beliau hebat.
Saya akui bahwa memang inilah suatu kemajuan dari Otonomi khusus yang menjadi kebanggaan akut untuk diperhitungkan didunia Indonesia. memang benar dengan otsus banyak terjadi perubahan dipapua, seperti meningkatnya jumlah penderita aids, bertambahnya jumlah tentara untuk membunuh orang papua dipuncak jaya, semakin banyak anak papua yang mabuk dengan duit otsus dijakarta yang sebenarnya pergi bukan untuk sekolah tetapi dengan bermodal kerja sama PEMDA kemudian beli gelar MM (Master Mabuk) di UI, UNHAS, UNPAD dan lain lain. Ini semua kemajuan dari otsus yg harus dibanggakan.
Thank you, Akut.


namapapuano
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBuat Papuanitha, anak Adat, terutama mas Akut_papua. Sa mo kasi contoh 'keberhasilan' Otsus
Begini...
Sore kemarin, sa ke pusat Kota Jayapura, sekitar jam 4 sore begitu, sa lihat ada taxi dari angkasa angkut kitong pu mama-mama Papua yang jual keladi, betatas, kangkung, ketimun dll.
Sampe di terminal Pelni lama, (pusat kota). Mama-mama papua ini dong diturunkan dan mulai gelar karung di atas aspal..DI A.S.P.A.L. dan mulai taru jualan. Disitu trada lampu... dong HANYA NUMPANG..di gemerlap lampu SWALAYAN GIELEAL Dan HOTEL Bintang 3 YASMIN yang ada dikiri-kanan dorang. Luar biasa pemandangan itu.
Diatara Swalayan megah, dan hotel berbintang... Mama-mama Papua ini duduk di aspal dan jualan hasil kebun mereka.
Sa prihatin..benarkan ini keberhasilan Otsus?
ini bukan di pedalaman kawan! ini di ibukota Provinsi Papua. Jayapura!! Apakah Gubernur atau Walikota sudah tidak punya mata? padahal dong tiap hari lewat disitu dalam mobil mewah dengan sirene foreder yang bikin telinga mo pacah!
Mengapa Otsus biarkan mama-mama Papua ada duduk diaspal? kemana dana Otsus yg 1,3 Triliun tiap tahun itu lewat? untuk urus tempat jualan yang bagus bagi mama-mama kitong ini saja tra bisa? hak-hak asli org Papua mana yg diperhatikan?
ah..yg B saja
sa pake contoh di pusat Kota Jayapura, yang jadi barometer keberhasilan Otsus di Papua, tra usah bicara di pedalaman...adoooo!terlalu sedih untuk cerita yg terjadi dipedalaman.
Semoga kawan Akut bisa renungkan itu.
salam


namaAnak Adat Papua
tanggal22-09-05
pesanMERDEKA!

Mungkin mas akut belum sadar tapi dalam usaha dia untuk membela pak Gubernur, dia sebenarnya sedang mencemarkan nama beliau dengan komentar yang asal-asalan begitu.

Satu hal lagi yang saya mau tambahkan. Mutu pendidikan di luar negeri memang lebih bagus. Kirim anak Papua untuk sekolah diluar negeri itu bukan pemborosan, itu namanya investasi untuk masa depan Papua. Yang pemborosan itu dana otsus yang di pakai untuk membiayai operasi-operasi militer yang tujuannya cuma untuk membunuh orang Papua sendiri.

Kalo kawan akut berpikir bahwa pak Solossa adalah yang terbaik untuk Papua itu kawan punya hak, cuma kawan harus kasih bukti-bukti yang konkrit bukan main hantam rata baru bilang semua beasiswa itu berasal dari dana otsus dan dana otsus ini ada karena jasanya pak gubernur. smilie


namaPapuanitha
tanggal22-09-05
pesanlanjutan untuk akut_papua

Sa mohon maaf untuk pembaca yang bermarga solossa, sorry sa tidak ada maksud untuk mo menjatuhkan, sa tau ada satu-dua solossa yg berjiwa membangun untuk papua. sa kasi contoh yg nyata di lapangan begitu supaya akut papua bisa mengintropeksi diri kembali dengan apa yang de bangga-banggakan selama ini tentang kepemimpinan pa’gubernur.

Salam kenal untuk smua pengunjung setia gbook ini.


namaPapuanitha
tanggal22-09-05
pesanto akut_papua..

akut papua sorry brat pace sa potong tengah kasi komentar e... sa melihat dari smua komentar yg anda tulis di gbook ini, anda terlalu membanggakan sekali gub.papua JP Solossa. kalo menurut anda pa’gubernur berhasil slama 5 thn ini, kasi satu contoh konkrit kalo beliau sudah berhasil membangun orang papua, kasi satu contoh pembangunan yg sudah dinikmati semua lapisan masyarakat di tanah papua dan bukan orang-orang tertentu??? Kalo tidak salah bukti di lapangan menunjukan bahwa yg banyak di bangun adalah yg bermarga solossa atau yg ada hubungan kerabat dengan pa’solossa dan bukan orang papua secara umum, apakah itu yg anda namakan pa’gub sudah membangun papua dan orang papua selama ini????

Akut ada banyak cara & jalan bagi orang papua untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Akut anda ini mungkin termasuk orang yg tidak perna baca berita ka atau orang yg ketinggalan kereta kapa sampe tidak tau kalo ada beasiswa untuk bisa keluar negeri tanpa pake kam pu uang OTSUS yg kam terlalu banggakan ka itu.

Akut kalo anda merasa anda itu orang terpelajar seharusnya anda pikir-pikir dulu kalo mau berbicara sesuatu yang tidak sesuai dgn realita di papua dalam hal kepemimpinan pa’solossa.

Anyway sa setuju dengan Hollandia binen boy, jangan pilih solossa lagi, memangnya su trada putra terbaik papua lagi ka?

bersambung......


namaPapuason
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanAkut_Papua.
Sangat menyedihkan membaca tulisan anda yang menyatakan bahwa orang PAPUA yang sekolah keluar negeri adalah hasil dana OTSUS. Seakan-akan OTSUS adalah TUHAN bagi orang Papua dan SOLOSA adalah malaikat penolong bagi orang PAPUA.
Yang harus anda tahu bahwa: YESUSLAH TUHAN bagi orang PAPUA, dapat melakukan apa saja, bagi DIA tidak ada perkara yang mustahil.
Ingat, jangan ko sombong dan berhalakan OTSUS & SOLOSA, nanti TUHAN MARAH! Tanpa OTSUS & SOLOSApun orang PAPUA bisa maju/berhasil!

Bukan menyombongkan diri tapi harus dijelaskan pada anda; Saya sekolah dari Papua ke JAwa, ke Eropa, lalu study ke Australia lulus dan dengan nilai terbaik, hingga sekarang bekerja dan menetap di Australia sudah 13 tahun. Tidak satu peserpun saya dapat bantuan dari ko pu dana OTSUS yang ko banggakan itu. Semua karena kasih Tuhan saja.Ini membuktikan bahwa orang Papua juga bisa berkarya, maju dan berkembang dan dapat disejajarkan dengan bangsa-2 lain dimuka bumi ini. Tidak tinggal dirumah, jadi kolot, picik, berpikiran mundur, dan bergantung kepada pejabat-2 licik.
Yang sering kasi abis dana OTSUS itu kebanyakan anak-2 pejabat. Dong datang sekolah ke luar negeri tapi tidak sekolah benar. Mabok2, sampai di keluarkan dari sekolah karna banyak bolos. Baru sa datang urus dorang pulang ke Papua, karna dongpu orang tua telpon minta bantuan.

Hollandia Binen Boy, jangan terpengaruh, maju trus, selesaikan perjuanganmu. Ingat, Tuhan besertamu. Imanuel.

GBU


namablack girl
tanggal22-09-05
pesanhai persipura!

What a lovely your performance! I'm most proud to you. You are my favotite team
ko saja trada yang lawan
I wait on you in the senayan jakarta
Best of luck!
Bless God Whit You!

Untuk Akut Papua
you should to think before you speak (pace jang ko pukul rata begitu)


namaPUTRA NUMBAY
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanUntuk pace akut papua, anda pu komentar itu bikin tong juga kena dan ingin kasih pendapat nih.
Menyimak dari beberapa kali anda memberikan pandangan saja sudah jelas sekali bahwa anda orang yang hidup dengan duit otsus.
Sekedar informasi untuk anda, jangan terlalu sombong deng ko pu uang otsus itu. kitorang orang Papua yang sekolah bukan semuanya dari dana otsus,tetapi hasil dari menjualkan ide dan pemikiran kita kepada dunia sehingga dunia mengakui kualitas kita dan mau memberikan sponsor berupa beasiswa yang kalau dibandingkan dengan status kita sebagai anak miskin dikampung sana mungkin tidak masuk akal. kami tidak benci dengan kam pu duit otsus tuh, tapi ingat jang selalu mau pukul rata, terus bilang kam diluar negri juga sekolah dari duit otsus tuh.
Akut papua terlalu sombong sampe ngomong sembarang begitu. miskin miskin begini, kami masih punya harga diri eh.

Salam MERDEKA buat Papua.


namamolomologurita
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanto Hollandia Binen Boy

Saya sangat senang membaca komentar dan ulasan anda. Memang benar, orang yang tulis disertasi kayak begitu bisa dapat penjara atau minimal denda sampai ratusan ribu dollar.

Jadi begitu mas, abang, akut_papua.. i suggest you to think before say something out of your mounth smilie



namaHollandia Binen Boy
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanDan sa juga perlu kas tau kam semua bahwa alasan saya mengapa saya bilang Solosa gagal karena;
1. De pu disertasi itu bukan de yang susun, tapi Agus sumule yang kerja bhakti untuk dia.
2.Disertasinya tentang OTSUS itu hanya penjiplakan dari ide seluruh aspirasi masyrakat Papua, bukan murni hasil pemikiran seorang doktor. hal ini kalo di luar negri sudah termasuk plagerism dan dikenakan hukuman penjara.
3.Otsus pada kenyataannya ditolak oleh masyarakat asli dan ini sudah menjadi pengetahuan dunia international, Dan solosa tidak bisa membuktikan bahwa disertasinya dan kenyataannya adalah signifikan.Maka itulah mengapa dia dianggap sebagai orangPapua yang gagal dalam menjaga harga diri sendiri.

Harap kami, anda yang ada di Papua yg sibuk deng duit otonom tuh, jangan terlalu banyak mabuk deng uang itu supaya bisa pintar dan berpikiran maju sedikitkah. kam lia uang sampe mata besar trus lupa diri dan dan jual harga diri dan martabat seperti Esau.

Yoh, kam pu selamat sudah eh.
Neh... untuk om John sorry eh kalo sa terlalu kasar di om John dong pu mimbar ini.
Jou suba


halaman 474 dari 552 << selanjutnya < 471 472 473 474 475 476 477 > terakhir >>