pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online

namablack girl
tanggal23-09-05
pesanTeman-teman jangan pusing dengan komentar akut papua. dari komentarnya itu sepertinya akut papua itu terlalu berjiwa etnosentrisme/sukuisme terlalu kuat.

karena jiwa etnosentrismenya kuat sehingga apa yang dilakukan oleh Jap selosa walaupun itu salah tetap dia bilang itu benar, dan bela mati-matian. itu kenapa yach ? karena sama-sama akut kah ?. jadi sebenarnya dia itu seperti orang bisa melihat tapi pura-pura buta.

Salam buat molomologurita, papuason, putra numbay. Macam sa su tra lihat freelife pu komentarkah! dimana freelife kah ?


namaputra numbay
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanAkut papua,
Ko mantap. sa salut deng ko pu pernyataan tuh. sebenarnya ko juga harus dapat gelar DOKTOR, karena ko pu pemikiran itu sangat cemerlang, dan kalo bisa sa mo bilang pace Gub kalah dari ko.

Ko sekolah dimanakah?
ko pu sekolah itu harus diperhatikan tuh, karena telah berhasil mendidik orang pintar seperti ko. kalo bisa bilang pa gubernur bantu dana untuk dukung ko pu sekolahkah.. deng de pu guru guru pu gaji lagi.

semoga cepat datang masa pencerahanmu, itu saja harapanku bagimu, akut papua.


namaakut_papua
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesansalammm.... !
saya senang atas tanggapan teman-teman dong... makasih banyak. !
kenapa pak JP solossa bisa jadi gubernur ? itu dikarenakan rakyat memilihnya. jadi kalau saya mau tanggapi pernyataan teman-teman tentang pak gub membeli ijasah itu alasan yang tidak tepat, karena orang bisa jadi DR, Prof, dll itu karena kita belajar dan memahami program yang dimaksud. kita jangan menipu diri kita sendiri , bahwa sebenarnya pak JP.Solossa telah membawa kedamaian di tanah papua, beliau orangnya nasionalis, papua aman terkendali. contoh beliau telah berhasil adalah :
1. papua aman
2. masyarakat hidup tenang
3. tidak terjadi kekacauan
4. papua berkembang pesat , walau hanya 3 tahun saja
5. banyak mahasiswa yang kuliah di luarnegeri , termasuk sekarang banyak mereka yang kuliah S2 maupun S3.
6. dan masih banyak yang lainnya

tidak mungkin kita membangun hanya dalam waktu 3 tahun saja GBU Papua
smilie smilie smilie smilie smilie smilie smilie


namaPapuason
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanBERI KEADILAN UTK PUTRA-PUTRI TERBAIK PAPUA.

Beberapa teman baik dari Unipa dan Uncen yang ambil program DOKTORAL di ANU (Australian National University)di Canberra,Australia berceritera bagaimana sulitnya mereka untuk mendapat beasiswa dari pemerintah daerah/gubernur. Berbulan-bulan teman ini harus pulang balik Manokwari-Biak-Jayapura, hanya untuk mencari kepastian cairnya dana beasiswa.
Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, mestinya ada team khusus yang credible apakah dari P&P/pemerintah daerah yang khusus memantau, men-follow-up dan meng-evaluasi setiap candidate yang akan menerima beasiswa. Sehingga team ini setelah menerima semua persyaratan dari candidate di ACC kepada pihak pemberi beasiswa agar di cairkan segera.
Cara lain, pemerintah daerah bisa lebih pro-aktif dalam mempersiapkan PUTRA-PUTRI TERBAIK PAPUA setiap tahun. Secara terbuka buatlah satu tantangan bahwa di siapkan beasiswa untuk program S1, S2, S3 bagi mereka yang memenuhi syarat. Saya jamin dalam kurung-waktu 5-10 tahun kedepan, Papua akan menghasilkan PUTRA-PUTRI PAPUA yang handal yang dapat membangun PAPUA ke masa depan yang cerah.
Kerinduan hati saya, satu waktu system pendidikan di Papua bisa bertaraf International, baik TK(Kindergarden), SD(Primary School)year 1-6, SMTP(Junior High School year 7-9), SMU(Senior High School year 10-12), sampai Uni yang semua ijazahnya di akui di dunia International.

Adakah pejabat dng visi ini?
Neh.. aya ine kofnak monda.

Papuason


namamolomologurita
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSalama hangat dari saya molomologurita,

Saya mau bilang kita tidak usah tanggapi itu pace akut_papua de pu pendapat.. itu seperti pendapat anak SD yang tahan kelas sampe berkali-kali..

Buat Pace Putra Numbay, Om John, Black Girl, Papuason, kita mengerti saya sudah eee.... hehehehe..

Tabea Mofa,



namaOm John Psar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanMemang so ada satu Putera Papua yg telah beraih meraih gelar DOKTOR dari dana OTSUS tetapi itu khan belum obyektif. Karena Putera Papua pertama peraih gelar DOKTOR dari dana OTSUS itu adalah tak bukan dan tak lain Mr. JP Salossa, Gubernur Provinsi Papua. Jadi dia bikin Otsus di Papua, buat SK Beasiswa OTSUS utk dirinya sendiri sbg penerima pertama dan membuktikan kpd rakyat bhw berkat dana Otsus dirinya meraih gelar DOKTOR dalam waktu sesingkat-singkatnya dengan predikat CUMLAUDE. He-he-he sama saja tra usah sekolah kalau pada akhirnya gelar itu diberikan oleh diri sendiri kepada diri sendiri. Ini namanya tra objektif kah ???? He-he-he ade2 mahasiswa dong yang lebih tahu. Om tidak bermaksud kritik Mr JP Salossa tetapi Om hanya ingin agar jangan cuma gubernur Papuanya saja yang diekspos. Kalau boleh cobalah ekspos rakyatnya yang bukan dari kalangan pejabat atau birokrat.

Salam Ikan Julung buat Om Cepos

smilie smilie smilie smilie


namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanUSUL UNTUK OM CEPOS
Om John ada usul ini. Bagaimana kalau CEPOS mengadakan wawancara khusus dengan DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN PROVINSI PAPUA (P & P) KHUSUSNYA bidang DIKTInya ttg berapa jumlah anak Papua yg telah/sedang dibiayai oleh dana OTSUS khususnya yg mengambil program DOKTORAL didalam dan di luar negeri. Biar kitong tahu siapa saja yg sdh dibiayai dan bagaimana prestasi mereka serta siapa yang sudah dekat selesai dalam waktu dekat ini. Supaya adil dan jujur, CEPOS juga harus bisa mewawancara langsung para penerima beasiswa tersebut agar mereka juga secara jujur mengemukakan pendapat mereka pribadi apakah mereka merasa bahwa dana OTSUS ini benar2 bermanfaat ataukah ada permainan2 kongkalikong oleh pihak Dinas P & P Papua seperti yang Om John so dengar tiap hari di Pasar2 dan di terminal2 dimana dong cerita2 ttg kebobrokan Dinas P & P Papua yang katanya merupakan singkatan dari Dinas Penipu dan Pencuri Provinsi Papua. He-he-he betulkah??? . Om John yakin ini tidak akan sulit dilakukan. Om John yang cuma jual ikan di Pasar Sanggeng saja bisa akses internet. Apalagi kitong punya anak2 Papua yg kuliah Doktor di Jakarta dan di Luar Negeri. Pasti dong lebeh canggih dalam hal komunikasi dengan CEPOS.

BERSAMBUNG



namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSambungan (Akhir)

ataukah karena mereka memang mengikuti jalur perkuliahan tingkat doktoral yang sebenarnya dan memang bersungguh2 dalam studinya dan tidak main cari jalan pintas spt cara kebanyakan org di Indonesia sehingga harus menempuh 4-5 tahun kuliah S3?

Yang kedua bila pendidikan Doktoral di Indonesia diselenggarakan seperti kursus2 computer, bhs Inggris, atau diklat2 spt DIKLAT ADUMLA, SPAMA, SPALA, dst yg pd akhirnya mendapat SERTIFIKAT maka tidaklah mengherankan bila gelar doktor bisa didapatkan dengan mudah oleh siapa saja di Indonesia sesibuk apapun pekerjaannya.
Sikap Om John terhadap Bapak Salossa biasa-biasa saja. Sebagai rakyat Papua Om John berharap beliau telah memberikan keteladanan yang baik bagi seluruh rakyat Papua khususnya generasi mudanya. Dan itu kita hormati dan kita junjung tinggi. Mengenai benar-tidaknya beliau menjalani seluruh proses akademik dengan baik dan benar tanpa bantuan JOKI itu adalah urusan pribadi beliau dengan Tuhan. Bila beliau tidak jujur maka ketidakjujuran beliau dengan sendirinya akan menghantarkan beliau kepada kejatuhan beliau di masa depan. Jadi kitong tra usah khawatir. Ingat pesan IS Kijne ttg pekerja2 jujur di atas tanah Papua



namaOm John Pasar Ikan Sanggeng
tanggal23-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSobat Hollandia Binen Boy Mantap.
Yah Om John setuju dengan pendapat anda. Om John suka pendapat yg kritis. Memang kita sekarang harus kritis thd berbagai perkembangan dan tidak asal-asalan setuju atau ikut-ikutan dengan pendapat publik. Yang suka ikut2 saja itu dong bilang paradigma lama. Paradigma baru dunia pendidikan dewasa ini menuntut kreatifitas berpikir, analitis dan kritis terhadap suatu pehenomena. Indonesia memang sangat ketinggalan dalam dunia pendidikannya. Semuanya serba instant dan cepat jadi. Termasuk dalm hal mendapatkan gelar akademis dari Perguruan Tinggi. Menanggapi gelar Doktor Bapak DR . Drs. JP Salossa,M.Si ada dua hal yang bisa Om John kemukakan. Pertama, melihat tingkat kesibukkan beliau sebagai seorang gubernur maka adalah tidak mungkin beliau menyelesaikan pendidikan doktoralnya dalam waktu singkat dengan predikat cum laude. Kitong bisa bandingkan masa studinya dan hasil cumlaude doktornya dengan beberapa dosen Unipa dan Uncen yang notabene sangat pintar dan mengikuti kuliah FULL TIME di berbagai PT terkenal di Jawa tetapi sampai saat ini belum selesai-selesai dan pulang kembali ke Manokwari/Jayapura. Padahal dorang lebih duluan kuliah dari Bapak DR. Salossa. Apakah mereka kurang berkualitas spt Bpk Salossa?

BERSAMBUNG


namaPutra Numbay
tanggal22-09-05
Lokasiclick picture for more information
pesanSorry, semangat sampe kaseh alamat salah lagi. sa sebenarnya ada di Om Sam pu rumah, bukan dirumah yang de pu bendera kam ada liat itu.

He..he.. he..,
ngomong ngomong,tapi
Nona padaido, kaks su rindu ade pu senyum sapa tuh.
Jesus bless you my sister,Nona padaido.
And you all,guys. I do pray God bless all your idea and works. For om John, Papa Jesus will help you always.

Tabea mofa.


halaman 473 dari 552 << selanjutnya < 470 471 472 473 474 475 476 > terakhir >>