| tanggal | 26-11-05 |
| pesan | Berdasarkan paparan Menko Polhukam Widodo AS, presiden menjelaskan bahwa seluruh komponen rakyat Papua telah menerima penerapan UU Otonomi Khusus dan Peraturan Pemerintah tentang IJB. Setelah terbentuk Majelis Rakyat Papua, proses Pilkada di IJB diharapkan dapat segera berlangsung, kata presiden Sumber : http://www.cenderawasihpos.com/Utama/h.1.html Sementara itu, Ketua DPRD IJB Jimmy Demianus Ijie optimistis pemekaran IJB akan segera usai sesuai jadwal yang disepakati bersama. Jimmy mengharapkan pemerintah pusat mengawal proses pemekaran. Cuma tiga surat itu yang diperlukan. Artinya kalau sampai jadwal waktu yang telah ditentukan masalahnya tidak selesai pemerintah pusat harus dengan jiwa besar mengijinkan kami untuk melanjutkan proses Pilkada, kata Jimmy. (noe) Sumber : http://www.cenderawasihpos.com/Utama/h.2.html Membaca dua berita cepos di atas ini, saya teringat akan sebuah cerita tentang peristiwa kemarin, di mana ada 'ANAK KECIL -- malah masih pantas disebut bayi' yang menangis karena tidak mau mainannya di pinjam. Dan karena itu, ia selalu dilindungi oleh Bapa-nya. Dan di Papua sendiri, saat ini, ada seorang BAYI BESAR yang bernama Demianus Ijie. Ia paling suka nanggis ama Bapak-nya, kalau keinginannya tidak dituruti. Bapa-nya itu bernama SBY. Oee .. oeee ... Pilkada ..Oeee ..Oee Pilkada |
| tanggal | 26-11-05 |
| pesan | seorang dokter berkata pada saya, dulu banyak kasus malaria di pedalaman papua, masyarakat tidak diberikan obat yang benar, padahal obat obat tersebut sangat melimpah, apalagi malaria tropicana, itu melemahkan daya pikir, beliau mengatakan itu adalah kesengajaan untuk melemahkan kemampuan berpikir orang papua, sa pu hati bagai tersayat sembilu mendengarnya... se jahat itukah bangsa Indonesia terhadap orang papua ? demikian sepenggal kisah, soal kebenaran atau tidak saya tidak tau, sapa tau dokter itu dia tipu saya kapa eee ... salam pembebabasan |
| tanggal | 26-11-05 |
| pesan | Sa juga setuju dengan komentar Om John PIS menyangkut eksistensi penduduk Papua (pra-pasca merdeka).Ini adalah sebuah kementar yang jernih dan berbobot. Ia menapis 'hak kesulungan' itu dengan jernih. Menyangkut komentar terhadap sukuisme di Papua, sa hanya mo bilang, mari kita stop dengan hal ini. Ini tidak memajukan Papua - hanya memajukan calon gubernur saja. Biarlah kita menilai para pejabat di Papua, sesuai dengan kinerja-nya masing2. Sebab bukankah mereka yang duduk pada jabatan2 ini, telah menjali hidup, lebih dari 40 tahun. Sehingga kita dapat menilainya. Sudah tentu, penilaian ini, dilakukan sesuai dengan alat tapis kita kita masing - masing. Yakni sebuah 'alat tapis' yang kita bentuk sesuai dengan 'paradigma' daya jangkau pemikiran kita masing - masing - sebuah hal yang dibentuk oleh lingkungan bergaul ( suku, status sosial, tingkat pendidikan, agama, jenis kelamin, umur ) dan buku yang kita baca. Salam Ikan Puri dan Papua Merdeka !!! |
| tanggal | 25-11-05 |
| Lokasi | |
| pesan | Bo... komentar om John PIS tentang eksistensi penduduk Papua (pra-pasca merdeka)antar kitong semua ke arena kesejukan rada-rada Eden o.... Syaloom di Tanah Papua!!! |