| pesan | (bagian 2) " .... Pa Solossa ( Gub ) dan Pa Howay ( BP3D), Pa Kambu ( Walikota ), Asmuruf ( Mantan Sekwilda, saat ini Irjen Depdagri ), Wanane ( Bupati Sorong ), Yumame ( Walikota Jayapura ), Sesa Dortheis ( BP3D Manokwari ),dan lain sebagainya adalah manusia yang bersekolah pada tahun 50 – 60 an awal di Ayamaru. Mereka adalah generasi terakhir yang sempat mengecap 1 tahun, pendidikan di sekolah Rumah Adat ( Wofle ), sebelum dilarang pemerintah Hindia Belanda.
Maaf, namun harus diingat bahwa saat itu, pada saat A3 sedang giat - giat sekolah, suku lain belum mengenal sekolah ( atau sudah kenal juga, namun tidak ‘giat’ ).
Ada semagat tidak mau kalah di antar kampung A3, dalam persaingan sekolah pada tahun - tahun 1960 - 1980- an ini. Semangat ' tidak mau kalah ', ini sangat di tunjang oleh perdagangan dan mas kawin 'kain timur' yang membuat adanya ikatan kekerabatan dan 'persaingan'. Misalnya, dari Ayamaru kota ada yang sarjana ekonomi, maka dari desa lain ( misal Kambuaya/ Fategomi/Sauf/ Djitmau) akan berusaha mengirim, dan membiaya seorang anaknya untuk bersekolah agar tidak kalah dari desa Ayamaru Kota. ( FYI, di A3 terkhususnya Ayamaru, ada 24 desa, sebelum dimekarkan saat ini di bagi menjadi 3 kecamatan). ...." |