| pesan | Terima kasih saya ucapkan untuk tulisan sdr.putra numbay tgl.31-03-06 di media ini.apa yang saudara katakan itu betul bahwa orang jahat yang melakukan itu adalah aparatkeamanan dalam hal ini TNI dan POLRI jelas!institusi mana lagi yang bersenjata.saya percaya bahwa masyarakat papua sekarang sudah semakin maju dan pintar dalam melihat,mendengar untuk kemudian menanggapi persoalan2 yang terjadi di papua.kita tau semua bahwa konflik di papua adalah konflik yang sifatnya vertikal antara jakarta Vs papua.konflik yang timbul akibat aneksasi jakarta terhadap papua,itu saja!namun sekarang ini saudaraku,ada pihak2 yang ingin mengalihkan konflik di papua menjadi konflik horisontal.menyambung dari tulisan saudara,benar pihak keamanan indonesia ya,seperti itu.kalau tidak ada konflik dari mana mereka dapat anggaran?kalau tidak ada konfik dengan siapa mereka harus berperang?dengan adanya konflik anggaran untuk pertahanan dan keamanan di tingkatkan untuk pembelian peralatan militer.sementara di sisi lain anggaran itu lebih di butuhkan oleh masyarakat indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan,atau untuk pendidikan dan pembangunan.konflik adalah lahan,lahan untuk para jenderal,tapi belum tentu untuk prajurit.saudara mungkin sudah membaca literatur2 mengenai konflik,kita semua tau bahwa ada konflik yang di ciptakan untuk mengalihkan perhatian publik,namun ada juga konflik yang tidak di ciptakan.konflik poso misalnya banyak aparat tapi koq masih saja terjadi peledakan.think about it? |