| pesan | Katika Hitler sampai pada pintu gerbang neraka semua penghuni Neraka menyorakinya dan berkata, Hit..ler, hit...ler., hit...ler, hidup hitler, hidup hitler. namun disudut istana sang lucifer terduduk manis seorang berjanggut tebal, bermuka jujur, berwawasan luas dan sangat wibawa kelihatannya. Orang ini hanya diam dan tak banyak berkata. ketika melewati orang tua tersebut, Hitler merasa tersinggung dan bertanya pada orang2 disampingnya. siapakah orang yang duduk disudut sana. mengapa semua orang menyambut dan menyorakiku namun, orang itu hanya diam saja. apakah dia tidak tahu siapakah aku ini? seorang lelaki tua disampingnya menjawab. Pak Hitler, lelaki yang disudut sana yang bapak tanya itu bernama "JUDAS" dialah yang menjual Jesus. Hitlerpun tersungkur dan berkata, Kaka Judas, hormat. hanya kaka saja yang jago didunia ini. Demikian dalam dan bermaknanya nama JUDAS, dan bagi orang yang bernama Judas memang tidak selamanya nama mencerminkan kepribadian, tetapi alangkah indahnya kita buktikan kepribadian kita dengan berkata sesuai etika dan sopan santun berbahasa supaya orang tahu siapakah kita ini.argumentasi boleh saja namun harus dengan etika komunikasi yang baik supaya ada kepercayaan dan bobot dari nilai ungkapan yang anda sampaikan. My brother Judas. I love you too much. |