| pesan | Saya setuju deng sobat Putra Numbay punya komentar.... Pertama... mahswa Uncen ditembak begitu saja di Buper Waena. Selain untuk shok terapi bagi mhasw, mungkin juga pancing kedaan, supaya ada reaksi dan ada alasan untuk 'babat'. tapi sayang, trada reaksi yg berlebihan! kedua... org tra dikenal kasi naik bendera Bintang Kejora di Uncen dan sekeliling kantor rektorat sdh disiram dengan bensin. Tinggal bakar saja. toh, juga trada reaksi. Mahasiwwa tetap tenang, masyarakat juga. Berikutnya.. pola lama. Serang pos polisi or tentara, Polda Papua atau Jakarta akan sebut itu dari kelompok OPM. Ini alasan yg bagus untuk tambah pasukan organik ke Papua. Apa kamu smua tra tau bahwa masalah Papua lagi 'panas' dan perlu di 'redam'? Kalau kirim pasukan begitu saja ke Papua, kan tentu dunia Internasional tambah yakin bahwa rakyat papua benar2 terancam. Jadi perlu 'alasan'.
Kasus di Wembi bukan yang pertama. Pola ini terjadi di daerah-daerah rawan, Bagian selatan atau barat Jayapura, Wamena, puncak jaya, paniai, sarmi, manokwari dan Bintuni, pantai barat, di sekitar merauke dan kabupaten pemekarannya, dan daerah2 lain. Sekali lagi, yg saya heran, belum 24 jam, Panglima TNI sudah bikin pernyataan, ITU OPM dari kelompok MW. Ini Aneh! 2 anggota TNI yg tewas dikirim pulang ke Jawa. tunggu, nanti 2 pleton dikirim dari JAwa ke Papua. percaya atau tidak, kitong lihat saja. Bola sedang bergulir sobat, setelah ini, apa lagi......
---------- |