pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namapace enggros
tanggal23-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanpace bbb,pace,sa akui ko pace,ko memang air dalam bakotbah, smilie tapi coba ko liat KENYATAAN yang ada pace,WALAUPUN torang merdeka seratus kalipun,apakah torang su siap badiri sendiri....?contoh kacil saja pace,pilkada Papua..yang 100% kandidatnya orpap.seoah mereka barebut kekuasaan.baku ganas sana sini.nanti dorang bilang pemerintah RI yang su atur.trus kalau su merdeka,bagaimana dengan pemilihan PRESIDEN PAPUA.....?coba ko bayangkan...pasti jubi baku terbang ka apa........


namaWim
tanggal23-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanUntuk lebih jelas dapat menanyakan langsung ke mereka yang pada waktu itu sekolah Belanda di Papua Barat atau ke Universitas Cenderawasih dan menanyakan langsung ke tokoh pendiri Universitas Cenderawasih seperti Prof.Dr.Soedarto dan Prof.Tarmidja (dosen di FKIP Universitas Cenderawasih), mereka bisa menjadi saksi sejarah Universitas Cenderawasih.
Terima Kasih!


namaWIM
tanggal23-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanDari HBS orang Papua Barat seperti (alm) Otto Wospakrik, dari Kweekschool seperti Maurice Rayar,Marten Aibekok,Sam Muskita,(alm) Clement ( mantan anggota DPR Gotong Royong Irian Barat )dan Wim Songgonou, kemudian dari OSIBA orang Papua Barat seperti Fred Athabu di Negeri Belanda. Sedangkan Barnabas Suebu masuk Universitas Cenderawasih tahun 1967, dan dia TIDAK MERUPAKAN LANJUTAN SEKOLAH BELANDA SETINGKAT SMA /HBS,KWEEKSCHOOL,OSIBA dan Universitas Cenderawasih tidak melakukan CD untuk mereka.(BERSAMBUNG)


namaWIM
tanggal23-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanColloqium Doktum (CD) Barnabas Suebu terkait Ijazah Palsu
Terkait dengan berita Harian Cenderawasihpos dan media lainnya hari sabtu,22 April 2006 tentang Colloqium Doktum (CD) Barnabas Suebu terkait tentang dugaan pemalsuan Ijazah, Saya mau menyampaikan bahwa Colloqium Doktum yang disampaikan oleh Barnabas Suebu adalah suatu kebohongan/penipuan publik. Saya mau menjelaskan tentang Colloqium Doktum (CD) yang dilakukan oleh Universitas Cenderawasih HANYA pada tahun 1963 (setelah satu tahun berdirinya Univertas tersebut) bagi mereka yang waktu itu Sekolah di Sekolah Belanda di Papua Barat, karena pada waktu itu terjadi perahlian dari Sekolah Belanda ke Indonesia, siswa Sekolah Belanda seperti Kweekschool(KWS), HBS,OSIBA mereka melanjutkan sekolah ke SGA dan kemudian dilakukan Colloqium Doktum (CD) oleh Universitas Cenderawasih. SGA yang waktu itu seharusnya lama pendidikan 3 tahun, oleh orang Papua Barat yang ikut CD hanya melakukannya 2 tahun, yaitu satu tahun di sekolah Belanda dan satu tahun di SGA(di SGA dilakukan CD) dan kemudian masuk ke Universitas Cenderawasih.
(BERSAMBUNG)


namaWhite Flower
tanggal22-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanSaya setuju dgn pace bbb


namabbb
tanggal22-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanUtk Pace Enggros
Buday malas itu cuma utk Engkau saja saya tahu orang papua tdk malas. Tdk ada orang Yg dilahirkan utk menjadi malas. Harus ditanya dulu akar masalahnya apa. Kenapa dia malas. Memang pace Enggros ko yg pamalas ka pa

Pemalas itu bukan budaya papua itu akibat dosa di Alkitab itu dibilang koq. Apakah ditulis orang papua yg malas? TDK. Di Amsal cuma ditulis hey Pemalas seperti ko pace Enggros (yg memberi label itu kepd diri mu sendiri) pergilah belajarlah kepada semut. Itu penyakit umat manusia yg hanya bisa disembuhkan kalau sudah tahu SIAP DIA DI DALAM KRISTUS. Ada jati dirinya dan Identitas karena Kristus diam d dalam diri-Nya. Kalau kow pace Enggros sudah percaya kepd Kristus sbg juruslamat kemudian pemalas itu berarti kow katakan Tuhan mu itu juga pemalas seperti kow. Nah apa komentar mu? Apakah ada dasar Alkitab?


namabbb
tanggal22-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanUtk Pace Enggros
Budaya papua minum mabuk dll itu budaya individu yg frustrasi ngga bisa salurkan pikirannya atau ada masalah itu bukan budaya kolektif orang Papua. Karena ada masalah anak muda ngga bisa salurkan persoalan larinya ke minum. Itu ada di mana saja bukan saja di Papua. di Tempat lain mereka salukan dgn cara lain. Nah itu budaya bukan ada di darah Papua. Coba tanya dong pu tete atau nene bagaimana mereka dulu?

Saya tahu ada nilai khusus budaya Melanesia yg "redeeemable" dan diangkat menjadi tatanan nilai yg Alkitab. Yospan itu juga budaya yg baik yang bisa di "redeemable"

Tanah di papua itu tdk cocok utk tanam padi karena PHnya tinggi ngga cocok bgmn mau dicocokan. Mereka cuma tipu kam saja bisa tanam padi di Papua. Yg bisa itu sagu,keladii, petatas dll, hasil kebun.
Pasti kita harus kerja keras utk bangun Papua kalau sudah merdeka. Tdka ada cara lain. Tetapi selama masih bagian dari Indonesia mereka cuma mau bodohkan saja atas nama pendidikan utk anak papua, otonomi,kecerdasan dll. Buktinya mereka yg sudah sekolah tinggi di kontrol oleh Indonesia. Apalagi pejabat Papua yg ada mereka dibutakan dgn uang dan perempuan saja langsung lupa idealismenya. Lalu mulai ada argumentasi beginilah begitulah sementara masyarakat bawah menderita, nah itu yg tdk benar. HUKUM di INDONESIA TDK PERNAH MURNI. TERGANTUNG SIAPA YG KONTROL itu bisa diputarbalik



pesan pribadi menamba 22-04-06


namaPutra Numbay
tanggal22-04-06
Lokasiclick picture for more information
pesanBerjalan sambil teriak
berlari sambil menggunjing
anak anak negri ini mengukir kata dengan menebar dendam
bagai sebilah pisau menusuk nurani
kata kata mereka adalah tumpukan kecewa

menuding dengan kata kata
memojokan dengan gertakan suaka
lihat,
kerjaan mereka membekaskan amarah
maka negripun kembali bergolak
tangan tangan jahil merebak disudut kota
sambil memangsa yang lemah
tetapi juga mereka mengukir fitnah

pulangkan anaku
kembalikan wargaku
seru mereka sambil bertawar harga
merumuskan politik sambil menjaga gengsi
namun megorbankan manusia

sialnya sangat sial bukan siang ini
tetapi sudah sial malah kesialan tanpa kasihan
nasib manusia Papua dipakai untuk menawarkan kekuasaan

sudah cukup tuan presiden
berhentilah bapak mentri
kami tidak perlu kepintaran anda
kami tidak butuh kejeniusan anda
yang kami butuh sebuah kejujuran

berikan itu wahai tuan
dendangkan itu bagi kami
nyanyikan lagu kemerdekaan bagi rakyat Papua


namaputra lingkaran
tanggal22-04-06
pesanHei om cps satu yang wawancara Lentnan Gastao tu. Hebat koi e, so ada di situ. om dong ada...dolar, kh.... Eh om bagemana tra ada bendera adri situ di alamat tuk buku tamu ni, ko bikin kahhh. soalnya tong deka deka baru tra kenal.om, apakah ada perbedaan antara 'Rotunda' di merkado lama Dili dan 'Lingkaran' di Abepura? Salam eh smilie smilie smilie smilie


halaman 263 dari 543 << selanjutnya < 260 261 262 263 264 265 266 > terakhir >>