| pesan | To: Dear all Sekali Merdeka, Tetap Maling! Merdeka tapi konsisten menjadi kere!" Kalimat itu diucapkan tokoh Mbah Semar dalam pertunjukan Merdeka Secara Jenaka oleh Orkes Sinten Remen pimpinan Djadoek Ferianto di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 18-19 Agustus 2006.
Jika manusia keturunan pencetus RI ini telah ber_action keras antar mereka sendiri, berarti negara ini sebenarnya sedang berada di posisi mana ?" Apakah sedang berada dipersimpangan jalan antara Surga dan Neraka atau memang sudah ada dalam lembah perapian atau alias Death valey for Devils group or what?"
Jdi Please janganlah terlalu mendeskreditkan kita orang Papuan dalam rumpun SDM lemah but see your face properly, is it like a satan or what?" Because your own people had took negative action in your own national day/yr own independance day.
Okey, please don't involve us in your own problem because we never use any bambu runcing to create this nation. We used to use arrow and spear to hunting delicious meat in our jungle, drink fresh water from water fall or beautifull rivers before but after you came,you've changes our nature like your hell. Remember that kain sarung dan keris_mu tidak akan pernah berubah menjadi balero/cawat/koteka/jubi/spear dan begitupun sebaliknya.
GBU my bro & sis of RI KKWF |