| pesan | To:Mr.Kokoda,trim's atas komen anda.Hoi Bro,.... Sa dengar samar-samar bhw ada sedikit ribut-ribut antara para wartawan TV 7 dan TV 9, di Aus. Dalam persoalan itu dong singgung tentang kanibalisme di daerah Korowai di pedalaman Merauke. Bagi saya,kanibalisme yg dong bilang itu tra benar,sebab daerah tsb telah dijangkau oleh Zending Gereformer de Kerken (Gereja2x Reformasi Indonesia)sejak dekade 80-an. Sebelum datangnya petugas DepSos Prop.Irja,yg ikut rame. Saya juga sempat berlibur di daerah tersebut dan tinggal di Yaniruma yg merupakan pos Zending utk kawasan Koroway.Org 2x Koroway itu baik hati lho, bukan bangsa Kanibal walau perhiasan wajah mereka kelihatannya agak seram.Bagi yg baru lihat mungkin bisa kecing celana. Saya pernah menetap di kawasan Jair,Auyu,Kombay,Koroway dan Mandobo serta Muyu,sejak tahun 1972-1985. Hanya saja kebiasaan mereka yang suka hidup di rumah pohon,tidak mereka tinggalkan karena wilayah tersebut sangat berawa dan merupakan sarang nyamuk,demi menghindar dari nyamuk,mereka harus membangun rumah yang cukup tinggi. Begitulah penjelasan saya,mudah-mudahan Kokoda bisa membantu menjernihkan masalah ini di Aus,kalau di tanya sama orang bule. Ma kasih atas jasa baik Bro Kokoda. GBU. |