| pesan | Pak Bas,jangan enak suruh org Papua di PNG utk pulang kampung. Apa Bas sudah siap menjamin masa depan mereka di Papua? Bagaimana dengan mereka yang pulang bersama Pdt.Karel Waromi? Kalo Bas mo tahu,mulanya mrk mendapat perhatian tapi setelah tiga bulan hidup mereka malah terlantar.Janji muluk yang mrk terima hanya merupakan janji kosong,hidup mereka kini amat parah dibandingkan ketika mereka hidup di PNG. Sekarang mrk menangis karena menyesal,kenapa harus pulang? Lebih baik hidup di PNG daripada di Papua.Saya pikir Bas Suebu lebih baik bercermin pada sikap Caracalao yg dulu menjadi gubernur Tim-Tim sewaktu jaman penjajahan Indo di Tim-Tim. Pak Bas,jangan jual rakyat Papua di PNG untuk cari jabatan menteri. Sejak Indo mengambilalih Papua,berapa banyak orang Papua yang dibunuh? Apakah 25000-30000 warga Papua yang hidup di PNG dianggap sebagai ancaman ke depan sehingga mereka mau diusahakan pulang agar mudah dikontrol dan dihabiskan? Siapa tra tau kam pu akal bulus itu! Kitong yang lahir dari situasi penindasan akan tetap mengajarkan anak cucu kita tentang perlakuan Indo terhadap penduduk asli Papua.Sikap bengis,yang biadap dan tak berperikemanusiaan dari Indon terhadap kami adalah mata kuliah wajib bagi anak cucu kami setiap detik,menit,jam,hari,minggu,bulan dan tahun. Pak Bas & konco-koncomu,harus tahu bahwa sesuatu yg masih merupakan opini,dapat anda ubah;tapi apabila telah berubah menjadi ideologi maka jangan sangka bahwa anda dapat memusnahkannya. |