| pesan | 'tdk siap, SDM lemah, terbelakang' adalah ungkapan diskriminatif yang selalu menjadi alasan untuk melemahkan, membunuh dan menghancurkan eksistensi dari orang Papua. Ungkapan ini sudah dikembangkan sejak pemerintahan Orde Lama di Indonesia, namun sampai Orde Baru hingga revormasi, tidak ada yang berubah. Kampanye dan pembentukan opini publik hingga ke dunia internasional terhadap ungkapan sejenis, terus dikembangkan untuk mengkerdilkan arti dari perjuangan Orang Papua. semua jelas-jelas bertujuan Politis! Padahal, kemerdekaan itu Hak Asasi. Orang Bodoh pun punya Hak untuk Merdeka! tidak harus kaya dulu, atau pintar dulu. tadi Pagi, saya dengar wawancara RRI Jayapura dengan Rektor Uncen. bagian akhir wawancara itu, Rektor Uncen sebut, saat ini (tahun ajaran ini), Uncen punya 11 Ribu Mahasiswa (sekita 80 % orang Papua), dan 500 lebih dosen (dari S1, S2, S3, hingga prof dan guru besar) kualitas pendidikan, bolehlah kitorang bilang tidak sebanding dengan unniv terkemuka di Luar Papua, juga luar negeri. Tapi saya kira, lulusan Uncen sebagian besar sudah membuktikan diri mereka mampu dan punya kualitas pendidikan yang memadai. ambil Contoh, Bas Suebu! trus, .. kalau mau dihitung, Uncen berdiri tahun berapa? saat ini, tiap wisuda ( satu tahun, 2 kali pelaksanaan Wisuda), Uncen telorkan rata-rata 5000 Lulusan. Masih Pantaskah kitorang disebut belum siap dalam hal SDM untuk mendirikan sebuah negara merdeka?? lanjut--- |