pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaTeman Norce
tanggal04-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTo. Norce
Masih ingat pertemuan kkita bulan lalu di Darwin.., kita udah minta dukungan Association independent Australia.., tapi.., apa kata mereka.., Rakyat Papua harus berubah.., yaitu Pola Pikir.., Semangat Kerja.., Jati diri.., saat ini di Papua belum manyadari hal itu.., pikiran Merdeka.., tapi tingkah tidak Dewasa.., saya bangga dengan Bpk Bram Atururi, fredy Numberi.., mereka mampu memperlihatkan kinerja beliau.., baik di tk Nasional maupun International.., kalau semua mencontoh beliau, saya rasa Rakyat Papua bisa maju.., bahkan melebihi oranag-orang Australia.., jadi saran saya.., berjuanglah untuk memejukan harkat martbat orang Papua.., Soal Merdeka.., itu nomor 2
Laporkan

namaJumame
tanggal04-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanto, Kohoin

Anda terlalu banyak teori..., apakah yang saudara katakan lewat CEPOS.., udah terealisasi papad diri ad...? masalah Merdeka, pendidikan, pemerintahan, SDM dll..., cobalah koreksi diri anda.., yang penting saat ini kita harus bersatu dari semua kalangan di wilayah PAPUA untuk membangun TANAH PAPUA..., kita tahu di di PAPUA ini sebagian besar yang sukses dalam segi ekonomi adalah para pendatang dan tidak bisa dipungkiri bahwa perekonomian papua 69% di pegang oleh pendatang..., dan itulah buktinya bahwa mereka mau berusaha tanpa harus menunggu uluran tangan orang lain.., bekerja keras.., saya rasa kalau anda mau jadi pahlawan.., itu sudah kesiangan ad...
Laporkan

namaJumame
tanggal04-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanto, Kohoin

Anda terlalu banyak teori..., apakah yang saudara katakan lewat CEPOS.., udah terealisasi papad diri ad...? masalah Merdeka, pendidikan, pemerintahan, SDM dll..., cobalah koreksi diri anda.., yang penting saat ini kita harus bersatu dari semua kalangan di wilayah PAPUA untuk membangun TANAH PAPUA..., kita tahu di di PAPUA ini sebagian besar yang sukses dalam segi ekonomi adalah para pendatang dan tidak bisa dipungkiri bahwa perekonomian papua 69% di pegang oleh pendatang..., dan itulah buktinya bahwa mereka mau berusaha tanpa harus menunggu uluran tangan orang lain.., bekerja keras.., saya rasa kalau anda mau jadi pahlawan.., itu sudah kesiangan ad...
Laporkan

namaidaa
tanggal04-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesansaran tuk bapak gubernur tolong di kelaluarkan paraturan daearah tntang miras,bagi siapa yang mengkonsumsi miras dan mengganggu lingkungannya silakan di denda. smilie
Laporkan

namaKohoin
tanggal04-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTo Nanemako.
Mungkin pepatah Latin ini berguna bg kita 'non scholae, sed vitae discimus'(we study not for school but for life/kita belajar bukan utk sekolah ttp utk hidup). Sistem pendidikan kita di RI, khusus Papua telah bergeser dr mkna sebenarnya yaitu 'hidup' ke arah 'belajar utk sekolah, alias sekolah utk JADI PN/PNS'. Sekolah sbg sarana ransangan belajar hidup telah direduksi maknanya sekedar sarana mengejar status sosial, yg adl PN/PNS itu. Sarana ampuh mendapat status 'PN/PNS' adl universitas, PT, Akademi yg tumbuh subur ibarat jamur di musim hujan. Hal ini dikarenakan status sosial gaya lama: popot (maybrat), Tonowi (Me), Sonowi (Moni)dll, telah diambil alih oleh status sosial gaya baru (PN/PNS). Out put sekolah kita bermental PNS/PN, ketimbang bermental 'popot, sonowi, tonowi', yg adalh status sosial yg benar-benar diperjuangkan. Mentalitas PNS/PN melahirkan pemekaran wailayah supuya jangan ada lg teriak M dr out put sekolah kita di Papua.
Amuke !!!
Laporkan

namaNorce wilem
tanggal04-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanAttn : sd..ku sebangsa PAPUA.
saya sudah memebaca surat-surat kalian lewat buku tamu CEPOS/.., dan saya sangat terharu dengan semangat kalian semua untuk berkibarnya bendera BINTANG KEJORA, selama saya di Australia.., kami semua sudah berusaha untuk mencari dukungan..., agar apa yang kita harapkan bisa tercapai dengan satu kata MERRRDEKAAA PAPUA>>>>< yang menjadi permasalahan bahwa di dunia International khususnya di Australia tidak tahu persis tentang pokok permasalahan PAPU dan RI.., sehingga Australia tidak bisa berkomentar banyak tentang dukungan oranag-oranag PAPUA untuyk merdeka, bahkan yanag pernah saya baca di Rubril media Australia bahwa AUSTRALIA MENDUKUNG PENUH PAPUA SEBAGAI NEGARA KESATUAN R.I..., di halaman lain mengatakan.., bahwa Australia bersedia membantu R.I apabila terjadi gerakan yang ingin memerdekan PAPUA, sehingga kami Austr.., diminta untuk kembalai ke PAPUA guna membangun bersama TANAH PAPUA.., saudara2 bisa lihat di news Australia online.., salam untuk semua..
Laporkan

namaKanakameri
tanggal03-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTo: Sob Kohoin,
tentang apa yang Saudara singgung terdahulu,cukup saya mengerti. Tak dapat saya sangkal bahwa itulah tantangan yang kita hadapi saat ini. Benarlah bahwa yang kita lihat,rasa dan alami saat ini adalah bagaimana kedua rasionalitas (rasionalitas penjajah & rasionalitas yang dijajah) saling tarik menarik.
Adanya saling tarik menarik antara yang pro M,dan yang kontra. Persoalannya tidak akan selesai,jika tidak ada mediator yang menengahi masalah tersebut. Kita tidak bisa lari ke Jakarta,sebab, kita & Jakarta serta org-org Papua
yang pro Jakarta adalah,merupakan pihak-pihak yang bermasalah. Mana mungkin,org-org yang bermasalah mampu menyelesaikan masalahnya sendiri,tanpa ada penengah.Mustahil! Bagi saya solusi terbaik saat ini adalah mencari suatu negara yang bersedia menjadi mediator,dan bersedia menggolkan persoalan kita ke PBB,dengan demikian,masalah kita dpt diagendakan dlm agenda PBB,dan mendapat perhatian serius oleh negara2x anggota,dan jika sudah sampai ke tingkat penyelesaiannya maka mau atau tidak Jakarta akan dipaksakan untuk meninggalkan tanah kita bersama konco-konco Papuanya. Nah,pada saat itulah rasionalitas kita yang terjajah dapat menjadi suatu realita. Tentang rasionalitas umum Papua?
Saya pikir,setiap insan Papua yg merasa tertindas pasti berpikir untuk M,trada lain. Dan mereka yang merasa bebas pasti tak ingin terlepas
dari 'penjajah'. Mungkin pendapat saya berjalan diluar dari apa yang Sdr pikirkan,namun untuk sementara ini,begitu saja.GBU.
Laporkan

namaKohoin
tanggal03-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTo Sob Kanakameri.
Bukannya 'banyak org Papua berbicara tdk rasional', ttp 'rasionalitas 'mereka' tdk sesuai dgn rasionalitas kaum Papua tertindas, yg adlh sesama saudaranya. Rasionalitas 'kebanyakan' itu mewakili rasionalitas penguasa/penjajah sebagaimana sob sendiri telah menyebutkan motifnya. Rasionalitas penguasa memandang rasionalitas kaum tertindas secara militer adl 'GKP' yg mesti di tumpas habis'; secara ekonomi adl 'org-org pemalas yg tdk mau bekerja keras, yg hanya menuntut'; secara ekspresi-kebudayaan adl 'kebuayaan primitif, sumber mendatangkan wisatawan'. Persolannya, bgm menyadarkan sesama saudara Papua yg mewakili rasionalitas pengusaha bhw KITA adl sesama kaum tertindas? Persoalan menjadi lebih pelik nan kompleks lagi ketika kita dihadapkan dgn pertanyaan ini : 'adakah rasionalitas umum Papua'? Kalau tdk ada 'bgm menjembatani rasionalitas kesukuan manusia Papua sgb insan serba 'terlontarkan' itu. Selamat berpikir.
Iyo Amuke...!!!
Laporkan

namaNanemaco
tanggal03-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesanCoba bandingkan dengan Indonesia saat merdeka tahun 1945. sarjana S1 saja, Hanya bisa dihitung dengan jari.
Saya hanya memakai contoh Unversitas Cenderawasih, belum termasuk lulusan STIE Ottow&GEissler, STIE yapis, Sekoalh Tinggi Ilmu Hukum Umel Mandiri, STIKOM, STT IS Kijne, Universita Sains dan Teknologi Padang Bulan, dan sejumlah sekolah tinggi lainnya di Jayapura, belum yang di Seantero Papua.
Belum termasuk Ribuan anak-anak Papua lulusan Universitas, sekolah tinggi di Luar Papua, dan di luar negeri.
Masih relevankan dibilang SDM belum Siap??

MEnurut saya pribadi----
Saat ini Papua bukan lagi bicara soal SDM, tidak lagi soal Sumber Daya Alam, organisasi perjuangan dan pergerakan sudah banyak. soal Semangat dan Nasionalisme Papua!! saya yakin dalm diri orang papua tetap dan akan terus ada!!

Saat ini yang orang papua butuhkan hanyalah seorang PEMIMPIN ! papua kehilangan Pemimpin. Papua butuh Pemimpin.
( Bisa anda bandingkan dengan waktu masih ada alm. Theys Hiyo Eluay. Ia tampil sebagai PEMIMPIN, dan perjuangan Papua Betul-betul bergolak dan berdenyut! Saat itu Papua semakin 'ditakuti' tapi juga semakin bergema kencang di dunia internasional.
( Mubes Papua, Kongres Papua II, Berkibar bendera bintang kejora, tidak ada lagi Daerah Operasi Militer ( Katanya,sih),termasuk lahirnya "solusi KUE' Otsus)
Ketika waktunya kelak, seorang PEMIMPIN pergerakan Papua lahir, Papua pasti Merdeka!

Salam!
Laporkan

namaNanemaco
tanggal03-12-06
Lokasiclick picture for more information
pesan'tdk siap, SDM lemah, terbelakang' adalah ungkapan diskriminatif yang selalu menjadi alasan untuk melemahkan, membunuh dan menghancurkan eksistensi dari orang Papua.
Ungkapan ini sudah dikembangkan sejak pemerintahan Orde Lama di Indonesia, namun sampai Orde Baru hingga revormasi, tidak ada yang berubah.
Kampanye dan pembentukan opini publik hingga ke dunia internasional terhadap ungkapan sejenis, terus dikembangkan untuk mengkerdilkan arti dari perjuangan Orang Papua. semua jelas-jelas bertujuan Politis!
Padahal, kemerdekaan itu Hak Asasi. Orang Bodoh pun punya Hak untuk Merdeka! tidak harus kaya dulu, atau pintar dulu.
tadi Pagi, saya dengar wawancara RRI Jayapura dengan Rektor Uncen. bagian akhir wawancara itu, Rektor Uncen sebut, saat ini (tahun ajaran ini), Uncen punya 11 Ribu Mahasiswa (sekita 80 % orang Papua), dan 500 lebih dosen (dari S1, S2, S3, hingga prof dan guru besar) kualitas pendidikan, bolehlah kitorang bilang tidak sebanding dengan unniv terkemuka di Luar Papua, juga luar negeri. Tapi saya kira, lulusan Uncen sebagian besar sudah membuktikan diri mereka mampu dan punya kualitas pendidikan yang memadai. ambil Contoh, Bas Suebu!
trus, .. kalau mau dihitung, Uncen berdiri tahun berapa? saat ini, tiap wisuda ( satu tahun, 2 kali pelaksanaan Wisuda), Uncen telorkan rata-rata 5000 Lulusan. Masih Pantaskah kitorang disebut belum siap dalam hal SDM untuk mendirikan sebuah negara merdeka??
lanjut---
Laporkan

halaman 102 dari 543 << selanjutnya < 99 100 101 102 103 104 105 > terakhir >>