Sign Guestbook   Back to www.cenderawasihpos.com

NameSMunsa97
Date2007-11-01
Locationclick picture for more information
Messagebicara tentang filsafat. ada dua orang yang dianggapsebagai pemersatu kata philia dan sophia. dua orang
itu adalah Thales (the father of science) dan Phytagoras (the father of numbers). sebelum ada philia
dan sophia, semua 'hanya' mitos (myth) yang lebih sering tidak rasional, tidak logis. manusia dikaruniai
otak akal pikiran, dalam mitologi otak mati, pada philia dan sophia otak mendapatkan ruangnya.

dan mahasiswa? belum tentu seorang mahasiswa adalah seorang terpelajar. seorang terpelajar tidak cukup
dapat membedakan baik dan tidak baik, pun mampu menahan dirinya sehingga tidak menuju ke hal yang
tidak baik. jadi meskipun gelar berderet dua belas namun masih berbuat tidak baik maka tidak bisa disebut
terpelajar. bisa jadi, seorang yang tidak mengenyam pendidikan formal, tidak bergelar, namun bisa
membedakan baik dan tidak baik juga mampu menahan dirinya dari hal yang tidak baik, adalah manusia yang
(lebih) terpelajar.

quo vadis. kemana arah diskusi ini? like the heat. is it a vector? if so, why? if no, why?
bagi yg pernah blajar heat transfer, tau thermodynamics, disana ada cerita tentang 'arah','heat
flow' etc. with all due respect, saya percaya anda sudah cukup dewasa untuk dengan bebas merdeka membuat definisi,
menemukan jawaban sendiri, bukan crying baby yang masih perlu disuapin, bukan orang buta yang butuh
tongkat, bukan robot yang hanya bisa melakukan hal yang diprogramkan saja tanpa punya inisiatif sendiri.


NameSMunsa97
Date2007-11-01
Locationclick picture for more information
MessagePerlakuan ORBA pada Pancasila dengan menjadikan asas tunggal dan sebagainya , bahkan ada beberapa yang dirasakan terlalu berlebihan untuk tidak menyebut kata
banyak, telah menjadikan Pancasila analog dengan ORBA yang juga dianggap sebagai bagian yang harus dihancurkan.

Perlu diingat bahwa Pancasila adalah core value dan bukan milik ORBA. Implementasi ideal Pancasila yang
tidak sesuai atau kontradiktif dengan kenyataan, tidak menghilangkan fakta sejarah bahwa Soekarno dan pendiri bangsa ini berfikir Pancasila dapat menjadi solusi
bagi benturan ideologi besar yang dianut masyarakat. Mereka berusaha merangkumnya dalam satu kesepakatan bersama yang lalu kita kenal sebagai Pancasila. Jika
kemudian Soeharto menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dengan menekan ideologi yang lain, ini juga tidak menyelesaikan masalah.

Sudah waktunya sekarang kita bersama sepakat, membiarkan ideologi yang dianut masyarakat tetap hidup
dalam koridor yang tidak melanggar batas kebebasan, menjadikan Pancasila sebagai falsafah dasar berbangsa
dan hidup bersama.

ideologi menjadi salah kaprah ketika dianggap sesuatu yang absolut. di muka bumi tidak ada satupun yang bersifat absolut. semua berubah seiring waktu.
perubahan itu akan terus terjadi, tidak bisa dilarang, diinginkan atau ditolak. dengan kita atau tanpa kita. dan pilihan bagi kita untuk memberi kontribusi
terlibat dalam perubahan. singkat kata, TANPA KITA (saya, anda, atau siapapun), perubahan masih dan akan terus terjadi


NameSMunsa97
Date2007-11-01
Locationclick picture for more information
MessageKetika sebuah ideologi yang semula
memiliki pengaruh luar biasa dalam pemikiran sosial namun kemudian tidak lagi bisa menjawab tuntas problem yang dihadapi manusia seiring dinamika waktu, maka
perlahan ideologi itu mulai ditinggalkan dan menemui ajalnya.

Lahir, besar, mati. Terbit, tenggelam. Begitu pula halnya yang dialami oleh sebuah ideologi. Kebutuhan akan sebuah ideologi menjadi sesuatu yang tidak lagi
primer. Orientasi perhatian sekarang tidak perlu dipatok pada satu ideologi, dan muncul kecenderungan berorientasi pada tujuan akhir, yang bisa berupa
bagaimana memberikan perhatian dan meningkatkan kesejahteraan manusia.Kembali pada kita, bangsa Indonesia. Pancasila pernah mengalami mistifikasi, dijaga kelestariannya, status quo. Kondisi ini menjadikan kita sebagai bangsa yang menistakan falsafah hidupnya. Pendiri bangsa telah merumuskan Pancasila untuk jadi falsafah hidup berbangsa dan bernegara. Ketika bangsa ini lahir, pemimpin kita waktu itu berfikir tentang apa saja syarat yang harus ada untuk berdirinya sebuah negara.Salah satunya, ya falsafah itu.

Ketika ORLA digantikan oleh ORBA yang kemudian bergulir hingga saat ini era reformasi, tertangkap kesan adanya dendam di setiap proses besar perubahan
kepada para pendahulunya. Penguasa yang runtuh adalah penguasa yang kalah. Karena itu, perubahan menjadi milik pemenang. Maka, pemenanglah yang dianggap berhak dan mendapat giliran melakukan memaknai realitas dan berkuasa memberikan penilaian benar salah.


NameSMunsa 97
Date2007-11-01
Locationclick picture for more information
MessagePusing euy, banyak kerjaan, berantem mulu, baik di Papua dan Indonesia sama aja gak ada "perubahan" mending ...
Sudah terakui bahwa masyarakat indonesia sebagian besar adalah masyarakat yang tidak memahami dirinya sendiri atau masyarakat tanpa karakter. Problemnya, masyarakat seperti ini sering menolak kritik terhadap dirinya
sendiri, bahkan enggan mengakui kebenaran sejarah yang sudah membentuk dirinya hingga sekarang.

Sejarah kelam ditutup-tutupi tanpa mau mengakui sebagai bagian dari kenyataan hidup masa lalu. Padahal pengakuan akan kesalahan masa lalu ini penting untuk
perjalanan hidupnya di masa depan.

Ketika masuk dalam kawasan ideologi maka bangsa Indonesia akan bertemu dengan sebuah ideologi yang setiap kita dapat dipastikan telah mengetahui bahwa
Pancasila adalah ideologi negara Indonesia. Secara akademis, kembali kita bisa sepakat, bahwa ada salah kaprah pada Pancasila, meski tidak setiap kita bisa
tahu persis apa atau dimana salah kaprah Pancasila, setidaknya itu bisa kita rasakan. Yang terjadi kemudian, ketika berbicara ideologi, kita lebih tertarik pada liberalisme, sosialisme dan hampir tidak pernah merujuk Pancasila. Bahkan ketika muncul adaptasi pada zaman dengan lahirnya neoliberalisme
atau neo neo lainnya, Pancasila masih tetap 'sakti' dengan Pancasila tidak bisa mati (pancasila will never die).

Sebuah ideologi dianut dengan harapan mampu membimbing manusia dalam membangun relasi sosial untuk kehidupannya.


NameMalabar
Date2007-11-01
MessageBaca Muslim Masuk Kristen, jadi penginjil lagi. lihat di -> Pedson blogspot smilie smilie smilie smilie



Private Message added 2007-10-31


NameManyof
Date2007-10-31
Locationclick picture for more information
MessageCenderawasih Pos tidak perlu tamba satu menu. Khusus menu itu untuk pejabat pejabat Papua yang sudah air sampai di leher, kasihan mereka sudah... mereka juga perlu makan dan perlu senang, biar kita yang lain menderita tidak papa. Karena mereka pejabat pejabat itu penjilat !! ==> anjing kudis <==> yang pakai "kesempatan dalam kesempitan" orang lain untuk berteriak -Papua merdeka, Papua merdeka, Papua merdeka !!! nanti tidak jadi pejabat duduk sorong sorong api untuk bakar anjing kudis itu. Iyoo itu saja smilie

Magal John ko tambah lagi sudah smilie



Private Message added 2007-10-31



Private Message added 2007-10-30


NameMUTIARA HITAM
Date2007-10-30
Locationclick picture for more information
MessageBerita tentang 120 anggota TPN/OPM yang mengaku setia kepada NKRI tidak perlu kita tanggapi secara berlebihan. mereka juga ingin hidup bebas seperti kita yang hidup di alam pembangunan. kita menekan mereka, memarahi, tapi apakah kita pernah memberikan kesenangan kita untuk mereka nikmati di hutan-hutan?. Anggota TPN/OPM yang kembali cinta NKRI identik dengan orang Papua yang diterima sebagai PNS, karena setelah diterima mereka juga mengucapkan sumpah setia kepada NKRI. Kok kita tidak pernah mempersoalkan yang satu itu?
Setiap ada berita ttg anggota TPN/OPM yang kembali ke NKRI, orang Papua su bicara macam-macam. Sekali lagi sa tanya, kam ada kase makan dong di hutan sana? biar sudah dong kembali dan tinggal sama-sama kita di alam bebas daripada mereka hidup tertekan terus di hutan.
Perjuangan kan bisa kita lakukan di kota juga, bukan hanya di hutan. Jika 120 orang TPN kembali, apakah kalian takut kita akan gagal? sa bilang tidak. Sekalipun semua orang Papua menyatakan setia pada NKRI, tetapi TUHAN ALLAH sendiri yang bilang Papua bebas, siapa mau lawan?
Salam perjuangan dari Tanah Rantau.
"mutiara Hitam"


Page 81 of 102 << First < 78 79 80 81 82 83 84 > Last >>