| Message | bicara tentang filsafat. ada dua orang yang dianggapsebagai pemersatu kata philia dan sophia. dua orang itu adalah Thales (the father of science) dan Phytagoras (the father of numbers). sebelum ada philia dan sophia, semua 'hanya' mitos (myth) yang lebih sering tidak rasional, tidak logis. manusia dikaruniai otak akal pikiran, dalam mitologi otak mati, pada philia dan sophia otak mendapatkan ruangnya.
dan mahasiswa? belum tentu seorang mahasiswa adalah seorang terpelajar. seorang terpelajar tidak cukup dapat membedakan baik dan tidak baik, pun mampu menahan dirinya sehingga tidak menuju ke hal yang tidak baik. jadi meskipun gelar berderet dua belas namun masih berbuat tidak baik maka tidak bisa disebut terpelajar. bisa jadi, seorang yang tidak mengenyam pendidikan formal, tidak bergelar, namun bisa membedakan baik dan tidak baik juga mampu menahan dirinya dari hal yang tidak baik, adalah manusia yang (lebih) terpelajar.
quo vadis. kemana arah diskusi ini? like the heat. is it a vector? if so, why? if no, why? bagi yg pernah blajar heat transfer, tau thermodynamics, disana ada cerita tentang 'arah','heat flow' etc. with all due respect, saya percaya anda sudah cukup dewasa untuk dengan bebas merdeka membuat definisi, menemukan jawaban sendiri, bukan crying baby yang masih perlu disuapin, bukan orang buta yang butuh tongkat, bukan robot yang hanya bisa melakukan hal yang diprogramkan saja tanpa punya inisiatif sendiri. |