Private Message added 2008-05-03 |
Private Message added 2008-04-30 |
| Date | 2008-04-27 |
| Message | Sobat memang benar di Papua, masih banyak sodara-sodara saya yang kurang disiplin dan mari kita bahas kenapa sampai mereka kurang disiplin. Masa pemerintahaan belanda di Papua, pendidikan orang Papua selalu disertai dengan motivasi. Contohnya sekolah berpola asrama dan guru-guru belanda mengajarkan dan mengutamakan skill development. Saya tahu hal ini dari cerita orang tua saya yang bersekolah pada pendidikan belanda. Waktu bangun mereka di tentukan dan segala sesuatu yang mereka lakukan berdasarkan aturan yang tegas. Banyak sa punya om-om yang bersekolah sampe ke Belanda juga memiliki pengalaman international sampai ke negara2 pasifik dan Australia. Setelah masuknya budaya Indonesia yang merubah karakter orang Papua. Pemerintahan di Papua mulai dipimpin oleh amber dong yang ko su tahu tuuu,, budaya sukuisme terlalu tinggi apalagi korupsi. Walaupun orang Papua jadi pemimpin, tapi orang amber dong masih kuasai hamper semua sector sebab informasi di Papua bukan hanya susah di cari, namun sulit untuk di akses karna kam amber bikin monopoli! Budaya orang Indonesia adalah budaya membuat ketergantungan. Lihat saja OTSUS, papua di kasih uang yang katanyanya banyak(walau tra sebanding dengan Jakarta) tapi hal ini semata hanya politik uang yang dikasih supaya membuat orang papua tergantung pada uang otsus ini dan akhirnya saat mo keluarg dari sindrom ini, ehhh… su susah karna su senang dengan uang banyak jadi. |
Private Message added 2008-04-26 |