| Message | "Yang terpenting lagi, jangan sampai terjadi peperangan di negara ini, sebab jika kita saling perang, maka tidak akan mengalami kemajuan. Harapan saya, tirulah negara manapun yang baik. Misalnya Amerika, setelah perang saudara dan berakhir 1965, sampai sekarang tidak pernah terjadi perang lagi. Sehingga negaranya semakin makmur dan industrinya kian meningkat pula," imbuhnya.(fud)
Ini adalah paragraf akhir dari berita cepos ( Rabu, 02 Mei 2007, Keluarkan 9 Pernyataan Sikap Peringatan Kembalinya Irian Barat ke NKRI, Berlangsung Khitmat).
Ke depan, di Tanah Papua akan pecah perang. Hal ini karena akses politik dari penduduk pribumi semakin hari, semakin ditidakberdaya. Coba lihat, dari 45 anggota DPRDP hanya ada 13 orang Papua. MRP tidak memiliki gigi untuk memutuskan apapun di Papua - mereka adalah lembaga stempel.
Padahal, pada umumnya pada saat ini, orang Papua bekerja sebagai pegawai negeri. Mereka banyak yang berkeinginan menjadi bupati dan atau bahkan gubernur. Padahal, jumlah orang papua setiap hari semakin sedikit, karena adanya migrasi penduduk dari luar Papua. Kita tahu bersama, bahwa orang memilih itu masih berdasarkan suku. Sehingga jika pada waktu 5 tahun ke depan, ketika diadakan Pilkada, dan pemilu, maka akan muncul Toraja,Jawa,Manado,Batak,Ambon,Key,dan Bugis-Makassar yang menjadi anggota dewan. Bahkan mereka juga kelak yang akan menjadi bupati dan atau gub di Tanah Papua.
Pemecahan masalah ini kelak, hanya Tuhan yang tahu. |